Andalan

Akankah NIDJI menjadi Band Politis ?

Sebagaimana diberitakan, Giring Ganesha kerapkali menyindir Anies termasuk ketika merekam dirinya terperosok ke dalam lumpur pada lahan yang rencananya dipakai untuk helatan Formula E 2022 di Ancol, Jakarta.

Dan kali ini sempat heboh juga, Anies mengundang Nidji, band yang membesarkan nama Giring dan kemudian mengatakan :

“Spektakuler! Melihat penampilan band Nidji saat uji coba sound system JIS semalam, sambil inspeksi 93 persen ketuntasan pembangunan stadion. Musiknya menggelegar, suaranya merdu, tidak ada sumbang-sumbangnya”

(Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2022/01/17/10311891/kata-gubernur-anies-soal-aksi-panggung-nidji-di-jis-tanpa-giring-ganesha)

Analis politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai bahwa pesan tersebut jelas merupakan sindiran kepada Giring Ganesha, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang merupakan eks vokalis Nidji.

(Sumber : https://www.msn.com/id-id/berita/nasional/pakar-dengan-undang-nidji-anies-sindir-balik-giring/ar-AASQZ0U?ocid=msedgdhp&pc=U531)

Mungkin ada yang menilai analisis Pak Adi Prayitno berlebihan.

Namun, saya sepakat. Berbicara tentang mengundang band papan atas sebagai kegiatan perdana JIS, Indonesia memiliki begitu banyak band papan atas. Namun, pilihan justru jatuh ke Nidji.

JIS ini juga sedang menjadi pembicaraan hangat ketika Mustofa justru meminta agar CCTV dipasang di JIS karena kuatir Pembenci Anies akan merusak JIS.

(Sumber : https://www.suara.com/news/2022/01/16/134751/khawatir-jis-dirusak-pembenci-anies-mustofa-minta-diawasi-cctv-kita-sudah-hafal-mereka)

Nah, yang menarik dan mau saya bahas adalah NIDJI.

Pertama, apakah NIDJI tidak menyadari kemungkinan Band nya digunakan sebagai “alat komunikasi untuk menyindir Giring” ?

Kedua, kalo NIDJI tidak menduga menjadi “alat menyindir Giring”, apakah NIDJI diam saja tanpa memberi klarifikasi ? Sebaliknya, kalau NIDJI menyadari resiko ini, apakah NIDJI memiliki maksud politis tertentu sebagai Band Follower Anies ?

Saat kampanye Jokowi nyapres dulu, kita tahu ada beberapa band papan atas yang diduga memihak beliau. Salah satunya adalah Slank. Nah, apabila NIDJI memang memiliki maksud politis tertentu, apakah NIDJI akan menjadi “Slank” Anies ?

Kita masih menanti-nanti bagaimana respon NIDJI. Atau justru sebaliknya, NIDJI akan membiarkan isu ini “terbang” begitu saja.

Saya mengingatkan NIDJI bahwa follower Jokowi, Anies, Ahok, Ganjar, dst nya adalah seperti halnya follower-follower sepakbola.

Kita sudah melihat dampaknya kepada beberapa portal berita dan stasiun TV, antara lain : Metro TV vs TV One.

Nah, hal sama bisa berdampak kepada keseluruhan image NIDJI dan keberlangsungan NIDJI selepas Giring mengundurkan diri – berapa tahunpun itu, selama Giring dan Anies masih saling berlawanan-politik.

Konsekuensi tentu ada. Keuntungan juga ada.

Namun, di tengah-tengah pembentukan format baru dengan Ubay sebagai Lead Singer, maka : resiko itu menjadi sangat besar. Pergantian Lead Singer itu sendiri sudah besar resikonya. Sekarang, ditambah lagi dengan “berafiliasi politik” (seandainya benar).

Nah, alangkah baiknya, bila memang NIDJI bermaksud profesional, mereka memilih mengundurkan diri atau memberikan klarifikasi terkait dugaan menjadi Band Politis Anies.

Oke, NIDJI ?

Sukses ya dengan format baru nya !

Handoko Gani

Pesan di balik tawa jokowi temani janethes dan sedah mirah beri makan burung dara

Tumben-tumben-an ndak ada wartawan yang contact saya untuk membahas ini : https://news.detik.com/berita/d-5890658/penuh-tawa-jokowi-temani-jan-ethes-sedah-mirah-beri-makan-burung-dara

Postingan ini : https://www.instagram.com/tv/CYgfC7Ptr-A/ sebetulnya sangat menarik.

“Akhir pekan yang menyenangkan bersama cucu-cucu.” setelah sebelumnya sempat posting : https://www.instagram.com/p/CYV0yiEPEgj/ tentang kunjungan beliau saat anak2 sedang divaksin.

Saya terus berpikir pemilihan kalimat yang dipergunakan, despite the fact bahwa : yang mengetik bukanlah Pak Jokowi. Nevertheless, saya coba meneruskan analisis saya.

Kalimat tersebut digunakan oleh seseorang yang baru saja menyelesaikan pekerjaan yang menyita waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian kita. Dan bersama cucu-cucu adalah suatu hal yang menyenangkan – recharging sebelum “the next”.

Pemilihan “burung dara” putih dengan pakaian putih ini juga mungkin sebuah pesan. Putih menunjukkan suatu yang “pure” and free.

Di sisi lain, paspampres yang bermasker dan menjaga jarak, sementara bocah-bocah itu tanpa masker saat bersama “burung dara” ?

Kemudian, beliau mengajak anak-anak tersebut untuk bermain-main di lokasi indoor istana dan mengunjungi patung-patung / spot-spot monumen pahlawan.

PESAN apa yang ingin beliau sampaikan ?

Apakah saya mengada-ngada ?

Saya berpikir ada 1 pesan yang mungkin tersampaikan.

Pesan yang sangat kuat.

Di tengah kesibukan kita semua bekerja mencurahkan pikiran, tenaga, waktu dan emosi, kita ingin pulang dan mendapati anak-anak kita sehat dari sekolahnya, dimana kita yang juga menjaga kesehatan ini akan bisa bermain dengan anak-anak kita saat weekend di dalam lingkungan rumah kita. Bukan di luar rumah seperti mall, di tengah pandemi korona ini.


Last,

menarik sekali melihat anak2 melihat monumen2 pahlawan. Sebuah tempat yang keliatannya tidak menarik untuk tempat bermain.

Bukankah ini pesan yang kuat ?

Untuk Kemenkes, Kemendikbud, Sekolah, OrangTua, Pengusaha Transportasi, hingga RT RW tempat sekolah berada ?

yaitu bahwa :

  • Anak-anak harus tetap dalam kondisi sehat sekalipun bersekolah
  • Upaya tersebut perlu kerjasama bersama pihak2 di atas
  • Karena, hal tersebut demi negeri ini. Ada dampak besar pada ekosistem sekolah , bila anak2 tidak bersekolah tatap muka lagi. Dan di sisi lain, orang tua sedang berusaha berjuang di tengah situasi kondisi pandemi dan kehilangan waktu, tenaga, pikiran, bersama anak-anak.

Hahaha… am I over-analyzing it ? Maybe. Hahaha…

Handoko Gani

Andalan

Lagi ramai membahas soal Alasan Jokowi / Team Komunikasi Presiden sering mengupload foto Beliau mengikat tali sepatu.

https://news.detik.com/berita/d-5886356/beragam-momen-pakai-sepatu-yang-diunggah-jokowi-saat-blusukan-ke-daerah

Banyak yang mengatakan kenapa sih njelimet banget ? Semua harus dianalisis ?

“Sahabat, kalau Anda yang mengikat sepatu, apakah ada yang moto ?”

“Ya jelaslah ! Dia kan presiden.”

“Exactly ! Artinya, ada tujuannya mengapa aksi mengikat sepatu beliau di-upload ke sosmed. Sama seperti Anda memposting foto Anda liburan, foto masakan Anda, foto Anda membereskan rumah, dstnya. Bukankah Anda mempostingnya karena ada tujuannya ?”

Opsi pertama : seadainya tali sepatu itu memang lepas ( dan di-upload )

Yang saya prediksi dari maksud PR / team komunikasi ini adalah ingin membentuk image :
1) Presiden adalah seorang yang sigap dalam segala kondisi mendadak –> tali sepatu terlepas mendadak, segera dibetulkan, tanpa berlarut-larut hingga bahkan menjatuhkan diri sendiri atau ditegur orang lain karena tali sepatu itu tidak juga dibereskan. Tentunya kesigapan ini juga ekspektasi Pak Presiden terhadap bawahannya termasuk Mentri dan Kepala Daerah.

2) Presiden adalah seorang yang menyukai kerapihan termasuk di dalam konteks ekspektasinya terhadap kerjaan anak buahnya termasuk Mentri hingga Kepala Daerah.

3) Presiden kita seorang pribadi merakyat seperti kita juga. Ketika tali sepatu kita lepas, ya kita betulkan. Presiden kita tidak perlu dilayani seperti layaknya orang dengan kedudukan tertinggi di sebuah negeri.

4) Ketika diposting sebelum kegiatan perjalanan atau kejadian pertemuan penting tertentu, artinya Pak Presiden ini siap menghadapi kemungkinan tantangan atau hal2 tidak diduga dalam perjalananan / pertemuan tersebut.

OPSI KEDUA : Kalo seandainya tali sepatu itu sebetulnya tidak terlepas , hanya saja kurang kencang atau kurang rapih. Istilahnya : (tali sepatunya) di-pererat.

Di satu sisi ini mungkin terkait dengan karakter Pak Presiden yang bisa jadi OCD yang selalu kepingin semua perfectly arranged ( tertata rapih, indah, kencang dstnya ), dan atau Pak Presiden melakukannya untuk meredakan ketegangan sebelum acara meeting / perjalanan penting tersebut.

dan di sisi lain ketika di-upload PR / Komunikasi Presiden, maka selain 3 poin di atas yang mungkin menjadi salah satu rencananya, prediksi saya juga ingin membentuk image : Presiden kita seorang yang suka hasil kerjanya sempurna.

Yang menarik juga adalah ketika dijawab oleh PakGub Jateng.

rtinya :
1) untuk pekerjaan normal n rutin , maka : Pak Gubernur Jateng, Pak Ganjar, sudah siap dengan tuntutan ekspektasi kesempurnaan, kelancaran, ketataan rapih, dari Pak Presiden.

namun, yang menarik ketika seandainya tali sepatu itu tidak terlepas dan prediksi tujuan presiden yaitu meredakan ketegangan,

saya menduga Pak Presiden punya tujuan tambahan selain pekerjaan rutin / normal, yaitu meredakan ketegangan.

Dugaan terliar saya adalah Presiden juga punya agenda meredakan ketegangan antara Ganjar dengan PDIP dan Puan.

dan Ganjar telah siap juga membicarakannya

Ini dugaan terliar yaaaaaa….

Dan di dimensi lainnya, karena kunjungan ini akan berakhir, maka patut kita tunggu juga hasil kunjungannya tersebut :

apakah layak tali sepatu itu “dikencangkan” ?

atau

jangan-jangan

bahkan mengikat tali sepatunya (Presiden) pun tidak layak sebagai bawahannya.

ūüôā

Handoko Gani MBA,BAII,LVA,CHt,CI.

Instruktur Ahli Lie Detector , Instruktur Hipnotis, Authorized Operator Layered Voice Analysis (LVA)

makna blusukan jokowi malam hari ke sunter jakarta

CELETUKAN sambil ngerupuk kali ini meresponi blusukan Jokowi di malam hari tgl 15 Juli lalu ke Sunter Agung, Jakarta Utara sebagaimana ditampilkan juga di : (1) JOKOWI BLUSUKAN Bagikan Sembako dan Obat Untuk Masyarakat – YouTube

Kampung Sunter Agung adalah daerah padat penduduk.

Dalam rangka : mengawali pemberian sembako dan obat kepada masyarakat. Agar masyarakat lebih tenang.

Sembako mewakili : Bulog dan Kementrian Sosial.

Obat mewakili : Kemenkes dan Satgas.

Dampak : masyarakat terkejut dan sangat mengapresiasi.

Kata menarik yang saya soroti dari ucapan Warga :

  1. PERJUANGAN
  2. GAK GAMPANG MIMPIN NEGARA di situasi seperti ini, semua juga gak mau seperti ini.


RESPON saya sambil makan kerupuk

  1. Audience –> Team Kemensos hingga Bulog = Peringatan dari Beliau agar bantuan bisa segera sampai kepada masyarakat. Kalo perlu, DATANGI langsung ! Gak pake lama aturan birokrasi ini itu.

    Di sisi lain, memang bisa diibaratkan tindakan ini adalah “kick off” dari program “sembako + obat langsung ke rakyat yang membutuhkannya”. Namun, “kick off” artinya adalah permulaan dari sebuah kegiatan besar yang akan menjadi perhatian banyak orang. Yang artinya, PIC nya pun ajan jadi sorotan. Jadi, jangan main-main ! Jokowi bisa mempermalukannya.
  2. Audience –> Rakyat : menunjukkan kebenaran janji pemerintah sekaligus memberi keberanian agar Rakyat mengawasi dan menuntut haknya atas sembako dan obat tersebut.
  3. Audience –> Pemprov DKI Jakarta = Celutukan dan Sindiran bahwa pemimpin yang paling dekat dengan rakyat harusnya lebih peduli terhadap rakyatnya, lebih dekat rakyat, lebih melayani rakyat, dan lebih marah ketika
  4. Audience –> Lawan Politik = Jokowi masih kuat.

Reshuffle Kabinet

Apakah reshuffle itu tidak lagi menjadi isu ? Tidak. Masi ada isu.

Apakah reshuffle itu relevan ? Jelas ! Kalo kinerjanya gak bagus.

Apakah kinerjanya betul sudah super bagus ? Masa ? Kejadian tgl 18 Juni, di upload tgl 28 Juni, sekarang tgl 6 Juni sudah super bagus ?

Sudah ada “sense of urgency” ? Darimana ngukurnya ?

Kebijakan apakah yang “tidak biasa-biasa” itu ?ada dasarnya, manusia tidak akan mengeluarkan Ekspresi Tidak Nyaman.

Bahkan, ekspresi “menenangkan” pun bisa menjadi salah satu bukti bahwa adanya isu. Untuk apa “menenangkan”, bila orang2 sudah “tenang” ?

Gesture analysis adalah seni yg menilai berbagai ragam penggunaan gesture dalam Percakapan. Dilihat dari makna, momen kemunculan, frekuensi kemunculan, hingga intensitas saat muncul. Tentunya dengan tetap membandingkannya dengan BASELINES asli orang tersebut.

Video ini berisi oretan Analisis. Namun, berita nya bisa dicek di https://news.detik.com/berita/d-5082237/pakar-gestur-pratikno-hanya-meredam-isu-reshuffle-masih-relevan .

Jadi, bila sebuah gesture dikatakan sebagai kebiasaan, maka pasti memiliki Pola. Tidak muncul di momen Ucapan tertentu saja, intensitas nya sama, tidak memiliki pesan tersembunyi, dan tidak berbeda makna.

Ketika munculnya hanya saat momen Ucapan tertentu, intensitasnya tidak sama, dan maknanya berbeda, maka jelas itu petunjuk adanya emosi Dan pikiran yg berbeda dari Ucapannya.

Jadi, kesimpulannya ?

Reshuffle masi jadi isu. Serius. Dan bisa terjadi ! Tenang saja tidak cukup ! Kerjasama dan Kerjasmart !

Kapan deadline nya ?Prediksi Saya : Desember. Supaya Januari jadi fresh. Baru !


September yg paling cepat. Tapi rasanya ndak sih, karena bisa mengacaukan semua rencana urgent soal pandemi.

Demikian

#handokogani #liedetector #liedetectorindonesia #liedetectorspecialist

KALEIDOSKOP EKSPRESI 2015 – JOKOWI

KALEIDOSKOP EKSPRESI JOKOWI 2015: JOKOWI MANUSIA BIASA

 

 

Di penutupan tahun pertama, saya berpikir keras apa yang akan saya wariskan bagi tahun penuh memori dalam hidup saya ini. Warisan yang tidak biasa tentang tahun yang tidak biasa ini.

 

Warisan yang tidak biasa, karena bentuk warisan ini haruslah terkait bidang ‚Äúforensic emotion, credibility, and deception‚ÄĚ (uji forensik emosi, kredibilitas, dan penipuan) atau ‚ÄúLie Detection‚ÄĚ (pendeteksi kebohongan). Warisan tahun pertama.

 

Tahun yang tidak biasa, dimana terjadi banyak gejolak sosial pasca pemilihan presiden-wakil presiden. Sahabat karib bermusuhan, komunitas pecah, haters-follower saling serang, dan bermunculannya para soko-Haters dan soko-Followers. Tahun ini pula terjadi banyak gejolak politik. Dan juga tahun gejolak ekonomi akibat nilai tukar rupiah terhadap dollar.

 

Akhirnya, saya tergelitik untuk menulis Kaleidoskop 2015 ini.

Kaleidoskop 2015 yang pertama kali saya buat tentang orang lain.

Kaleidoskop tidak biasa dari seseorang yang juga tidak biasa.

Seorang presiden.

 

Kaleidoskop ini saya namakan:

KALEIDOSKOP EKSPRESI 2015: JOKOWI

Jokowi yang dituduh “Pemimpin Boneka”. Salah satunya karena foto ekspresi ini.

Padahal, secara analisa ekspresi wajah, ini bukan ekspresi takut dari seorang petugas partai. Dan foto ini asli nya diambil bersama2 dengan beberapa tokoh lainnya.

Eks 1

Foto ini juga merupakan salah satu foto yang menimbulkan persepsi keliru tentang Jokowi.

Kala ini beliau tengah menuangkan air minum kepada Aher.
Disangka Haters, beliau adalah seorang presiden yang takut pada “senior”. Padahal, gestur dan wajah beliau biasa saja. Justru ekspresi sungkan ada pada ekspresi wajah dan gestur Aher.

Eks 2

Video wawancara beliau di Kompas TV merupakan video yang diejek Haters dan sempat membuat Pendukung Jokowi juga ragu.

Beliau terlihat santai, tertawa2, mata nya bisa melihat ke atas-kiri-kanan, dan penuh guyon.

Beliau diejek sebagai presiden yang “memalukan”, tidak berwibawa, ragu2 dan (lagi-lagi) presiden boneka.

Sejatinya, di salah satu mikro ekspresi beliau, justru sebetulnya beliau marah pada KPK dan apa yang terjadi di dalam nya.

Tambahan lagi,

Di salah satu statement non-verbal nya,
Beliau pun sudah mengindikasikan bahwa beliau tidak ingjin mengintervensi proses hukum, namun bila masih berlarut-larut, beliau telah memikirkan jalan keluarnya.

Eks 3.png

Foto ini pun menjadi salah satu foto yang digunakan Haters untuk mendeskreditkan wibawa Jokowi.

Di foto yang banyak beredar dengan angle dari kanan dan sudah di-crop sepinggang saja, nampak Jokowi seperti takut pada Prabowo yang datang diundang ke istana negara, pada saat ramai2nya kasus BG dan BW serta AS; Polisi dan KPK.

Sejatinya, Jokowi berdiri satu tangga di bawah Prabowo dan tangannya terulur seperti ingin mempersilahkan Prabowo turun tangga, atau mungkin menunjukkan sesuatu, atau meminta beliau yang berbicara pertama kali.

Bisa jadi tidak bermaksud berjabat tangan karena jelas saat itu mereka berdua baru saja meeting di dalam istana dan baru saja dalam posisi berjalan keluar sambil tertawa.

Eks 5

Eks 5b

Masih dalam jumpa pers setelah pertemuan dengan Prabowo di istana Bogor.

Ini adalah foto kemarahan beliau seraya menegaskan bahwa beliau tidak ingin dan tidak bisa dipaksa siapapun untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berlangsung pada AS, BG dan BW.

Haters menyebarkan isu bahwa Jokowi adalah seorang presiden yang tidak bisa tegas, cuek, tidak berdaya dan hanya menuruti keinginan partai nya.
Padahal, sebagaimana yang juga muncul dalam rekaman percakapan SN, MR dan MS;
dalam kasus ini, justru Jokowi dikatakan “keras kepala” bersikeras dengan pilihannya.

