Pesan di balik tawa jokowi temani janethes dan sedah mirah beri makan burung dara

Tumben-tumben-an ndak ada wartawan yang contact saya untuk membahas ini : https://news.detik.com/berita/d-5890658/penuh-tawa-jokowi-temani-jan-ethes-sedah-mirah-beri-makan-burung-dara

Postingan ini : https://www.instagram.com/tv/CYgfC7Ptr-A/ sebetulnya sangat menarik.

“Akhir pekan yang menyenangkan bersama cucu-cucu.” setelah sebelumnya sempat posting : https://www.instagram.com/p/CYV0yiEPEgj/ tentang kunjungan beliau saat anak2 sedang divaksin.

Saya terus berpikir pemilihan kalimat yang dipergunakan, despite the fact bahwa : yang mengetik bukanlah Pak Jokowi. Nevertheless, saya coba meneruskan analisis saya.

Kalimat tersebut digunakan oleh seseorang yang baru saja menyelesaikan pekerjaan yang menyita waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian kita. Dan bersama cucu-cucu adalah suatu hal yang menyenangkan – recharging sebelum “the next”.

Pemilihan “burung dara” putih dengan pakaian putih ini juga mungkin sebuah pesan. Putih menunjukkan suatu yang “pure” and free.

Di sisi lain, paspampres yang bermasker dan menjaga jarak, sementara bocah-bocah itu tanpa masker saat bersama “burung dara” ?

Kemudian, beliau mengajak anak-anak tersebut untuk bermain-main di lokasi indoor istana dan mengunjungi patung-patung / spot-spot monumen pahlawan.

PESAN apa yang ingin beliau sampaikan ?

Apakah saya mengada-ngada ?

Saya berpikir ada 1 pesan yang mungkin tersampaikan.

Pesan yang sangat kuat.

Di tengah kesibukan kita semua bekerja mencurahkan pikiran, tenaga, waktu dan emosi, kita ingin pulang dan mendapati anak-anak kita sehat dari sekolahnya, dimana kita yang juga menjaga kesehatan ini akan bisa bermain dengan anak-anak kita saat weekend di dalam lingkungan rumah kita. Bukan di luar rumah seperti mall, di tengah pandemi korona ini.


Last,

menarik sekali melihat anak2 melihat monumen2 pahlawan. Sebuah tempat yang keliatannya tidak menarik untuk tempat bermain.

Bukankah ini pesan yang kuat ?

Untuk Kemenkes, Kemendikbud, Sekolah, OrangTua, Pengusaha Transportasi, hingga RT RW tempat sekolah berada ?

yaitu bahwa :

  • Anak-anak harus tetap dalam kondisi sehat sekalipun bersekolah
  • Upaya tersebut perlu kerjasama bersama pihak2 di atas
  • Karena, hal tersebut demi negeri ini. Ada dampak besar pada ekosistem sekolah , bila anak2 tidak bersekolah tatap muka lagi. Dan di sisi lain, orang tua sedang berusaha berjuang di tengah situasi kondisi pandemi dan kehilangan waktu, tenaga, pikiran, bersama anak-anak.

Hahaha… am I over-analyzing it ? Maybe. Hahaha…

Handoko Gani

Andalan

Lagi ramai membahas soal Alasan Jokowi / Team Komunikasi Presiden sering mengupload foto Beliau mengikat tali sepatu.

https://news.detik.com/berita/d-5886356/beragam-momen-pakai-sepatu-yang-diunggah-jokowi-saat-blusukan-ke-daerah

Banyak yang mengatakan kenapa sih njelimet banget ? Semua harus dianalisis ?

“Sahabat, kalau Anda yang mengikat sepatu, apakah ada yang moto ?”

“Ya jelaslah ! Dia kan presiden.”

“Exactly ! Artinya, ada tujuannya mengapa aksi mengikat sepatu beliau di-upload ke sosmed. Sama seperti Anda memposting foto Anda liburan, foto masakan Anda, foto Anda membereskan rumah, dstnya. Bukankah Anda mempostingnya karena ada tujuannya ?”

Opsi pertama : seadainya tali sepatu itu memang lepas ( dan di-upload )

Yang saya prediksi dari maksud PR / team komunikasi ini adalah ingin membentuk image :
1) Presiden adalah seorang yang sigap dalam segala kondisi mendadak –> tali sepatu terlepas mendadak, segera dibetulkan, tanpa berlarut-larut hingga bahkan menjatuhkan diri sendiri atau ditegur orang lain karena tali sepatu itu tidak juga dibereskan. Tentunya kesigapan ini juga ekspektasi Pak Presiden terhadap bawahannya termasuk Mentri dan Kepala Daerah.

2) Presiden adalah seorang yang menyukai kerapihan termasuk di dalam konteks ekspektasinya terhadap kerjaan anak buahnya termasuk Mentri hingga Kepala Daerah.

3) Presiden kita seorang pribadi merakyat seperti kita juga. Ketika tali sepatu kita lepas, ya kita betulkan. Presiden kita tidak perlu dilayani seperti layaknya orang dengan kedudukan tertinggi di sebuah negeri.

4) Ketika diposting sebelum kegiatan perjalanan atau kejadian pertemuan penting tertentu, artinya Pak Presiden ini siap menghadapi kemungkinan tantangan atau hal2 tidak diduga dalam perjalananan / pertemuan tersebut.

OPSI KEDUA : Kalo seandainya tali sepatu itu sebetulnya tidak terlepas , hanya saja kurang kencang atau kurang rapih. Istilahnya : (tali sepatunya) di-pererat.

Di satu sisi ini mungkin terkait dengan karakter Pak Presiden yang bisa jadi OCD yang selalu kepingin semua perfectly arranged ( tertata rapih, indah, kencang dstnya ), dan atau Pak Presiden melakukannya untuk meredakan ketegangan sebelum acara meeting / perjalanan penting tersebut.

dan di sisi lain ketika di-upload PR / Komunikasi Presiden, maka selain 3 poin di atas yang mungkin menjadi salah satu rencananya, prediksi saya juga ingin membentuk image : Presiden kita seorang yang suka hasil kerjanya sempurna.

Yang menarik juga adalah ketika dijawab oleh PakGub Jateng.

rtinya :
1) untuk pekerjaan normal n rutin , maka : Pak Gubernur Jateng, Pak Ganjar, sudah siap dengan tuntutan ekspektasi kesempurnaan, kelancaran, ketataan rapih, dari Pak Presiden.

namun, yang menarik ketika seandainya tali sepatu itu tidak terlepas dan prediksi tujuan presiden yaitu meredakan ketegangan,

saya menduga Pak Presiden punya tujuan tambahan selain pekerjaan rutin / normal, yaitu meredakan ketegangan.

Dugaan terliar saya adalah Presiden juga punya agenda meredakan ketegangan antara Ganjar dengan PDIP dan Puan.

dan Ganjar telah siap juga membicarakannya

Ini dugaan terliar yaaaaaa….

Dan di dimensi lainnya, karena kunjungan ini akan berakhir, maka patut kita tunggu juga hasil kunjungannya tersebut :

apakah layak tali sepatu itu “dikencangkan” ?

atau

jangan-jangan

bahkan mengikat tali sepatunya (Presiden) pun tidak layak sebagai bawahannya.

🙂

Handoko Gani MBA,BAII,LVA,CHt,CI.

Instruktur Ahli Lie Detector , Instruktur Hipnotis, Authorized Operator Layered Voice Analysis (LVA)

PRIA BERcadar dengan PAKAIAN WANITA dan tes pcr istrinya lolos pemeriksaan di bandara dan baru ketahuan di toilet pesawat saat mendarat

Ngerupuk kali ini akan ngebahas tentang :

Insiden ini : https://news.detik.com/berita/d-5648229/pria-terbang-dari-jakarta-pakai-hasil-tes-pcr-istri-ternyata-positif-corona

Jangan anggap sepele insiden ini.

