HANDOKO GANI

PENDETEKSI BOHONG

Tidak ada “Pinokio Cinta”

Membaca ini: http://bit.ly/1EXFHcS, memotivasi saya untuk kemarin membuat sesi sharing Bongkar #Kode (Cinta) dan membuat artikel berikut ini

 

Saya akan fokus kepada 3 point saja yang dianggap sebagai tanda2 pria jatuh cinta.

1. Gerakan MATA

Wuidiiiih saya mau mengatakan bahwa ngeri sekali bila menganggap gerakan MATA tertentu sebagai tanda pria jatuh cinta. Bisa menjerumuskan Anda sebagai wanita. Bisa membuat Anda, pria, di-salah mengerti oleh wanita (sedang jatuh cinta).

 

Fakta #1 adalah arah gerakan mata bukan-lah satu-satunya kanal (channel) terpercaya dalam menunjukkan #BOHONG atau tidaknya seseorang, yang dibuktikan oleh riset Paul Ekman. Gerakan mata orang yang #Jujur bisa sama dengan gerakan mata orang yang #BOHONG. Gerakan mata orang yang sedang jatuh cinta sama dengan gerakan mata orang yang sedang membenci Anda, atau bermaksud berbuat jahat terhadap Anda.

 

Walaupun,

Penelitian terakhir tentang gerakan mata adalah arah pandangan mata ke Wajah dan ke Tubuh seseorang: http://buff.ly/1bgHrSj bisa membedakan antara Jatuh Cinta dan Lust/Nafsu seksual. Namun, belum bisa mengindentifikasi apakah seseorang Jatuh Cinta dan Tidak ada perasaan cinta (biasa saja, friendship/kenalan saja, dsbnya).

 

Dan tetap sangat berbahaya bila hanya berpatokan pada 1 kanal saja yaitu gerakan mata.

 

In fact,

Anda harus tetap menggabungkan analisa wajah-nya, sekalipun mata adalah bagian dari wajah, ditambah dengan analisa Body Language, Voice, Verbal style dan Verbal content DITAMBAH dengan Validasi (Bertanya) disertai Bukti-Bukti, termasuk misalnya pengakuan resmi atas cinta nya tersebut.

 

Fakta #2 adalah sama seperti tidak ada Pinokio dan Hidung nya yang bisa memanjang bila ber #BOHONG, di dunia nyata tidak ada “Pinokio Cinta” juga yang bisa menunjukkan tanda2 jatuh cinta secara terang2an seperti hidung pinokio yang memanjang bila ber #BOHONG.

 

Salah kaprah ini dimulai dengan menyamaratakan emosi Happy (Senang) dengan Jatuh Cinta (Love), yaitu gerakan dan sinar mata yang berbinar-binar. Padahal, Love bukanlah emosi, sebagaimana ditemukan oleh Paul Ekman. Love bisa emosi apapun, bisa bertahan selama2nya, bisa juga berakhir pada periode tertentu, bisa tanpa tanda2 spesifik, bisa tanpa tanda2 pemicu yang universal, bisa juga terjadi karena emosi marah di awal-nya atau emosi takut di awal-nya, dsbnya.

 

Berhati2lah menganggap gerakan mata sebagai tanda jatuh cinta.

Sudah banyak korban-nya, karena mereka yang biasa bermain perasaan, justru menggunakan gerakan mata sebagai tipuan utk menjerat Anda jatuh cinta dan kemudian baru menunjukkan maksud jahatnya setelah Anda terjerat.

 

2. Gerakan Tubuh atau Body Language

 

Sama sperti Gerakan Mata, Body Language juga bukan sebuah kanal yang paling terpercaya dalam mengungkapkan emosi apapun dari seseorang, dan juga bukan sebuah kanal yang paling terpercaya dalam mengungkapkan kebenaran ataupun kebohongan. Body Language #BENARatauBOHONG bisa sama saja.

 

Bila emosi dan kebohongan & kejujuran saja tidak bisa berpatokan hanya dari gerakan tubuh, tentu jatuh cinta pun tidak bisa berpatokan hanya dari gerakan tubuh. Sangat riskan menyamaratakan gerakan tubuh tertentu sebagai pertanda jatuh cinta. Bisa salah mengartikan cinta sebagai friendship, atau sebaliknya mengartikan friendship sebagai keinginan menjalin hubungan/jatuh cinta.

 

3. Kebetulan dan Kesengajaan rencana/kejadian yang mendadak terjadi

Bisa iya, bisa tidak.

Tetapi, yang ingin saya gariskan adalah: Anda dan Saya bisa mendeteksi kebetulan/kesengajaan suatu kejadian alias sebuah konspirasi pengaturan. Dan setelah Anda tahu, semuanya kembali kepada Anda sendiri -> Bila Anda juga jatuh cinta, Anda bisa larut ke dalam “kesengajaan” nya atau Bila Anda tidak punya perasaan apa-apa, Anda bisa mengambil sikap menghindari atau menolak.

 

Contoh konkrit: ketika tiba2 tempat duduk Anda saat menonton persis di sebelah dia, Anda bisa bertanya, mencari bukti-bukti, dan mengamati ke-5 kanal tubuhnya (Wajah,Body Language,Voice,Verbal Style,Verbal Content): apakah konsisten dengan penjelasan nya / rekan Anda bahwa tidak ada kesengajaan/pengaturan atau juga spontanitas penjelasan nya / rekan Anda saat mengemukakan alasan2 pembelaannya.

 

Bila ada ketidak-konsisten-an penjelasan si Dia ataupun rekan Anda satu sama lain, Anda bisa mulai curiga dan berhipotesa adanya konspirasi.

Bila tidak spontanitas dalam penjelasan si Dia ataupun rekan Anda, entah berasal dari suara (dari terbiasa berbicara pelan,mendadak kencang, misalnya), dari voice style (mendadak gugup padahal umumnya lancar), dari wajah (mendadak terlihat takut), Anda bisa mulai berhipotesa adanya konspirasi.

 

Dan ketika Anda sudah yakin bahwa itu adalah konspirasi…

keputusan kembali kepada Anda –> tenggelam di dalam setting-an nya karena Anda juga jatuh cinta atau Anda mau menguji perasaan Anda

atau …

Anda terang2an menolak duduk di samping dia secara halus.

 

Akhir kata, dari 3 point di atas, saya ingin menegaskan bahwa:

1. Tidak ada tanda-tanda universal seseorang jatuh cinta, karena sangat tergantung karakter orang tsb, background nya, tingkat pendidikan, profesinya, suku bangsa, budaya, dsbnya.

2. Anda adalah otoritas tertinggi dalam menyambut atau menolak “jatuh cinta”. Anda juga bisa mendeteksi kesengajaan setting-an seseorang kok. Jatuh Cinta ataupun tidak, 100% adalah kesengajaan Anda.

 

Silakan “jatuh cinta” …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: