Mengapa Deklarasi Capres Ridwan Kamil seperti itu doang ?

Sempat di-interview detik.com untuk analisis video “deklarasi” Ridwan Kamil ini : https://20.detik.com/detikflash/20220118-220118169/ridwan-kamil-sudah-siap-lahir-batin-maju-di-pilpres-2024

Berikut paparan saya yang lebih detil.

Pertama, ini jelas sudah satu “kemajuan” karena bulan Juni 2021 lalu, Ridwan Kamil malah terang-terangan menyatakan lebih realistis untuk Jabar 2 periode daripada nyapres : https://news.detik.com/berita/d-5598515/ridwan-kamil-ngaku-lebih-realistis-2-periode-di-jabar-dibanding-nyapres .

Untuk itulah, saya sengaja menggunakan tanda kutip pada kata “deklarasi”.
Kenapa ? Karena menurut saya, ini tidak seperti “deklarasi” seperti yang biasa dilakukan oleh seorang Capres / Cawapres. Ini lebih mirip sebuah jawaban atas pertanyaan wartawan dalam sebuah konteks : acara di Bali ( con papua ). Bayangan saya, koreksi bila salah, deklarasi itu lebih mirip preskon dengan agenda spesifik yaitu Deklarasi Capres.

Kedua, analisis saya adalah “deklarasi” ini seperti JAWABAN Ridwan Kamil terhadap pihak-pihak termasuk partai dan Jokowi tentang keinginan politik nya ( ambisi politik ).

Konteks momen deklarasi ini menjadi unik karena :

  1. Dilakukan beberapa hari setelah Presiden mengumumkan kriteria Kepala Ibukota Baru yaitu seorang berlatar belakang arsitek. Dan nama Ridwan Kamil menjadi salah satu dugaan.
  2. Dilakukan di Kandang Banteng ( PDIP ) yaitu di Bali.
  3. Dilakukan dalam acara dengan masyarakat di luar Jawa yaitu Papua.
  4. Dilakukan menggunakan protokol interview dengan pakaian batik bercorak Mega Mendung yang biasanya merupakan Batik Pekalongan. Namun, coraknya menyerupai Cakra yang tersentral di tengah pakaian.

Konten nya pun unik yaitu :

  1. Menyatakan diri siap, tapi belum ngomong langsung dengan partai-partai
  2. Menyatakan diri “siap kawin” bahkan “kawin paksa” dengan siapapun

Jadi, menurut pendapat saya, Ridwan Kamil ingin memberi pesan kepada Partai-Partai terkait dengan Ambisi Politiknya yang selama ini tidak pernah secara resmi diumumkan ke media dan masyarakat serta (mungkin) parpol secara luas. Dan karena dekat sekali dengan keputusan Jokowi soal kepala ibukota baru, Ridwan Kamil ingin memberi pesan agar pertimbangan “ambisi politiknya” ini masuk di dalam keputusan politik Jokowi dan Parpol-Parpol pendukung untuk memilih beliau sebagai Kepala Ibukota Baru.

Ketiga, mengenai kesiapan Ridwan Kamil, apakah betul 100% siap ?

Dari micro gesture analysis pada pergerakan jari dan telapak tangan serta perubahan posisi tubuh, termasuk pundak saat menjawab pertanyaan wartawan tentang kesiapan beliau, saya menilai kesiapan ini lebih kepada kesiapan tekad untuk menjadi bacalon ( bakal calon ).

Dan ini juga bisa kita artikan dari pernyataan soal “kawin paksa”. Artinya, Ridwan Kamil merasa bahwa 2024 ini adalah kesempatan tersisa bagi karir politiknya. Jadi, mau itu menjadi Capres ataupun Cawapres, pokoke sudah nyiapin tekad untuk “berkompetisi” dengan sejumlah bacalon parpol-parpol hingga akhirnya resmi jadi Calon dari Parpol-Parpol tersebut. Jadi, pernyataan “kompetisi” dan “dapat emas atau perak” itu lebih kepada proses seleksi bacalon yang dimaksud.

Pernyataan ini tentu pernyataan “sadar diri” yang mana : Ridwan Kamil sadar bahwa dirinya tidak memiliki elektabilitas setinggi Prabowo, Ganjar, dan Anies. Beliau juga tidak memiliki kendaraan politik seperti Prabowo dan Giring. Bahkan dukungan parpol kepada beliau tidak sebesar dukungan terhadap Ganjar, Anies dan bahkan Puan sekalipun. Bargaining power beliau tidaklah sekuat mereka. Itu sebabnya, beliau menggunakan istilah “kompetisi” dan “emas / perak” agar bisa terpilih dulu di antara para Bacalon lainnya. Entah siapa parpolnya, memang, masih sangat “wait n see” karena posisi elektabilitas serta dukungan parpol langsung tersebut.