Pria berpakaian ala wanita dan bercadar, masuk bandara Halim Perdana Kusuma, lolos hingga ke pesawat dan berganti pakaian di toilet pesawat. Andai saja dia menggantinya di dalam toilet bandara Ternate atau bahkan di luar bandara, bisa jadi ia akan lolos.

Ini berita buruk bagi dunia penerbangan, sekaligus “alert” bagi aksi teror.

Saya berharap ada pelatihan analisis raut wajah, micro expression dan gesture, yang benar di Halim Perdana Kusuma. Handoko Gani siap membantu !

Jangan anggap sepele !

Parah sekali ini !
Sangat sangat berbahaya.

makna blusukan jokowi malam hari ke sunter jakarta

CELETUKAN sambil ngerupuk kali ini meresponi blusukan Jokowi di malam hari tgl 15 Juli lalu ke Sunter Agung, Jakarta Utara sebagaimana ditampilkan juga di : (1) JOKOWI BLUSUKAN Bagikan Sembako dan Obat Untuk Masyarakat – YouTube

Kampung Sunter Agung adalah daerah padat penduduk.

Dalam rangka : mengawali pemberian sembako dan obat kepada masyarakat. Agar masyarakat lebih tenang.

Sembako mewakili : Bulog dan Kementrian Sosial.

Obat mewakili : Kemenkes dan Satgas.

Dampak : masyarakat terkejut dan sangat mengapresiasi.

Kata menarik yang saya soroti dari ucapan Warga :

  1. PERJUANGAN
  2. GAK GAMPANG MIMPIN NEGARA di situasi seperti ini, semua juga gak mau seperti ini.


RESPON saya sambil makan kerupuk

  1. Audience –> Team Kemensos hingga Bulog = Peringatan dari Beliau agar bantuan bisa segera sampai kepada masyarakat. Kalo perlu, DATANGI langsung ! Gak pake lama aturan birokrasi ini itu.

    Di sisi lain, memang bisa diibaratkan tindakan ini adalah “kick off” dari program “sembako + obat langsung ke rakyat yang membutuhkannya”. Namun, “kick off” artinya adalah permulaan dari sebuah kegiatan besar yang akan menjadi perhatian banyak orang. Yang artinya, PIC nya pun ajan jadi sorotan. Jadi, jangan main-main ! Jokowi bisa mempermalukannya.
  2. Audience –> Rakyat : menunjukkan kebenaran janji pemerintah sekaligus memberi keberanian agar Rakyat mengawasi dan menuntut haknya atas sembako dan obat tersebut.
  3. Audience –> Pemprov DKI Jakarta = Celutukan dan Sindiran bahwa pemimpin yang paling dekat dengan rakyat harusnya lebih peduli terhadap rakyatnya, lebih dekat rakyat, lebih melayani rakyat, dan lebih marah ketika
  4. Audience –> Lawan Politik = Jokowi masih kuat.

seberapa besar kah HATE CRIMES di negeri ini ?

HATE CRIMES

HATE CRIMES adalah kejahatan yang disebabkan karena kebencian.

Saat tulisan ini dibuat, saya sedang membaca sebuah buku yang unik.

Buku tersebut berjudul “The Measurement of Hate Crimes”.

Buku ini menarik karena memetakan sejumlah jenis kejahatan yang disebabkan karena kebencian. Kejahatan itu bisa berupa assault (penghinaan) hingga pemerkosaan dan pembunuhan.

  1. Kebencian terhadap ETNIS, RAS, dan SUKU

Di Amerika, kebencian terhadap RAS ini adalah terhadap Hispanic, African America, dan Asia khusus Cina karena kasus Covid saat ini. Di Indonesia ? Eitsss…jangan katakan tidak ada.

Waktu saya kecil, beberapa kali saya mendengar “dasar Cina lo ! atau “dasar pribumi lo !”. Bahkan, “Lo Cina bukan, pribumi juga bukan (gak diakui) !”

Dan hingga hari, walaupun tidak berbentuk kejahatan yang mencelakai nyawa, tetapi hate speech terhadap ras juga sangatlah sering terjadi. Anda bisa baca di berbagai kolom komentar di sosmed.

Terakhir, tentunya ada 1 kasus yang masih gantung hingga hari ini yaitu : kasus pemerkosaan dan penganiayaan terhadap etnis Cina khususnya gender perempuan, semasa kerusuhan Mei 1998.


2. Kebencian terhadap AGAMA

Jangan katakan kebencian terhadap agama tidaklah terjadi di Indonesia.

Gara-gara benci terhadap suatu agama tertentu, mulai dari Hate Speech terjadi bahkan hingga ceramah agama.

3. Kebencian terhadap SEXUAL ORIENTATION

Tidak bisa dipungkiri, masyarakat kita belum siap terhadap perbedaan orientasi seksual, baik di kota metropolitan hingga di pedesaan. Mulai dari perlakuan diskriminasi hingga kejahatan yang mencelakai nyawa.

4. Kebencian terhadap DISABILITY

Saya sudah pernah mendengar berbagai kasus yang merugikan para penyandang disabilitas termasuk autis, down-syndrome dan sejenisnya. Bahkan, dilakukan di sekolah hingga di rumah mereka oleh para Suster nya.

5. Kebencian terhadap Gender

Perempuan biasanya adalah korban paling banyak akibat kebencian terhadap gender ini. Sayangnya, kita belum memiliki data untuk memastikan apakah kasus-kasus psikopatis disebabkan karena kebencian terhadap gender juga.

Yang belum ada, saya perhatikan adalah kebencian terhadap Profesi.

Dan ini bisa terkait juga dengan Politik, dimana profesi yang terkait pemerintah atau lawan politik dari tokoh pujaan, menjadi bulan2an kebencian tersebut. Dan wujud kebencian tersebut adalah kejahatan pencemaran nama baik misalnya membuat meme ataupun tag di sosmed (Twitter) yang sangat pedas.

PEMBUNUHAN BOS KONTER DI TANGAN PASANGAN SEJENIS

KERUPUK memang ringan, tetapi gak ada kerupuk, bisa gak kenyang.

CELUTUK saya memang ringan, teman asik makan kerupuk.

—–

Di CELETUK edisi kali ini, saya ingin ngebahas tentang :

Dendam soal Uang Kencan, Bos Konter Pulsa Tewas di Tangan Pasangan Sesama Jenisnya (kompas.com) yang diedit oleh : Michael Hangga Wismabrata

Dede Tewas Dengan Tangan Terikat dan Tubuh Terlipat, Istrinya Sedang Hamil 8 Bulan – Halaman all – Tribunnews.com yang diedit oleh : Hendra Gunawan

——

Siapa Pelaku nya ? Pasangan sesama jenis, BM (21) alias Alan dan SA (33).

Siapa yang dibunuh ? Bos Konter Pulsa-Dede Cell di Gisting, Tanggamus (D) dan juga seorang Guru yang memiliki istri sedang hamil 8 bulan.

Dimana kejadiannya ? Di kebun di Dusun Kebumen, Pekon (desa) Banjar Agung, Kecamatan Pugung

Dimana jasad korban ditemukan ? Di penampungan air di ladang Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung.

Bagaimana kondisi jenasah saat ditemukan ? Di dalam plastik ikan – 2 lapis dan terikat, mengapung di dalam lubang, terlipat seperti janin dalam kandungan.

Penyebab Kematian ? Luka senjata tajam sebanyak 24 tusuk (keterangan awal di Tribunnews adalah 19 luka tusuk), serta luka di kening kiri – kepala. Luka tersebut antara lain : luka bacok, luka lecet, dan luka sobek.


CELETUK RINGAN sambil ngerupuk

  • by : Handoko Gani yang doyan kerupuk dan nyeletuk


Saya tuh masih belum jelas, BM / Alan dan SA ini laki-laki atau perempuan.

Kalau Laki-Laki, berarti ini adalah kasus pembunuhan didasarkan dendam antar sesama penyuka sama jenis.

Banyaknya luka menunjukkan betapa Pelaku memang sangat dendam kepada Korban. Namun, apakah hanya gara-gara kurangnya transfer-an booking ? Saya ragu.

Di balik Uang Transfer ini yang katanya kurang 200 ribu (dibayar hanya 300 ribu), kita harus memahami bahwa “rate” selalu disesuaikan dengan Level “Kualitas Pelayanan”. Jadi, menurut saya, faktor “dendam” karena merasa terlecehkan ini lebih menyakinkan sebagai motif sesungguhnya.

Yang sungguh lagi-lagi saya prihatinkan adalah beban psikologis pada Sang Istri dan anaknya nanti , bila memang ini kasus pembunuhan sesama jenis. Beban sosial dari masyarakat. Masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut apakah sudah bisa menerima anggota masyarakat lainnya yang menyukai sesama jenis ? Saya menyarankan agar sang Istri Korban dan anaknya pindah ke wilayah lain.

Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan melanjutkan kehidupan !

KAPAN KITA BOLEH MENGATAKAN JANJI SESEORANG ITU BOHONG

Ketika kita ingin memastikan apakah seseorang berbohong tentang sebuah janji, kita perlu melakukan 3 hal yaitu :

1) kita perlu menyamakan dulu pemahaman kita dan dia apakah ia memang berjanji hal tersebut. Ada kalanya, kita merasa ia berjanji tetapi ternyata ia tidak berjanji.

2) kita perlu memahami apakah definisi janji itu dan apakah definisi janji yang jujur dan janji yang bohong, serta bagaimana menilai sebuah janji jujur atau bohong

3) kita perlu mengetahui apakah kompetensi Pelaku Janji yang terkait pewujudan janji tersebut dan apa saja yang sudah dilakukan Pelaku Janji untuk mewujudkan janji tersebut selama durasi yang kita sepakati tersebut.

Nah, bagaimana memahami poin no 2, bisa Anda saksikan di Youtube ini :

https://bit.ly/BenarkahJanjiJokowiBohong

Semoga dengan contoh Tokoh Politik ini, teman2 bisa memahami poin no 2 tersebut. Tidak ada maksud untuk mendeskreditkan ataupun memuja-muja sang Tokoh Politik, tetapi semata-mata menggunakan contoh ini karena sering dibahas di sosmed manapun.

Semoga Anda bisa memahaminya.

Jadilah SHERLOCK HOLMES

Anda pasti mengenal Tokoh / Cerita Sherlock Holmes. Namun, Anda mungkin menganggap bahwa tokoh dan cerita nya adalah tokoh dan cerita fiktif.

Anda tidak sepenuhnya benar.

Anda perlu tahu bahwa Sir Arthur Conan Doyle, sang Pencipta Sherlock Holmes justru merupakan salah satu tokoh sejarah dalam disiplin ilmu Forensik.

Guru beliau adalah Dr. Joseph E. Bell, tokoh sejarah yang menginspirasi penggabungan medis dalam pengusutan kasus kejahatan. Beliau menggabungkan pola pikir deduksi, observasi karakter dan perilaku manusia, dengan dunia medis, termasuk operasi otopsi tubuh manusia yang cukup baru diperkenalkan di abad tersebut.

Murid tentunya amat dipengaruhi oleh Gurunya.

Namun, Sir Arthur Conan Doyle justru menggunakan medium novel untuk memperkenalkan penggabungan tersebut hingga popular menembus zaman.

Bila Anda perhatikan kedua tokoh dalam cerita Holmes, Anda bisa melihat bahwa Sherlock merepresentasikan “pola deduktif, crime mapping analysis, interview, hingga observasi dan analisis karakter & perilaku manusia”. Namun, justru melalui kolaborasinya dengan Dr. John Watson – lah, Sir Arthur memperkenalkan apa yang kini dikenal sebagai Crime Scene Analysis hingga Behavioral Event Analysis.
Sebagaimana Anda banyak saksikan di film2, sebetulnya bukan karena Polisi saat itu betul-betul tidak sehebat Duet mereka berdua. Namun, lebih kepada “Belum Dikenalnya disiplin keilmuan Crime Scene Analysis / Behavioral Event Analysis” ataupun Crime Scene Reconstruction / Olah TKP (Doyle, 1887).

Anda mungkin mengenal dunia forensik melalui film-film hollywood, seperti CSI, Criminal Mind, dstnya. Sebetulnya, ada banyak sekali jenis analisis forensik, mulai dari analisis Event / Indicent, Drug / Chemistry, Biologi seperti DNA, insiden kebakaran, pola kejahatan seperti Pola Insiden Tawuran, Pola Penembakan massal, Pola Demonstrasi, Pola Jejak Kaki, dstnya, digital evidence (cyber crime), fingerprint, hingga analisis Forensik Pemeriksaan Dokumen.

Nah, yang Anda saksikan di cerita Sherlock Holmes sebetulnya adalah upaya Sir Arthur Conan Doyle untuk menggabungkan berbagai jenis analisis forensik tersebut dengan logika, intuisi, pola pikir deduktif, analisis observasi perilaku manusia, kemampuan mengumpulkan data/info, serta merekonstruksinya kembali seakan ia sendiri adalah Pelaku Kejahatan itu sendiri.

“Merekonstruksi kejadian seperti Pelaku Kejahatan” itulah yang sebetulnya menjadi daya tarik dari kisah Sherlock Holmes. Dan daya tarik inilah yang sebetulnya menjadi dasar dari Corporate Investigation sepanjang zaman.

Ini yang saya rasa kurang menarik perhatian kita sebagai Corporate Investigator, baik itu Auditor, Fraud Investigator, Loss Investigator, Cybercrime Investigator, Forensic Gadget & Computer Crime Investigator, hingga S.O.P Business Implementer.

Kasus terungkap hanya karena data/info lengkap. Namun, seringkali kita terlalu kekurangan waktu dan semangat untuk memahami keseluruhan kejadian atau biasa disebut Crime Reconstruction.

Yes, Crime Reconstruction. Kita perlu memahami bahwa Crime Scene Reconstruction hanyalah salah satu dari jenis Crime Reconstruction. Mungkin karena lebih sering digunakan dalam kasus kriminal ataupun kecelakaan, Anda merasa hal tersebut bukanlah bidang Anda sebagai Auditor, Fraud Investigator, hingga S.O.P Business Implementer.

Ada banyak sekali manfaat merekonstruksi kejahatan. Salah satu manfaat utamanya justru adalah untuk pencegahan kejahatan yang sama, sejenisnya, ataupun yang terkait dengan kejahatan tersebut.

Pencegahan kejahatan ini membawa kita kepada pemahaman Security Risk Management termasuk SRA (Security Risk Assessment).

Sebetulnya, semua kejahatan pasti bermuara pada kebocoran keamanan (security) pada suatu business process ataupun pada suatu wilayah geografis tertentu.

Biasanya kita akan menggunakan analisis Triangle, yaitu sisi

1) sisi “Victim dan bagaimana penguasaannya terhadap dirinya sendiri selaku korban ataupun pada barang yang hilang-rusak” pada periode temporal, spatial, dan experiential interaction saat kejadian

2) sisi “Management spatial dan bagaimana penguasaannya terhadap area spatial dan interaksi di dalam area tersebut pada temporal periode kejadian”

3) sisi “Pelaku dan bagaimana penguasaannya pada Korban, Area spatial, Temporal Kejadian, dan Interaksi Kejadian”

Contohnya ketika terjadi viral video seks yang diduga dilakukan oknum karyawan swasta dan SPG-nya.

Setelah diselidiki, ternyata video tersebut berasal dari laptop karyawan yang hilang. Karyawan merupakan anggota team SPG. Diketahui Oknum ini turut serta di dalam praktek perekrutan SPG dengan cara illegal yaitu imbalan “tidur semalam”.

Maka, bila kita selidiki lebih dalam :

1) Sisi Korban. Ternyata, laptop-nya ditinggalkan di tempat duduk mobil bagian depan. Korban berperilaku demikian karena terburu-buru melakukan absensi pagi (terlambat ngantor), sehingga pintu mobil tidak tertutup rapat

2) Sisi Management Parkir. Ternyata, TKP adalah di spot parkir yang dekat dengan akses informal berupa celah masuk di antara pagar perusahaan. Spot tersebut biasanya ramai lalin karyawan dari samping. Jadi, seharusnya kejadian pencurian bisa ketahuan dengan cepat. Di waktu tersebut, rupanya pintu tersebut ditutup sementara seadanya. Penutupan tersebut biasa dilakukan apabila ada pemilik perusahaan datang. Petugas Security, di sisi lain, terfokus pada upaya pengamanan VVIP dan event kedatangan pemilik perusahaan.

3) Sisi Pelaku. Ternyata, Pelaku diketahui adalah seorang Penjual Cilok yang baru-baru ini saja berjualan di dekat spot tersebut. Saat itu, karena pintu ditutup, tidak banyak orang yang lalu lalang, penjual cilok ini “nganggur”. Dan ia melihat Korban dan pintu mobilnya yang tidak tertutup rapat.

Dan bila diteliti lebih dalam, ternyata kebocoran pengamanan juga memiliki andil dalam praktek perekrutan ilegal SPG seperti ini. Beberapa Security diduga mengetahui praktek ini karena ada beberapa SPG merupakan referensi mereka. SPG ini juga diminta uang komisi oleh oknum Security ini, atas sepengetahuan komplotan Pelaku Rekrutmen ini.

Kesimpulan analisis seperti demikian baru diketahui ketika Investigator berupaya merekonstruksi tiap kejadian. Interview serta pencarian data/info yang dilakukan pun semuanya bermuara pada upaya rekonstruksi kejadian kejahatan ini, baik pencurian laptop tempat asal video clip seks tersebut, hingga proses upload viral video seks ini.

Di sisi lain, Anda juga bisa bekerja sama dengan Security untuk mengembangkan Geospatial Crime Mapping khusus bagi Perusahaan Anda, termasuk bekerjasama dengan kepolisian.

Crime Mapping dengan Geospatial Technology ini hal yang masih langka di Indonesia, namun sudah lumrah di luar negeri. Anda bahkan bepergian ke suatu distrik bermodalkan crime index.

Contoh Crime Mapping :

Crime Mapping_Bangalore

crime-pic.jpg

Contoh lain : Jakarta di peringkat 92 dan Bali di peringkat 119
Crime Index Mid 2019

Dengan Crime Mapping ini, Anda bisa memetakan dan memitigasi berbagai jenis kejahatan di dalam radius terdekat dengan lokasi kantor pusat/cabang perusahaan.

Dan ke-depannya, sebetulnya dengan teknologi CCTV surveillance yang digabungkan dengan Database Face, Body dan Voice Recognition dan Analysis (microexpression, gestur analysis, gait analysis, dan voice analysis) serta Artificial Intelligence – Machine Learning, Anda bisa meng-cluster dan bahkan memprediksi kejahatan di masa depan.

China adalah negara yang jadi patokan Mass Surveillance dunia saat ini. Bukan karena jumlahnya yang fantasistis tetapi karena pengelolaannya sudah mencakup berbagai bidang kehidupan masyarakat, lepas dari kontroversi privacy-nya.

 

Banyak sekali yang bisa kita bahas ketika membicarakan rekonstruksi kejahatan.

Satu hal penting dari pembahasan ini adalah : di dalam konteks perusahaan, kita harus bisa menerapkan holistic approach terhadap suatu kejadian kejahatan, baik itu selaku Auditor, Fraud Investigator, Loss Investigator, hingga Security. Jangan bermata-kuda hanya peduli pada bidang sendiri-sendiri. Harus lintas-investigasi.

Contoh saja dari kasus di atas.

HRD / Auditor & Fraud Investigator harusnya sudah bisa mencurigai ketika mengaudit business process pengadaan SPG perusahaan. Terlebih lagi, seharusnya IT Investigator bisa mengetahui adanya konten cabul di dalam laptop kantor.

Itulah pelajaran penting dari Sir Arthur Conan Doyle dan Sherlock Holmes-John Watson nya. Mereka menginvestigasi lintas berbagai disiplin ilmu.

Saya melihat inilah saatnya Perusahaan membentuk “Corporate Sherlock Holmes” alias Corporate Investigator yaitu sebuah divisi yang mengumpulkan seluruh jenis investigator di dalam perusahaan, antara lain Security, Fraud Investigator, Loss Investigator, Cybercrime Investigator, Background Check – Investigator, hingga Surveillance dan Business Investigator.

Dengan dibentuknya Corporate Investigator ini, para Investigator bisa melakukan koordinasi investigasi lintas disiplin departemen dan Pemilik Perusahaan juga bisa memfokuskan upaya penguatan wewenang dan kompetensi individu ataupun pengadaan alat-alat investigasi profesional seperti Layered Voice Analysis (LVA). Group Konglomerasi Perusahaan, khususnya yang memiliki berbagai anak perusahaan, adalah jenis perusahaan yang amat perlu memiliki departemen khusus ini.

Nah, khusus bagi Anda, Sahabat Investigator, apapun bidang Anda, jangan menutup diri dengan disiplin investigasi dari bidang Anda sendiri.

Jadilah Sherlock Holmes pertama di perusahaan Anda.

 

Salam hangat,

Handoko Gani

Menulis sebagai Gaya Interview

Sebagai Investigator dan Rekruter, mari kita berkata jujur.

Siapa yang pernah kehabisan pertanyaan dalam sebuah interview ?

Jujur saja. Saya juga pernah.

Dan itu fatal.

Kehabisan pertanyaan yang terlihat jelas oleh Auditee atau Pelamar Kerja amat berbahaya. Apabila Auditee atau Pelamar Kerja tersebut memang Fraudster atau berniat menipu, maka: kesalahan Investigator atau Rekruter tersebut bisa dimanfaatkan.

 

Oke. Anda tidak pernah kehabisan pertanyaan. Anda seorang Investigator yang hebat.
Tapi, pernahkah Anda canggung dalam sebuah interview ? Entah karena Pelamar Kerja nya adalah Top Executive ataupun Auditee nya adalah orang “penting” di masyarakat. Entah karena Anda salting karena ditegur oleh mereka yang “berani”.

 

Kedua hal tersebut tidak pernah terjadi pada Anda. Sekali lagi, wow…. luar biasa. Saya serius. Memang ada investigator yang seperti demikian. Saya harus mengakui Bpk Ibu.

 

Bagaimana bila tiba-tiba Anda menyadari bahwa Anda sudah terbawa “permainan” Fraudster dan berada jauh dari target interview … ? Barangkali pernah …

 

Apa yang harus Anda lakukan ?

 

Izinkan saya memberi Anda saran jitu.

Lakukan aktifitas terkait menulis.

Baik itu membuka buku catatan Anda atau Anda menulis sesuatu, apapun itu.

 

Saat Anda melakukannya, atur nafas dan berdiamlah sejenak setelah menyatakan keinginan untuk melihat catatan terdahulu atau menulis apa yang sudah disampaikan.

 

Setelah Anda sudah tenang, selanjutnya, silangkan tangan Anda di dada dan mulailah mengajukan pertanyaan kembali.

 

Dengan melakukan gestur sederhana seperti demikian, niscaya Anda akan kembali mendapatkan kontrol atas interview Anda.

 

Selamat mencoba tips sederhana ini !

 

Ingat 3 hal:

  1. Tgl 17 Januari 2019 Pukul 18:00 – 20:00 saya akan membahas perilaku verbal nonverbal Capres Cawapres 01 & 02. Saksikan di Indosiar ya.
  2. Ada Workshop Publik Tgl 15-16 Februari 2019 dengan harga spesial s/d 17 Januari nanti (hanya Rp 1.750.000) dan s/d 31 Januari (Rp 2.000.000). Segera mendaftar.
  3. Untuk inhouse training, walaupun team hanya 5 orang, saya siap bersumbangsih. Contact saya saja di me@handokogani.com