Makna Gesture Tangan Doni Salmanan yang masuk ke saku celana

Barusan saya ( Handoko Gani ) diminta detikcom untuk mengulas makna ekspresi “Tangan Masuk di Saku” yang dilakukan oleh DS (Doni Salmanan) dalam video : https://news.detik.com/detiktv/d-5984625/raut-wajah-doni-salmanan-minta-maaf-terkait-kasus-quotex

Berikut ini simak lebih dalam ulasan saya :

Paparan Temuan Ekspresi

Audience yang dituju DS ada 3 :

  • Masyarakat Indonesia yang mengerti dunia trading –> (terkait perbuatannya)
  • Teman-teman (saya duga, sesama Pelaku Trading) –> (terkait perbuatannya)
  • Masyarakat Indonesia (secara umum) –> (himbauan agar membedakan trading ilegal)


Ekspresi Wajah DS tidak menunjukkan ekspresi wajah sedih ataupun marah. Untuk ekspresi takut, karena keterbatasan ekspresi wajahnya memang tidak bisa dianalisis secara optimal.

Gesture Doni Salmanan adalah Postur Tubuh lurus, tangan kanan memegang mike, tangan kiri masuk ke saku celana.

Perubahan gestur terjadi saat kata “minta maaf” dimana postur tubuh bergerak memutar (swing) . Begitu juga terjadi perubahan gesture ketika mengucapkan kata “maaf” kepada masyarakat Indonesia dimana : tubuh membungkuk.

Suara : Speed (Kecepatan) suara Doni terlihat cepat dalam berbicara (assuming : video tidak diedit). Ritme, Pitch serta Suara juga menunjukkan kelancaran dan kelantangan dalam berbicara. Tidak nampak jedah yang signifikan.

termasuk ketika mengucapkan kata “maaf”. Tidak terdapat jedah signifikan dan suara juga menunjukkan kelancaran berbicara dan kelantangan disertai tekanan suara pada tersebut.

Dan kita juga perlu melihat pemilihan kata/kalimat verbal dari DS (akan saya jelaskan di bawah)

—-

Penjelasan :

  • Tidak diketahui dengan pasti apakah tanda-tanda seseorang merasa bersalah secara universal. Namun, reaksi penyesalan bisa dianalisis berdasarkan norma dan kebiasaan pada sebuah lingkup terkecil.

    Contohnya :

    bila kita hidup bersama pasangan, maka kita tahu bagaimana reaksi penyesalannya secara personal.

    Atau bila kita adalah bangsa Asia, orang Indonesia, secara umum, kita memiliki serangkaian reaksi yang dianggap mewakili penyesalan, antara lain : ekspresi wajah sedih dan bahkan menangis, kepala dan tubuh membungkuk, mata tidak menatap eye contact dengan kamera, suara terbata-bata, volume kecil, pitch mungkin menyerupai orang menangis, mulut tidak tertawa, dan kalimat yang dipilih adalah kalimat penyesalan.

    Namun, hal inipun masih harus dilihat berdasarkan suku dan etnis asal dari seseorang serta konteks kasusnya juga.

    Note penting adalah bahwa ada keluarga dari suku dan etnis ataupun profesi tertentu mengajarkan kepada anaknya agar meminta maaf dengan jantan sebagai pria, dan harus berani menerima konsekuensinya, dimana : tentunya ekspresi verbal dan nonverbal orang ini akan berbeda dengan persepsi masyarakat Indonesia secara umum terkait ekspresi penyesalan.

Cara umum menganalisis penyesalan adalah :

  • isi pernyataan penyesalan yang dimaksud.
  • persis di kata / kalimat yang bermakna “menyesal” dalam momen yang sedang dialami.

Pada konteks DS, setiap kata “maaf” menunjukkan adanya perubahan pada ekspresi gestur dan juga pada suara. Namun, pada kata “maaf” yang disampaikan memang kita justru melihat kesan lancar, tegas, berani, dibandingkan dengan persepsi masyarakat terkait reaksi “maaf” dengan ekspresi wajah sedih dan mungkin menangis, kepala dan tubuh menunduk, suara terbata-bata serta kemungkinan penggunaan kata “maaf” lebih dari 1 kali.

Sedangkan, dari pemilihan kata/kalimat verbal, saya mendapati :

1) Adanya pengerucutan audience pada 1 kalimat pembuka yaitu bahwa Audience “pidato ucapan maaf” ini bukan seluruh masyarakat Indonesia tetapi masyarakat Indonesia yang mengenal dunia trading, baik binary option maupun Foreign, crypto dan lain sebagainya.

2) Isi “pidato” ini lebih kepada permintaan pemakluman kepada Masyarakat Indonesia yang mengenal dunia trading, baik binary option maupun Foreign, crypto dan lain sebagainya. Dan juga kepada “teman-teman” yang saya duga dimaksudkan : sesama Pelaku Trading (Trader). Dan barulah kepada masyarakat Indonesia.

Dimana, saya menduga ada pesan tersembunyi di balik kalimat ini, yaitu bahwa DS kemungkinan ingin menggiring kesan bahwa apa yang terjadi / dilakukan DS ini adalah “biasa” atau “bisa dimaklumi” dalam dunia trading. “Teman-teman” seharusnya juga mengerti (betul kan ?).

Kemudian yang kedua adalah penggunaan kata audience “masyarakat Indonesia” yang dilekatkan dengan Trading Ilegal.

Dimana saya menduga : DS ingin memberi kesan pembeda antara tindakan trading nya dengan Trading Ilegal, yaitu bahwa trading nya bukan trading ilegal.

Jadi, dugaan saya, Ekspresi DS ini adalah :

  1. Wujud ekspresi permintaan maaf dan penerimaan konsekuensi tanggung jawab yang “jantan”. Jadi, berbeda dengan ekspresi umum tentang penyesalan.
  2. Ekspresi ini memberi pesan lain yaitu agar :
  • Memberikan justifikasi bahwa : apa yang dilakukannya memang “biasa” bagi masyarakat Indonesia yang mengenal dunia trading dan antar “teman-teman” sesama Trader.
  • Mengingatkan kepada masyarakat Indonesia yang mengenal dunia trading dan sesama “teman-teman” Trader bahwa Keinginannya yang kuat untuk menang, yang seharusnya merupakan hal yang wajar bagi Pelaku Trading. Namun, sekiranya melanggar etika dan hukum, agar bisa dimaklumi & dimaafkan oleh siapapun pihak yang “dikalahkan”nya, serta dengan demikian, ia juga sekaligus memohon kepada Pengadilan dan Penegak Hukum, agar bisa dikurangi hukumannya
  • Membedakan antara Trading yang dilakukannya dengan Trading Ilegal.

DEMIKIAN ANALISIS SAYA.

handokogani

Satu respons untuk “Makna Gesture Tangan Doni Salmanan yang masuk ke saku celana

Add yours

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: