Pesan di balik tawa jokowi temani janethes dan sedah mirah beri makan burung dara

Tumben-tumben-an ndak ada wartawan yang contact saya untuk membahas ini : https://news.detik.com/berita/d-5890658/penuh-tawa-jokowi-temani-jan-ethes-sedah-mirah-beri-makan-burung-dara

Postingan ini : https://www.instagram.com/tv/CYgfC7Ptr-A/ sebetulnya sangat menarik.

“Akhir pekan yang menyenangkan bersama cucu-cucu.” setelah sebelumnya sempat posting : https://www.instagram.com/p/CYV0yiEPEgj/ tentang kunjungan beliau saat anak2 sedang divaksin.

Saya terus berpikir pemilihan kalimat yang dipergunakan, despite the fact bahwa : yang mengetik bukanlah Pak Jokowi. Nevertheless, saya coba meneruskan analisis saya.

Kalimat tersebut digunakan oleh seseorang yang baru saja menyelesaikan pekerjaan yang menyita waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian kita. Dan bersama cucu-cucu adalah suatu hal yang menyenangkan – recharging sebelum “the next”.

Pemilihan “burung dara” putih dengan pakaian putih ini juga mungkin sebuah pesan. Putih menunjukkan suatu yang “pure” and free.

Di sisi lain, paspampres yang bermasker dan menjaga jarak, sementara bocah-bocah itu tanpa masker saat bersama “burung dara” ?

Kemudian, beliau mengajak anak-anak tersebut untuk bermain-main di lokasi indoor istana dan mengunjungi patung-patung / spot-spot monumen pahlawan.

PESAN apa yang ingin beliau sampaikan ?

Apakah saya mengada-ngada ?

Saya berpikir ada 1 pesan yang mungkin tersampaikan.

Pesan yang sangat kuat.

Di tengah kesibukan kita semua bekerja mencurahkan pikiran, tenaga, waktu dan emosi, kita ingin pulang dan mendapati anak-anak kita sehat dari sekolahnya, dimana kita yang juga menjaga kesehatan ini akan bisa bermain dengan anak-anak kita saat weekend di dalam lingkungan rumah kita. Bukan di luar rumah seperti mall, di tengah pandemi korona ini.


Last,

menarik sekali melihat anak2 melihat monumen2 pahlawan. Sebuah tempat yang keliatannya tidak menarik untuk tempat bermain.

Bukankah ini pesan yang kuat ?

Untuk Kemenkes, Kemendikbud, Sekolah, OrangTua, Pengusaha Transportasi, hingga RT RW tempat sekolah berada ?

yaitu bahwa :

  • Anak-anak harus tetap dalam kondisi sehat sekalipun bersekolah
  • Upaya tersebut perlu kerjasama bersama pihak2 di atas
  • Karena, hal tersebut demi negeri ini. Ada dampak besar pada ekosistem sekolah , bila anak2 tidak bersekolah tatap muka lagi. Dan di sisi lain, orang tua sedang berusaha berjuang di tengah situasi kondisi pandemi dan kehilangan waktu, tenaga, pikiran, bersama anak-anak.

Hahaha… am I over-analyzing it ? Maybe. Hahaha…

Handoko Gani

Andalan

Lagi ramai membahas soal Alasan Jokowi / Team Komunikasi Presiden sering mengupload foto Beliau mengikat tali sepatu.

https://news.detik.com/berita/d-5886356/beragam-momen-pakai-sepatu-yang-diunggah-jokowi-saat-blusukan-ke-daerah

Banyak yang mengatakan kenapa sih njelimet banget ? Semua harus dianalisis ?

“Sahabat, kalau Anda yang mengikat sepatu, apakah ada yang moto ?”

“Ya jelaslah ! Dia kan presiden.”

“Exactly ! Artinya, ada tujuannya mengapa aksi mengikat sepatu beliau di-upload ke sosmed. Sama seperti Anda memposting foto Anda liburan, foto masakan Anda, foto Anda membereskan rumah, dstnya. Bukankah Anda mempostingnya karena ada tujuannya ?”

Opsi pertama : seadainya tali sepatu itu memang lepas ( dan di-upload )

Yang saya prediksi dari maksud PR / team komunikasi ini adalah ingin membentuk image :
1) Presiden adalah seorang yang sigap dalam segala kondisi mendadak –> tali sepatu terlepas mendadak, segera dibetulkan, tanpa berlarut-larut hingga bahkan menjatuhkan diri sendiri atau ditegur orang lain karena tali sepatu itu tidak juga dibereskan. Tentunya kesigapan ini juga ekspektasi Pak Presiden terhadap bawahannya termasuk Mentri dan Kepala Daerah.

2) Presiden adalah seorang yang menyukai kerapihan termasuk di dalam konteks ekspektasinya terhadap kerjaan anak buahnya termasuk Mentri hingga Kepala Daerah.

3) Presiden kita seorang pribadi merakyat seperti kita juga. Ketika tali sepatu kita lepas, ya kita betulkan. Presiden kita tidak perlu dilayani seperti layaknya orang dengan kedudukan tertinggi di sebuah negeri.

4) Ketika diposting sebelum kegiatan perjalanan atau kejadian pertemuan penting tertentu, artinya Pak Presiden ini siap menghadapi kemungkinan tantangan atau hal2 tidak diduga dalam perjalananan / pertemuan tersebut.

OPSI KEDUA : Kalo seandainya tali sepatu itu sebetulnya tidak terlepas , hanya saja kurang kencang atau kurang rapih. Istilahnya : (tali sepatunya) di-pererat.

Di satu sisi ini mungkin terkait dengan karakter Pak Presiden yang bisa jadi OCD yang selalu kepingin semua perfectly arranged ( tertata rapih, indah, kencang dstnya ), dan atau Pak Presiden melakukannya untuk meredakan ketegangan sebelum acara meeting / perjalanan penting tersebut.

dan di sisi lain ketika di-upload PR / Komunikasi Presiden, maka selain 3 poin di atas yang mungkin menjadi salah satu rencananya, prediksi saya juga ingin membentuk image : Presiden kita seorang yang suka hasil kerjanya sempurna.

Yang menarik juga adalah ketika dijawab oleh PakGub Jateng.

rtinya :
1) untuk pekerjaan normal n rutin , maka : Pak Gubernur Jateng, Pak Ganjar, sudah siap dengan tuntutan ekspektasi kesempurnaan, kelancaran, ketataan rapih, dari Pak Presiden.

namun, yang menarik ketika seandainya tali sepatu itu tidak terlepas dan prediksi tujuan presiden yaitu meredakan ketegangan,

saya menduga Pak Presiden punya tujuan tambahan selain pekerjaan rutin / normal, yaitu meredakan ketegangan.

Dugaan terliar saya adalah Presiden juga punya agenda meredakan ketegangan antara Ganjar dengan PDIP dan Puan.

dan Ganjar telah siap juga membicarakannya

Ini dugaan terliar yaaaaaa….

Dan di dimensi lainnya, karena kunjungan ini akan berakhir, maka patut kita tunggu juga hasil kunjungannya tersebut :

apakah layak tali sepatu itu “dikencangkan” ?

atau

jangan-jangan

bahkan mengikat tali sepatunya (Presiden) pun tidak layak sebagai bawahannya.

🙂

Handoko Gani MBA,BAII,LVA,CHt,CI.

Instruktur Ahli Lie Detector , Instruktur Hipnotis, Authorized Operator Layered Voice Analysis (LVA)

PRIA BERcadar dengan PAKAIAN WANITA dan tes pcr istrinya lolos pemeriksaan di bandara dan baru ketahuan di toilet pesawat saat mendarat

Ngerupuk kali ini akan ngebahas tentang :

Insiden ini : https://news.detik.com/berita/d-5648229/pria-terbang-dari-jakarta-pakai-hasil-tes-pcr-istri-ternyata-positif-corona

Jangan anggap sepele insiden ini.

Pria berpakaian ala wanita dan bercadar, masuk bandara Halim Perdana Kusuma, lolos hingga ke pesawat dan berganti pakaian di toilet pesawat. Andai saja dia menggantinya di dalam toilet bandara Ternate atau bahkan di luar bandara, bisa jadi ia akan lolos.

Ini berita buruk bagi dunia penerbangan, sekaligus “alert” bagi aksi teror.

Saya berharap ada pelatihan analisis raut wajah, micro expression dan gesture, yang benar di Halim Perdana Kusuma. Handoko Gani siap membantu !

Jangan anggap sepele !

Parah sekali ini !
Sangat sangat berbahaya.

makna blusukan jokowi malam hari ke sunter jakarta

CELETUKAN sambil ngerupuk kali ini meresponi blusukan Jokowi di malam hari tgl 15 Juli lalu ke Sunter Agung, Jakarta Utara sebagaimana ditampilkan juga di : (1) JOKOWI BLUSUKAN Bagikan Sembako dan Obat Untuk Masyarakat – YouTube

Kampung Sunter Agung adalah daerah padat penduduk.

Dalam rangka : mengawali pemberian sembako dan obat kepada masyarakat. Agar masyarakat lebih tenang.

Sembako mewakili : Bulog dan Kementrian Sosial.

Obat mewakili : Kemenkes dan Satgas.

Dampak : masyarakat terkejut dan sangat mengapresiasi.

Kata menarik yang saya soroti dari ucapan Warga :

  1. PERJUANGAN
  2. GAK GAMPANG MIMPIN NEGARA di situasi seperti ini, semua juga gak mau seperti ini.


RESPON saya sambil makan kerupuk

  1. Audience –> Team Kemensos hingga Bulog = Peringatan dari Beliau agar bantuan bisa segera sampai kepada masyarakat. Kalo perlu, DATANGI langsung ! Gak pake lama aturan birokrasi ini itu.

    Di sisi lain, memang bisa diibaratkan tindakan ini adalah “kick off” dari program “sembako + obat langsung ke rakyat yang membutuhkannya”. Namun, “kick off” artinya adalah permulaan dari sebuah kegiatan besar yang akan menjadi perhatian banyak orang. Yang artinya, PIC nya pun ajan jadi sorotan. Jadi, jangan main-main ! Jokowi bisa mempermalukannya.
  2. Audience –> Rakyat : menunjukkan kebenaran janji pemerintah sekaligus memberi keberanian agar Rakyat mengawasi dan menuntut haknya atas sembako dan obat tersebut.
  3. Audience –> Pemprov DKI Jakarta = Celutukan dan Sindiran bahwa pemimpin yang paling dekat dengan rakyat harusnya lebih peduli terhadap rakyatnya, lebih dekat rakyat, lebih melayani rakyat, dan lebih marah ketika
  4. Audience –> Lawan Politik = Jokowi masih kuat.

seberapa besar kah HATE CRIMES di negeri ini ?

HATE CRIMES

HATE CRIMES adalah kejahatan yang disebabkan karena kebencian.

Saat tulisan ini dibuat, saya sedang membaca sebuah buku yang unik.

Buku tersebut berjudul “The Measurement of Hate Crimes”.

Buku ini menarik karena memetakan sejumlah jenis kejahatan yang disebabkan karena kebencian. Kejahatan itu bisa berupa assault (penghinaan) hingga pemerkosaan dan pembunuhan.

  1. Kebencian terhadap ETNIS, RAS, dan SUKU

Di Amerika, kebencian terhadap RAS ini adalah terhadap Hispanic, African America, dan Asia khusus Cina karena kasus Covid saat ini. Di Indonesia ? Eitsss…jangan katakan tidak ada.

Waktu saya kecil, beberapa kali saya mendengar “dasar Cina lo ! atau “dasar pribumi lo !”. Bahkan, “Lo Cina bukan, pribumi juga bukan (gak diakui) !”

Dan hingga hari, walaupun tidak berbentuk kejahatan yang mencelakai nyawa, tetapi hate speech terhadap ras juga sangatlah sering terjadi. Anda bisa baca di berbagai kolom komentar di sosmed.

Terakhir, tentunya ada 1 kasus yang masih gantung hingga hari ini yaitu : kasus pemerkosaan dan penganiayaan terhadap etnis Cina khususnya gender perempuan, semasa kerusuhan Mei 1998.


2. Kebencian terhadap AGAMA

Jangan katakan kebencian terhadap agama tidaklah terjadi di Indonesia.

Gara-gara benci terhadap suatu agama tertentu, mulai dari Hate Speech terjadi bahkan hingga ceramah agama.

3. Kebencian terhadap SEXUAL ORIENTATION

Tidak bisa dipungkiri, masyarakat kita belum siap terhadap perbedaan orientasi seksual, baik di kota metropolitan hingga di pedesaan. Mulai dari perlakuan diskriminasi hingga kejahatan yang mencelakai nyawa.

4. Kebencian terhadap DISABILITY

Saya sudah pernah mendengar berbagai kasus yang merugikan para penyandang disabilitas termasuk autis, down-syndrome dan sejenisnya. Bahkan, dilakukan di sekolah hingga di rumah mereka oleh para Suster nya.

5. Kebencian terhadap Gender

Perempuan biasanya adalah korban paling banyak akibat kebencian terhadap gender ini. Sayangnya, kita belum memiliki data untuk memastikan apakah kasus-kasus psikopatis disebabkan karena kebencian terhadap gender juga.

Yang belum ada, saya perhatikan adalah kebencian terhadap Profesi.

Dan ini bisa terkait juga dengan Politik, dimana profesi yang terkait pemerintah atau lawan politik dari tokoh pujaan, menjadi bulan2an kebencian tersebut. Dan wujud kebencian tersebut adalah kejahatan pencemaran nama baik misalnya membuat meme ataupun tag di sosmed (Twitter) yang sangat pedas.

KAPAN KITA BOLEH MENGATAKAN JANJI SESEORANG ITU BOHONG

Ketika kita ingin memastikan apakah seseorang berbohong tentang sebuah janji, kita perlu melakukan 3 hal yaitu :

1) kita perlu menyamakan dulu pemahaman kita dan dia apakah ia memang berjanji hal tersebut. Ada kalanya, kita merasa ia berjanji tetapi ternyata ia tidak berjanji.

2) kita perlu memahami apakah definisi janji itu dan apakah definisi janji yang jujur dan janji yang bohong, serta bagaimana menilai sebuah janji jujur atau bohong

3) kita perlu mengetahui apakah kompetensi Pelaku Janji yang terkait pewujudan janji tersebut dan apa saja yang sudah dilakukan Pelaku Janji untuk mewujudkan janji tersebut selama durasi yang kita sepakati tersebut.

Nah, bagaimana memahami poin no 2, bisa Anda saksikan di Youtube ini :

https://bit.ly/BenarkahJanjiJokowiBohong

Semoga dengan contoh Tokoh Politik ini, teman2 bisa memahami poin no 2 tersebut. Tidak ada maksud untuk mendeskreditkan ataupun memuja-muja sang Tokoh Politik, tetapi semata-mata menggunakan contoh ini karena sering dibahas di sosmed manapun.

Semoga Anda bisa memahaminya.

Menulis sebagai Gaya Interview

Sebagai Investigator dan Rekruter, mari kita berkata jujur.

Siapa yang pernah kehabisan pertanyaan dalam sebuah interview ?

Jujur saja. Saya juga pernah.

Dan itu fatal.

Kehabisan pertanyaan yang terlihat jelas oleh Auditee atau Pelamar Kerja amat berbahaya. Apabila Auditee atau Pelamar Kerja tersebut memang Fraudster atau berniat menipu, maka: kesalahan Investigator atau Rekruter tersebut bisa dimanfaatkan.

 

Oke. Anda tidak pernah kehabisan pertanyaan. Anda seorang Investigator yang hebat.
Tapi, pernahkah Anda canggung dalam sebuah interview ? Entah karena Pelamar Kerja nya adalah Top Executive ataupun Auditee nya adalah orang “penting” di masyarakat. Entah karena Anda salting karena ditegur oleh mereka yang “berani”.

 

Kedua hal tersebut tidak pernah terjadi pada Anda. Sekali lagi, wow…. luar biasa. Saya serius. Memang ada investigator yang seperti demikian. Saya harus mengakui Bpk Ibu.

 

Bagaimana bila tiba-tiba Anda menyadari bahwa Anda sudah terbawa “permainan” Fraudster dan berada jauh dari target interview … ? Barangkali pernah …

 

Apa yang harus Anda lakukan ?

 

Izinkan saya memberi Anda saran jitu.

Lakukan aktifitas terkait menulis.

Baik itu membuka buku catatan Anda atau Anda menulis sesuatu, apapun itu.

 

Saat Anda melakukannya, atur nafas dan berdiamlah sejenak setelah menyatakan keinginan untuk melihat catatan terdahulu atau menulis apa yang sudah disampaikan.

 

Setelah Anda sudah tenang, selanjutnya, silangkan tangan Anda di dada dan mulailah mengajukan pertanyaan kembali.

 

Dengan melakukan gestur sederhana seperti demikian, niscaya Anda akan kembali mendapatkan kontrol atas interview Anda.

 

Selamat mencoba tips sederhana ini !

 

Ingat 3 hal:

  1. Tgl 17 Januari 2019 Pukul 18:00 – 20:00 saya akan membahas perilaku verbal nonverbal Capres Cawapres 01 & 02. Saksikan di Indosiar ya.
  2. Ada Workshop Publik Tgl 15-16 Februari 2019 dengan harga spesial s/d 17 Januari nanti (hanya Rp 1.750.000) dan s/d 31 Januari (Rp 2.000.000). Segera mendaftar.
  3. Untuk inhouse training, walaupun team hanya 5 orang, saya siap bersumbangsih. Contact saya saja di me@handokogani.com

PERILAKU MENCURIGAKAN BUKAN ORANG MENCURIGAKAN

Social Experiment ini mungkin menimbulkan pro – kontra.
Bagi saya, ini adalah bukti bahwa masyarakat kita banyak yang sudah dewasa.
Mereka tidak cadar-phobia atau hijab-phobia.

Dan saya pun selalu menekankan betapa kelirunya frase kata “ORANG MENCURIGAKAN”. Sebagai praktisi #Interview ataupun #LieDetector, kami tidak mengagung-agungkan Profiling seperti mungkin Anda saksikan di film2 serial kriminal seperti Criminal Minds, The Mentalist, dsbnya.

Kami lebih berhati-hati pada “PRILAKU MENCURIGAKAN”. Dan untuk itu, kami punya semacam standar #AnalisaPerilaku yang diterapkan luas di Imigrasi, Bea Cukai, hingga di dunia investigasi. Tidak sembarang melihat “garuk hidung”, “mata ke kanan”, “suara berubah”, dsbnya sebagai tanda seseorang bersalah.

Namun memang perlu diakui adanya kemungkinan kami kebablasan menganalisa PERILAKU MENCURIGAKAN akibat subyektifitas yang kami alami, misalnya: kami atau orang yang kami cintai menjadi obyek ancaman.

Dan sekali lagi, saya ingin menekankan pentingnya memahami PERILAKU MENCURIGAKAN bukan ORANG MENCURIGAKAN. Karena PERILAKU MENCURIGAKAN memiliki standar yang permanen, tetapi ORANG MENCURIGAKAN belum tentu memiliki standar yang permanen.

Bukan penampilan kita, tapi apa yang ada di pikiran dan emosi kita.
Itulah yang memicu munculnya PERILAKU baik ataupun teror terhadap orang lain.

Semoga video ini bisa membuka pikiran kita bersama.

Bila Anda tertarik lebih lanjut memahami cara membedakan ekspresi wajah, gesture, hingga ucapan dan tulisan yang “mencurigakan”, Anda bisa mengikuti #WorkshopLieDetector Batch 3 yang direncanakan tgl 26-27 Mei pukul 9 – 4 sore di Gloria Suites Hotel: https://wp.me/p4S2VJ-Bp

Anda bisa beli Tiket Khusus seharga 750 ribu dan BISA DICICIL dengan Kartu Kredit Anda selama 1 tahun lho !!!

1. Tokopedia: https://www.tokopedia.com/liedetectorid/tiket-workshop-lie-detector-batch-3

2. Buka Lapak: https://www.bukalapak.com/p/tiket-voucher/tiket-voucher-lainnya/iugetg-jual-tiket-workshop-lie-detector-batch-3

3. https://www.loket.com/event/7deadlysinsofinterviewer


Note: Video ini bukan punya saya, bukan saya yang bikin pula. Saya mendapatkannya dalam WA Group yang saya ikuti.

MAU BELAJAR CARA DETEKSI BOHONG ?

Anda sering dibohongi ?

atau

Anda penasaran apakah sedang dibohongi atau lawan bicara Anda jujur pada Anda ?

atau

Anda mau mengevaluasi Tokoh Publik yang mencalonkan diri menjadi Pemimpin Daerah ?
brosur-001.png

Kalau Anda masih ragu, saya menyarankan Anda untuk TRIAL dulu berlatih bersama cara deteksi bohong yang akan diadakan Tgl 31 Maret 2017 jam 6malam-9malam di CRE8 – PIK Avenue Mall Lantai 6.
brosur-004.png

Kalau Anda tertarik, Anda sebaiknya segera ikut TRAINING 2 HARI tentang teknik-teknik deteksi bohong secara ilmiah tersebut.
brosur-002.png

 

Anda belum bisa ikutan TRAINING 2 HARI tersebut ?
Gimana kalo ikut SEMINAR MALAM HARI setiap jumat di bulan April (07, 14, 21 April 2017 jam 6malam-9malam di CRE8, PIK AVENUE MALL Lantai 6)

brosur-003.png

Silahkan Anda pilih salah satu dari 3 jenis acara ini ya.
Contact saya sesuai brosur tersebut.

Terima kasih

HANDOKO GANI

ANALISA ANIES BASWEDAN SAAT FADLI ZON BERPUISI TUKANG GUSUR

Demi memuaskan permintaan follower, saya juga menganalisa ekspresi wajah (micro expression) Pak Anies Baswedan saat bersama Pak Sandiaga Uno, Fadli Zon dan kawan-kawan.

Mudah2an bahasan ini juga menarik minat Bpk/Ibu untuk belajar analisa mikro ekspresi atau belajar analisa microexpression (analisa ekspresi wajah). Akan semakin baik lagi apabila Bpk/Ibu juga mau belajar ilmu deteksi bohong.

Apakah Pak Anies tidak nyaman?
Jawabnya: TIDAK. Pak Anies terlihat nyaman bersama mereka.Dengan demikian, adalah keliru bila dinyatakan Pak Anies berada di sana karena “terpaksa” padahal beliau orang baik, dsbnya. Tidak terlihat emosi MARAH yang merupakan ciri khas orang yang “dipaksa”.

Bagaimana dengan Gestur Beliau ?
Saya sudah pernah jelaskan dalam banyak artikel di website ini bahwa secara riset ilmiah, ekspresi wajah merupakan kanal terpercaya untuk menyampaikan emosi. Gestur, di sisi lain, sangat terpengaruh oleh banyak faktor, antara lain: budaya, tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi, profesi dan tingkat keahlian mengontrol gestur (jaim).

Namun, apakah berarti Beliau sama saja dengan “mereka” (Pak Fadli Zon dan kawan-kawan) sebagaimana persepsi Hater terhadap Pak Fadli Zon ? Saya tidak tahu, dan tidak bisa menganalisanya karena ilmu saya adalah ilmu ekspresi wajah, bukan ilmu membaca wajah. Ilmu Ekspresi Wajah yang merupakan cabang ilmu Psikologi tidak bisa dipergunakan untuk membaca karakter seseorang.

Mari kita perhatikan video https://www.facebook.com/pageKataKita/videos/1098442180247166/?hc_ref=NEWSFEED

Silakan Anda saksikan sejak awal.

Saya akan langsung memandu Anda ke menit -00:04, dimana saya menemukan ekspresi wajah sebagai berikut:

0002.jpg

anies-0004uno-0004

Kemudian, di menit -00:02
Saya juga menemukan ekspresi wajah sebagai berikut:

anies-0002


anies-0002-1

Saya rasa kita tidak perlu bertanya lagi apakah emosi yang dirasakan oleh Pak Sandiaga Uno. Jelas sekali bahwa beliau begitu bergembira dengan statement terakhir “suatu masa kau menerima karma pasti digusur rakyat Jakarta”.

Di dalam konteks di atas, semua tertawa setelah Pak Fadli Zon selesai berpuisi, dan bila Anda mengamati 3 ekspresi Pak Anies di atas, saya ingin menyatakan bahwa beliau tersenyum juga.

Hipotesa saya: Senyum beliau merupakan perpaduan antara otot wajah zygomaticus major dan buccinator. Silakan Anda klik: https://en.wikipedia.org/wiki/Facial_Action_Coding_System untuk memahami teknik analisa yang saya pergunakan.
dimana senyum ini perpaduan antara emosi joyful dan feeling superior.

….

Jika Anda bertanya apakah wajar bila Pak Anies memiliki emosi tersebut di atas,
saya mengatakan bahwa hal itu adalah wajar-wajar saja, selayaknya seorang yang “bertanding” bersaing memperebutkan posisi cagub.

Dengan kata lain, memang kenyataannya akan sangat sulit untuk memiliki perasaan superior.

Namun, feeling superior itu bisa bermakna negatif bila sudah terlalu banyak (contempt = ngenye). Ngenye (nyindir, ngejek, menghina) seseorang adalah tindakan yang tidak selayaknya dilakukan oleh seseorang, siapapun dan dalam konteks apapun. Kita mengenalnya sebagai kesombongan.

Mari menjaga diri agar tidak memiliki emosi contempt yang sudah taraf ngenye-in orang ini.

P.S:

  • Buku Lie Detector (judulnya: Mendeteksi Kebohongan) habis di banyak Gramedia. Mohon japri ke me@handokogani.com atau handoko_g@yahoo.com untuk informasi lebih detail
  • Untuk IHT Training, cek penawaran spesial selama Oktober: http://wp.me/p4S2VJ-qz
  • Untuk Seminar Lie Detector (Seminar Deteksi Bohong) secara online dengan topik Belajar Analisa Mikro Ekspresi (Micro Expression), Analisa Gestur, ataupun Analisa Kata-Kata Verbal
    – Selama LUNCHTIME: http://wp.me/p4S2VJ-v4
    – Di malam hari, sehabis ngantor (jam 830-1030): http://wp.me/p4S2VJ-q0


Salam hormat,

Handoko Gani
Pendeteksi Kebohongan
Human Lie Detector Indonesia
Website: http://www.handokogani.com
Twitter: LieDetectorID
Email: me@handokogani.com ; handoko_g@yahoo.com

  • Team Ahli Kepolisian untuk kasus kriminal tertentu, antara lain: kasus kopi beracun
  • Narasumber Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan, mulai dari team HRD, Public Relation, Team Monitoring (Intel), Penyelidik, Penyidik, Penindakan hingga Jaksa Penuntut Umum, termasuk yang berlatar belakang polisi, jaksa, dan hakim.
  • Narasumber berbagai perusahaan swasta
  • Narasumber media, termasuk narasumber khusus Harian Kompas untuk analisa komunikasi verbal dan nonverbal dari Presiden Jokowi, dan Penulis Kolom di Kompas.com
  • Penulis buku “Mendeteksi Kebohongan”