Jadi, dari mengatakan “lebih realistis Jabar periode 2x” hingga sekarang : dimana saya terjemahkan bebas seperti menyatakan “Pokeke saya mau kawin. Kawin sama siapa aja ( kawin paksa ) . Saya ndak neko-neko karena parpol lebih berwenang dari Saya. Dan pokeke coba ditimbang2 dalam keputusan penentuan Kepala Ibukota Baru.”, ini lebih mungkin dikatakan sebuah langkah awal dalam sebuah “kompetisi”, yaitu memutuskan “mau ikutan main”.

Artinya, masih panjang sekali “deklarasi” sesungguhnya seorang Ridwan Kamil ini. Yang penting, niat sudah disampaikan. Dan “niat ambisi” ini hendaknya jadi pertimbangan parpol bila mau memilih beliau menjadi Kepala Ibukota Baru. Yang mana walaupun tidak terang-terangan disampaikan, akan tetapi : memberi pesan jelas bahwa beliau inginnya masuk menjadi bacalon capres/cawapres.

#handokogani

Andalan

Akankah NIDJI menjadi Band Politis ?

Sebagaimana diberitakan, Giring Ganesha kerapkali menyindir Anies termasuk ketika merekam dirinya terperosok ke dalam lumpur pada lahan yang rencananya dipakai untuk helatan Formula E 2022 di Ancol, Jakarta.

Dan kali ini sempat heboh juga, Anies mengundang Nidji, band yang membesarkan nama Giring dan kemudian mengatakan :

“Spektakuler! Melihat penampilan band Nidji saat uji coba sound system JIS semalam, sambil inspeksi 93 persen ketuntasan pembangunan stadion. Musiknya menggelegar, suaranya merdu, tidak ada sumbang-sumbangnya”

(Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2022/01/17/10311891/kata-gubernur-anies-soal-aksi-panggung-nidji-di-jis-tanpa-giring-ganesha)

Analis politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai bahwa pesan tersebut jelas merupakan sindiran kepada Giring Ganesha, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang merupakan eks vokalis Nidji.

(Sumber : https://www.msn.com/id-id/berita/nasional/pakar-dengan-undang-nidji-anies-sindir-balik-giring/ar-AASQZ0U?ocid=msedgdhp&pc=U531)

Mungkin ada yang menilai analisis Pak Adi Prayitno berlebihan.

Namun, saya sepakat. Berbicara tentang mengundang band papan atas sebagai kegiatan perdana JIS, Indonesia memiliki begitu banyak band papan atas. Namun, pilihan justru jatuh ke Nidji.

JIS ini juga sedang menjadi pembicaraan hangat ketika Mustofa justru meminta agar CCTV dipasang di JIS karena kuatir Pembenci Anies akan merusak JIS.

(Sumber : https://www.suara.com/news/2022/01/16/134751/khawatir-jis-dirusak-pembenci-anies-mustofa-minta-diawasi-cctv-kita-sudah-hafal-mereka)

Nah, yang menarik dan mau saya bahas adalah NIDJI.

Pertama, apakah NIDJI tidak menyadari kemungkinan Band nya digunakan sebagai “alat komunikasi untuk menyindir Giring” ?

Kedua, kalo NIDJI tidak menduga menjadi “alat menyindir Giring”, apakah NIDJI diam saja tanpa memberi klarifikasi ? Sebaliknya, kalau NIDJI menyadari resiko ini, apakah NIDJI memiliki maksud politis tertentu sebagai Band Follower Anies ?

Saat kampanye Jokowi nyapres dulu, kita tahu ada beberapa band papan atas yang diduga memihak beliau. Salah satunya adalah Slank. Nah, apabila NIDJI memang memiliki maksud politis tertentu, apakah NIDJI akan menjadi “Slank” Anies ?

Kita masih menanti-nanti bagaimana respon NIDJI. Atau justru sebaliknya, NIDJI akan membiarkan isu ini “terbang” begitu saja.

Saya mengingatkan NIDJI bahwa follower Jokowi, Anies, Ahok, Ganjar, dst nya adalah seperti halnya follower-follower sepakbola.

Kita sudah melihat dampaknya kepada beberapa portal berita dan stasiun TV, antara lain : Metro TV vs TV One.

Nah, hal sama bisa berdampak kepada keseluruhan image NIDJI dan keberlangsungan NIDJI selepas Giring mengundurkan diri – berapa tahunpun itu, selama Giring dan Anies masih saling berlawanan-politik.

Konsekuensi tentu ada. Keuntungan juga ada.

Namun, di tengah-tengah pembentukan format baru dengan Ubay sebagai Lead Singer, maka : resiko itu menjadi sangat besar. Pergantian Lead Singer itu sendiri sudah besar resikonya. Sekarang, ditambah lagi dengan “berafiliasi politik” (seandainya benar).

Nah, alangkah baiknya, bila memang NIDJI bermaksud profesional, mereka memilih mengundurkan diri atau memberikan klarifikasi terkait dugaan menjadi Band Politis Anies.

Oke, NIDJI ?

Sukses ya dengan format baru nya !

Handoko Gani

Pesan di balik tawa jokowi temani janethes dan sedah mirah beri makan burung dara

Tumben-tumben-an ndak ada wartawan yang contact saya untuk membahas ini : https://news.detik.com/berita/d-5890658/penuh-tawa-jokowi-temani-jan-ethes-sedah-mirah-beri-makan-burung-dara

Postingan ini : https://www.instagram.com/tv/CYgfC7Ptr-A/ sebetulnya sangat menarik.

“Akhir pekan yang menyenangkan bersama cucu-cucu.” setelah sebelumnya sempat posting : https://www.instagram.com/p/CYV0yiEPEgj/ tentang kunjungan beliau saat anak2 sedang divaksin.

Saya terus berpikir pemilihan kalimat yang dipergunakan, despite the fact bahwa : yang mengetik bukanlah Pak Jokowi. Nevertheless, saya coba meneruskan analisis saya.

Kalimat tersebut digunakan oleh seseorang yang baru saja menyelesaikan pekerjaan yang menyita waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian kita. Dan bersama cucu-cucu adalah suatu hal yang menyenangkan – recharging sebelum “the next”.

Pemilihan “burung dara” putih dengan pakaian putih ini juga mungkin sebuah pesan. Putih menunjukkan suatu yang “pure” and free.

Di sisi lain, paspampres yang bermasker dan menjaga jarak, sementara bocah-bocah itu tanpa masker saat bersama “burung dara” ?

Kemudian, beliau mengajak anak-anak tersebut untuk bermain-main di lokasi indoor istana dan mengunjungi patung-patung / spot-spot monumen pahlawan.

PESAN apa yang ingin beliau sampaikan ?

Apakah saya mengada-ngada ?

Saya berpikir ada 1 pesan yang mungkin tersampaikan.

Pesan yang sangat kuat.

Di tengah kesibukan kita semua bekerja mencurahkan pikiran, tenaga, waktu dan emosi, kita ingin pulang dan mendapati anak-anak kita sehat dari sekolahnya, dimana kita yang juga menjaga kesehatan ini akan bisa bermain dengan anak-anak kita saat weekend di dalam lingkungan rumah kita. Bukan di luar rumah seperti mall, di tengah pandemi korona ini.


Last,

menarik sekali melihat anak2 melihat monumen2 pahlawan. Sebuah tempat yang keliatannya tidak menarik untuk tempat bermain.

Bukankah ini pesan yang kuat ?

Untuk Kemenkes, Kemendikbud, Sekolah, OrangTua, Pengusaha Transportasi, hingga RT RW tempat sekolah berada ?

yaitu bahwa :

  • Anak-anak harus tetap dalam kondisi sehat sekalipun bersekolah
  • Upaya tersebut perlu kerjasama bersama pihak2 di atas
  • Karena, hal tersebut demi negeri ini. Ada dampak besar pada ekosistem sekolah , bila anak2 tidak bersekolah tatap muka lagi. Dan di sisi lain, orang tua sedang berusaha berjuang di tengah situasi kondisi pandemi dan kehilangan waktu, tenaga, pikiran, bersama anak-anak.

Hahaha… am I over-analyzing it ? Maybe. Hahaha…

Handoko Gani

Andalan

Lagi ramai membahas soal Alasan Jokowi / Team Komunikasi Presiden sering mengupload foto Beliau mengikat tali sepatu.

https://news.detik.com/berita/d-5886356/beragam-momen-pakai-sepatu-yang-diunggah-jokowi-saat-blusukan-ke-daerah

Banyak yang mengatakan kenapa sih njelimet banget ? Semua harus dianalisis ?

“Sahabat, kalau Anda yang mengikat sepatu, apakah ada yang moto ?”

“Ya jelaslah ! Dia kan presiden.”

“Exactly ! Artinya, ada tujuannya mengapa aksi mengikat sepatu beliau di-upload ke sosmed. Sama seperti Anda memposting foto Anda liburan, foto masakan Anda, foto Anda membereskan rumah, dstnya. Bukankah Anda mempostingnya karena ada tujuannya ?”

Opsi pertama : seadainya tali sepatu itu memang lepas ( dan di-upload )

Yang saya prediksi dari maksud PR / team komunikasi ini adalah ingin membentuk image :
1) Presiden adalah seorang yang sigap dalam segala kondisi mendadak –> tali sepatu terlepas mendadak, segera dibetulkan, tanpa berlarut-larut hingga bahkan menjatuhkan diri sendiri atau ditegur orang lain karena tali sepatu itu tidak juga dibereskan. Tentunya kesigapan ini juga ekspektasi Pak Presiden terhadap bawahannya termasuk Mentri dan Kepala Daerah.

2) Presiden adalah seorang yang menyukai kerapihan termasuk di dalam konteks ekspektasinya terhadap kerjaan anak buahnya termasuk Mentri hingga Kepala Daerah.

3) Presiden kita seorang pribadi merakyat seperti kita juga. Ketika tali sepatu kita lepas, ya kita betulkan. Presiden kita tidak perlu dilayani seperti layaknya orang dengan kedudukan tertinggi di sebuah negeri.

4) Ketika diposting sebelum kegiatan perjalanan atau kejadian pertemuan penting tertentu, artinya Pak Presiden ini siap menghadapi kemungkinan tantangan atau hal2 tidak diduga dalam perjalananan / pertemuan tersebut.

OPSI KEDUA : Kalo seandainya tali sepatu itu sebetulnya tidak terlepas , hanya saja kurang kencang atau kurang rapih. Istilahnya : (tali sepatunya) di-pererat.

Di satu sisi ini mungkin terkait dengan karakter Pak Presiden yang bisa jadi OCD yang selalu kepingin semua perfectly arranged ( tertata rapih, indah, kencang dstnya ), dan atau Pak Presiden melakukannya untuk meredakan ketegangan sebelum acara meeting / perjalanan penting tersebut.

dan di sisi lain ketika di-upload PR / Komunikasi Presiden, maka selain 3 poin di atas yang mungkin menjadi salah satu rencananya, prediksi saya juga ingin membentuk image : Presiden kita seorang yang suka hasil kerjanya sempurna.

Yang menarik juga adalah ketika dijawab oleh PakGub Jateng.

rtinya :
1) untuk pekerjaan normal n rutin , maka : Pak Gubernur Jateng, Pak Ganjar, sudah siap dengan tuntutan ekspektasi kesempurnaan, kelancaran, ketataan rapih, dari Pak Presiden.

namun, yang menarik ketika seandainya tali sepatu itu tidak terlepas dan prediksi tujuan presiden yaitu meredakan ketegangan,

saya menduga Pak Presiden punya tujuan tambahan selain pekerjaan rutin / normal, yaitu meredakan ketegangan.

Dugaan terliar saya adalah Presiden juga punya agenda meredakan ketegangan antara Ganjar dengan PDIP dan Puan.

dan Ganjar telah siap juga membicarakannya

Ini dugaan terliar yaaaaaa….

Dan di dimensi lainnya, karena kunjungan ini akan berakhir, maka patut kita tunggu juga hasil kunjungannya tersebut :

apakah layak tali sepatu itu “dikencangkan” ?

atau

jangan-jangan

bahkan mengikat tali sepatunya (Presiden) pun tidak layak sebagai bawahannya.

🙂

Handoko Gani MBA,BAII,LVA,CHt,CI.

Instruktur Ahli Lie Detector , Instruktur Hipnotis, Authorized Operator Layered Voice Analysis (LVA)

Benarkah Sean menganiaya ayu thalia ?

Sangat menarik memperhatikan tentang kasus Thata Anma versus Nicholas Sean Tjahaya Purnama, anaknya Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Berikut ini detilnya :

Kasus apa yang dilaporkan : Penganiayaan

Kapan kejadian : Jumat 27 Agustus 2021, Pukul 19:17 WIB

Lokasi TKP : Kawasan Pluit, Penjaringan. Diduga di dalam mobil milik Terduga Pelaku. Mobil diduga di parkir di dalam/sekitar : showroom mobil Prestige motors (Dugaan saya – red)

Source : https://hot.detik.com/celeb/d-5703119/kronologi-anak-ahok-diduga-lakukan-penganiayaan

Siapa korban dalam kasus ini ? Thata Anma
Kerugian apa yang terjadi dalam kasus ini ? Luka

Siapa yang diduga melakukan penganiayaan ? Nicholas Sean Tjahaya Purnama

Apa yang dilakukan oleh Terduga Pelaku ? Mendorong korban dari dalam mobil hingga terjatuh dan bagian tubuhnya terluka.

Mengapa pendorongan tersebut terjadi (bila benar terjadi) ? Karena Pelaku sakit hati dan menyatakan tidak ingin bertemu lagi.

Mengapa Pelaku sakit hati ? ( Saya belum mendapat jawaban ?)

Mengapa Pelaku tidak ingin bertemu lagi ? (Saya belum mendapat jawaban ?)

Mengapa Pelaku sakit hati dan tidak ingin bertemu lagi, tetapi Pelaku justru mendorong Korban dari dalam mobil ? (Saya belum mendapat jawaban ?)

Apakah mobil dalam keadaan berjalan atau dalam keadaan diam saat Korban didorong ? (Saya belum mendapat jawaban ?)

Apa yang dilakukan Pelaku setelah mengetahui Korban terjatuh ? Apakah ia begitu saja meninggalkan Korban ? (Saya belum mendapat jawaban ?)

Source : : https://hot.detik.com/celeb/d-5703134/ini-bukti-luka-thata-anma-usai-laporkan-anak-ahok-dugaan-penganiayaan

Tanggapan saya :

  1. Terkait kasus ini, seharusnya terdapat saksi-saksi mata di sekitar lokasi. Yang paling pasti adalah Security personnel di showroom dan bukti CCTV, serta saksi masyarakat yang mungkin menyaksikan. Ini perlu diminta dan dianalisis.
  2. Terkait luka, luka yang ditunjukkan adalah luka di kaki (dengkul saja).
    Note : perlu lebih banyak foto bukti luka di bagian tubuh yang lain.

    Dengan kata lain, Korban harus memperagakan bagaimana ia didorong dari dalam mobil dan terjatuh dengan luka hanya di kaki (saja) dan atau luka di bagian tubuh lainnya.

    Termasuk, penjelasan apakah saat itu mobil sudah dalam keadaan berjalan atau dalam keadaan masih diam di tempat.

    Dan apa yang terjadi setelah Korban terjatuh tersebut ? Apakah tindakan Sean ?

Akhir kata, bagi saya, kasus ini belum “terang benderang“. Perlu verifikasi lebih dalam oleh Penegak Hukum. Kita jangan langsung menghakimi ya ! Bukan keahlian dan wewenang kita.

Salam hangat, Handoko Gani

JADI warna pesawat kepresidenan itu warna partai presiden terpilih atau warna bendera bangsa kita ?

BIRU dan MERAH pada pesawat kepresidenan.

Benarkah ini masalah dana ?

Satu hal yang perlu dipahami lebih dalam adalah apakah BIRU dan MERAH ini melukiskan warna partai ? Apakah BIRU artinya partai Demokrat dan MERAH artinya PDIP ?

Semakin kekeh meributkan warna, saya kuatir publik akan justru berbalik mencibir partai Demokrat. Karena bila dasar protesnya adalah warna, artinya justru diakui pesawat kepresidenan dulu dicat BIRU untuk melukiskan partai presiden. Ini jelas hal yang bisa diprotes masyarakat bila benar demikian. Moso warna pesawat presiden digonta ganti karena presiden terpilih beda partai ?

Ada baiknya PDIP juga tidak melibatkan pesawat presiden Soeharto yang berwarna kuning, karena ini malah semakin mempertegas makna warna MERAH. Dan cibiran pun juga bisa berbalik ke PDIP. Wong…sama alasannya.

Sebagai Pengamat Perilaku Komunikasi dan rakyat yang terdampak pandemi Korona, saya menyarankan agar perdebatan ini sebaiknya dihentikan apabila ini memang urusan warna partai. Alangkah baiknya, bila diterbitkan aturan yang mengikat warna pesawat presiden ini selalu sesuai BENDERA NKRI kita. Dan masyarakat serta dunia di-edukasi betul-betul bahwa warna pesawat tsb adalah warna bendera NKRI kita, bangsa Indonesia. Tentunya itu berarti semua warna dihapus kecuali MERAH dan PUTIH. Kalau masih gak puas juga, saya mengusulkan pilih saja warna netral seperti PUTIH. Beres !

Lain ceritanya kalo perdebatan ini soal kebijaksanaan dalam menggunakan dana di saat pandemi belum berakhir dan entah berapa lagi yang harus dikucurkan pemerintah dalam tahun-tahun ke depan.

Perdebatan ini jauh lebih perlu dilakukan karena memang pemerintah perlu belanja dengan lebih bijak. Betul, belanja pemerintah bisa menggerakkan ekonomi. Akan tetapi, kita tahu bersama, bahwa masih banyak 1001 hal di dalam daftar belanja pemerintah yang bisa lebih BERMANFAAT langsung terhadap recovery masyarakat saat pandemi begini. Pengecatan body pesawat jelas TIDAK bermanfaat langsung, bukan ?

Demikian buah pandang saya,
saya berharap tulisan ini bisa bermanfaat.

Handoko Gani

DINAR CINDY STRESS BENERAN ATAU pencitraan ?

Saya langsung tertarik membahas tentang bikini ini.

Eh maksud saya, Dinar Cindy yang berbikini, dengan alasan stress karena PPKM diperpanjang. Dan kemudian berakhir ditangkap semalam.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5670364/dinar-candy-ditangkap-semalam-saat-keluar-dari-rumah-temannya

Statement “stress” ini menarik.

Kok orang stress ditangkap, Pak Polisi ?

Saya sepakat lho dengan apa yang dilakukan Pak Polisi.

Apa sih yang dilakukan Pak Polisi ?

Menangkap bukanlah kata yang tepat sebetulnya.

Mengamankan lebih tepat.

Kenapa ?

Karena kalo betul “stress”, orang “stress” bisa melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya dan orang-orang yang di dekatnya.

Kalo beralasan “stress karena PPKM diperpanjang” dan kemudian semua orang bahkan Polisi membenarkan orang boleh berbikini karena ia stress akibat PPKM diperpanjang, maka bisa berduyun-duyun banyak perilaku aneh bermunculan. Termasuk, perilaku-perilaku berbahaya.

Langkah Pak Polisi yang mengamankan dan kemudian memeriksa Dinar Cindy termasuk level stress nya tersebut – adalah – langkah yang tepat.

Karena,

baik Orang yang Stress kemudian melakukan tindakan tertentu agar viral dan mendapatkan keuntungan tertentu, baik reputasi maupun materi

ataupun Orang yang Gak Stress tapi sengaja berbikini demi viral dan mendapatkan keuntungan tertentu, baik reputasi maupun materi.

keduanya harus diperiksa ketika sama-sama mengatakan “stress”.

Alasannya ?
Karena dari tes itulah, Polisi bisa memiliki alasan medis untuk melakukan tindakan yang diperlukan. Bisa saja misalnya kemudian merujuk Dinar Cindy kepada Konsultan Stress atau Dokter Ahli Jiwa agar bisa membantunya. Demi kebaikannya juga. Namun, bisa juga Dinar Cindy kemudian mendapatkan sanksi tertentu karena level stress nya ternyata masih dalam toleransi, sehingga motif nya berbikini dan alasannya tersebut menjadi pertanyaan.

Regardless apapun itu,

saya juga mendukung Dinar Cindy kalo memang betul stress nya parah.

Kita semua sama-sama stress dengan kadar tertentu.

Anda gak tahu aja betapa stressnya saya dan orang-orang di sekitar Anda.

Bertahanlah !

Badai pasti berlalu.

Salam hangat, Handoko Gani

ayu ting ting, kartika damayanti dan petisi blacklist ayu ting ting

Saya tertarik membahas tentang kasus ini karena saya juga memiliki latar belakang BRANDING dan tentunya ANALIS PERILAKU KOMUNIKASI.

Sumber : Petisi Blacklist Ayu Ting Ting Hampir Capai Target, Tembus 34 Ribu (msn.com) –> https://www.msn.com/id-id/berita/other/petisi-blacklist-ayu-ting-ting-dari-tv-kini-mencapai-60-ribu-dukungan

Seorang wanita yang bekerja sebagai TKI di Singapura bersiteru dengan Ayu Ting Ting dan orang tuanya yaitu Ibu Umi Kalsum dan juga Ayah Rozak. Dikutip dari sumber di atas, “Keduanya bahkan ingin memenjarakan orang tua Kartika agar menjadi jaminan anaknya akan kembali ke Jakarta“.

Di sisi lain, seorang bernama Putri Maharani menginisiasi petisi terhadap Ayu Ting Ting agar di-blacklist dari dunia pertelevisian, karena “mengaku melihat Ayu Ting Ting menendang salah satu kru ketika sebuah acara siaran langsung di Trans7” (Sumber yang sama di atas).

Dan penggemar membuat petisi tandingan : (sumber : Tak Terima Ayu Ting Ting Dipaksa Mundur, Penggemar Buat Petisi Tandingan: Save Ayu Ting Ting – Tribunnews.com)

Kedua kasus ini turut diperhatikan oleh banyak tokoh di tanah air.
Bahkan, Bang Hotman Paris ikut memberikan pandangan nya

Hotman Paris Tanggapi Tindakan Orang Tua Ayu Ting Ting Datangi Rumah Haters saat PPKM – Halaman 2 – Tribunnews.com

“Kalau dateng cuma sekedar ‘kamu jangan gitu ya’ ‘minta maaf ya’ udah oke, tapi kalau kata-katanya ya diluar itu bisa jadi masalah baru” jelas Hotman (dikutip dari sumber di atas)

“Saya bilang kalau pencemaran nama baik, kalau itu masih batas normal, lupakan,” kata Hotman Paris, dikutip Tribunnews dari YouTuber KH Infotainment https://youtu.be/cPasHG_EuV4 pada Rabu (4/8/2021) : (Sumber https://www.tribunnews.com/seleb/2021/08/04/hotman-paris-ungkap-dampak-jika-ayu-ting-ting-tetap-lanjutkan-proses-hukum-pada-penghinanya )

Saya ingin menyoroti sebuah kata yaitu SAKIT HATI dan HATE (BENCI)

Di dalam dunia analisis perilaku, SAKIT HATI dan HATE (KETIDAKSUKAAN) ini adalah dua perasaan yang bisa memicu munculnya emosi marah, sedih, jijik, dan nyinyir.

SAKIT HATI terpicu oleh komunikasi ataupun perilaku dari Seseorang yang memang dialamatkan kepada Kita.

Namun, HATE (KETIDAKSUKAAN) seseorang atas sebuah publik figure BELUM TENTU disebabkan oleh dampak sebuah komunikasi / perilaku Sang Tokoh terhadap diri kita. Sementara sisi sebaliknya, FANATISME bisa disebabkan oleh dampak komunikasi / perilaku Sang Tokoh dalam kehidupan kita. Dan HATE pada “lawan / saingan” Sang Tokoh bisa tercipta karena FANATISME ini, karena merasa Sang Tokoh sedemikian berjasa / bermanfaatnya bagi diri mereka.

Sangat sulit bagi seorang Fans / Hater untuk memisahkan profesionalisme dengan kehidupan pribadi. Ketika seseorang menjadi Fans, ia akan menyukai hasil kerja Sang Tokoh sekaligus juga kehidupan pribadinya, dalam kebanyakan cerita fanatisme. Begitu juga sebaliknya. Ketika seseorang menjadi Hater, ia akan tidak menyukai seluruh kehidupan pribadi dan hasil kerja dari Sang Tokoh. Tidak bisa lagi dipisah-pisahkan !

Menjadi seorang Public Figure di era sekarang yang serba terbuka, kehidupan kerja profesional kita disorot, dan celakanya …. para Personal Brand Consultant / Management Team juga mengikutsertakan kehidupan pribadi sang Tokoh. Jadi, sang Public Figure dan Personal Brand Consultant / Management Team yang melakukan ini juga memiliki andil dalam pembentukan HATE dan FANATISME tersebut. Ada yang sedikit, ada juga yang porsi andil-nya banyak.

Buktinya apa ? Ada kok Public Figure dunia yang betul-betul memfokuskan upaya branding-nya pada kerja profesional nya. Banyak ! Kita sering menyebutnya sebagai “sepi gosip”. Padahal, ini juga salah satu upaya no-branding pada kehidupan personal.

Terkait dengan tuntutan hukum terhadap Kartika Damayanti,

Saya setuju dengan pernyataan Bang Hotman yang berikut ini :

“Semakin kamu laporkan, semakin kau ambil tindakan hukum bisa-bisa nama kita itu jadi makin tercemar, sementara kalau kita diamkan hilang begitu saja dengan sendirinya,” tandas Hotman Paris (Sumber : https://www.tribunnews.com/seleb/2021/08/04/hotman-paris-ungkap-dampak-jika-ayu-ting-ting-tetap-lanjutkan-proses-hukum-pada-penghinanya?page=2 )

Terkait pencegahan kasus serupa di masa depan,

Saya menyarankan agar kehidupan pribadi Ayu Ting Ting betul-betul “hilang” dalam sorotan kamera. Akun sosmed profesional perlu dibedakan dengan Akun pribadi. Menjadi Public Figure bisa kok menyembunyikan kehidupan pribadi. Bukankah di sosmed bisa membatasi bahkan mengunci akun ?

Terkait kasus Petisi,

Saya menyarankan klarifikasi kepada publik tentang apa yang menjadi alasan petisi tersebut. Tanpa adanya klarifikasi, imej akan terbentuk. Bila imej telah terbentuk, sehebat apapun telinga kita menutupnya, mulut Hater akan tetap menyuarakannya. Bahkan, masyarakat “pengamat” yang netral bisa turut memiliki persepsi tersebut.

Akhir kata, perilaku komunikasi kita di sosmed juga penting untuk dikelola dengan baik. Siapapun harus menjaga jempolnya agar tidak menyebabkan sakit hati seseorang karena kehidupan pribadinya diusik. Kehidupan pribadi ini bisa jadi adalah kehidupan yang sangat dihargai Sang Tokoh yang dihina. Perlawanan Sang Tokoh bisa menyebabkan dampak yang tidak sepele dalam kehidupan pribadi penghina nya.

Salam hangat,

Handoko Gani

Janji yang dipidana

Kita sedang menyaksikan drama tentang janji.

Tentang janji 2T, dari awal, banyak yang meragukan kebenaran janji ini. Tapi tidak sedikit yang mempercayainya bahkan memuja keluarga anak2 almarhum, sebelum akhirnya Polisi mengungkap sejumlah fakta tentang keuangan keluarga anak2 almarhum, termasuk dari Bank Mandiri. Ya gak sedikit juga yang buru-buru meralat mengatakan “dari awal saya tuh sebetulnya sudah ragu.”

Kita juga sekarang sedang menyaksikan janji jenis lainnya kepada Greysia, dan Apriyani. Dari sejumlah pengusaha, pejabat hingga Selebriti. Dan berbeda dengan kasus janji 2T, kita masih menantikan kabar selanjutnya tentang perwujudan janji tersebut.

Source : Daftar Pengusaha dan Selebriti yang Janji Beri Hadiah untuk Greysia Polii dan Apriyani Rayahu (msn.com)

Source : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5669728/deretan-hadiah-buat-greysiaapriyani-rp-5-miliar-hingga-rumah

Apakah janji-janji ini bisa dipidana ketika tidak terpenuhi ?

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin bisa membantu :

  1. Apakah janji ini sudah ada dalam kesepakatan legal yang diakui negara ?
  2. Apakah janji ini memiliki tenggang waktu ? Dan apakah tertulis legally tentang sanksinya bila melanggar janji ?
  3. Siapakah yang sebetulnya berjanji ? Dan bagaimana janji ini disampaikan kepada pihak yang dijanjikan ?
  4. Siapakah yang dirugikan dalam kasus 2T ? Siapakah yang dirugikan dalam janji atas prestasi Greysia dan Apriyani ?
  5. Siapakah yang berwenang menilai deliverable dari janji ini termasuk bila melanggar janji ini ? Siapakah yang bisa memberi sanksi nya ?

Setelah menjawab 5 pertanyaan itu, kita akan menemukan “apakah kedua janji tersebut bisa dipidana bila tidak dilakukan ?”

dan SIAPA yang seharusnya dihukum / dipidana ?

Terimakasih

Semoga bermanfaat

Salam hangat, Handoko Gani

PRIA BERcadar dengan PAKAIAN WANITA dan tes pcr istrinya lolos pemeriksaan di bandara dan baru ketahuan di toilet pesawat saat mendarat

Ngerupuk kali ini akan ngebahas tentang :

Insiden ini : https://news.detik.com/berita/d-5648229/pria-terbang-dari-jakarta-pakai-hasil-tes-pcr-istri-ternyata-positif-corona

Jangan anggap sepele insiden ini.

Pria berpakaian ala wanita dan bercadar, masuk bandara Halim Perdana Kusuma, lolos hingga ke pesawat dan berganti pakaian di toilet pesawat. Andai saja dia menggantinya di dalam toilet bandara Ternate atau bahkan di luar bandara, bisa jadi ia akan lolos.

Ini berita buruk bagi dunia penerbangan, sekaligus “alert” bagi aksi teror.

Saya berharap ada pelatihan analisis raut wajah, micro expression dan gesture, yang benar di Halim Perdana Kusuma. Handoko Gani siap membantu !

Jangan anggap sepele !

Parah sekali ini !
Sangat sangat berbahaya.