Eks 4

Beliau jelas marah, Haters.

Namun, beliau tidak mengumbar amarahnya dengan berteriak-teriak atau memukul.

Eks 6

Ini foto yang cukup heboh dan digunakan Haters untuk mengatakan Jokowi pro Zionis Yahudi. Bahkan, saat saya men-twit foto ini, saya juga “diserang” oleh salah satu ekstremis Hater.

Tak heran kan bila ekspresi beliau ini menjadi kontroversial tahun ini?

Baca baik2 karena justru Bapak Presiden kita tidak dalam posisi super percaya atau memihak pada Amerika ataupun Barack Obama.

 

Eks 7.png

Foto ini sebetulnya justru mengungkap bahwa Pak Presiden telah mengetahui perihal bocornya rekaman percakapan SN, MR, dan MS. Beliau marah.

Eks 8

Bukan hanya Publik yang terkejut, tetapi anggota DPR, MKD hingga para tokoh politik lainnya.

Bahkan, rekan wartawan yang selama ini bertugas meliput kegiatan beliau, pun mengatakan bahwa belum pernah melihat presiden seperti itu.

Ya. Beliau murka.
Murka pada proses sidang MKD dan para anggota nya yang disinyalir akan memberikan keringanan hukuman pada SN. Bahkan, ada PDIP pun menyindir JK dan mengingatkan bahwa seorang Soekarno pernah di kudeta karena hal begini.

Hasilnya: …
MKD menerima pengunduran diri SN tanpa pernah membuat keputusan apapun tentang SN.

SN masih menjabat di Golkar.

namun, hari ini,
Kejaksaan Agung menyatakan akan memproses SN sesuai hukum yg berlaku.

Eks 9

Foto ini juga tidak kalah kontroversialnya.

Foto ini adalah ketika beliau kembali melakukan blusukan di Jakarta, setelah sekian bulan menjabat sebagai presiden. Tentunya bersama orang yang sangat paling beliau percayai: AHOK.

Aneh?
Karena beliau tertawa lepas?

Ya, karena beliau bersama rakyat yang beliau perjuangkan.

Dan beliau bersama AHOK: orang yang paling beliau percayai.

di saat buruh sedang berdemo di ibukota.

Eks 10

 

Ini juga salah satu foto dalam kegiatan kontroversial.

Aneh?
karena presiden tertawa lepas.

Iya, ini beliau bersama rakyat nya.

Beliau memanggil para pelaku transportasi termasuk para sopir gojek.

Kegiatan ini juga jadi ejekan Haters gara2 setelah 3 bulanan, Kemnhub mengeluarkan peraturan yang melarang pengoperasian Gojek, Grab:, Uber dsbnya.

Apa yang dilakukan presiden?
Peraturan itu dibatalkan.

Eks 11.png

 

——

 

Inilah foto favorit saya tahun ini.

Best of The Best.

Foto ini adalah foto beliau dalam sebuah kegiatan paling kontroversial tahun ini.

Dilaksanakan ketika pembacaan hasil sidang MKD.

dengan mengundang para Komika/pelawak ternama Indonesia.

Pak Butet mengatakan ini adalah gaya komunikasi yang sangat luar biasa seakan menggambarkan ekspresi beliau terhadap apa yang sedang terjadi di sidang MKD, dan keputusan yang diambil.

Eks 12.png

 

Salam,

 

Handoko Gani, SE, MBA, BAII

Lie Detector Indonesia

@LieDetectorID

Fb Handoko Gani / Page Lie Detector Indonesia

IG Handokogani

P.S.:

Susah mengikuti seminar di Jakarta? Tertarik untuk mengikuti SEMINAR ONLINE tentang deteksi kebohongan dalam kehidupan sehari2? Gak perlu hilangkan waktu khusus bersama pasangan atau anak, gak perlu bangun pagi2 di hari weekend, gak perlu kena macet, dan harganya terjangkau? Klik: https://handokogani.com/seminar-online-deteksi-kebohongan-sehari-hari/

 

KURSI RODA UDAR PRISTONO

(Source: http://bit.ly/1JrPKn4)

Udar Pristono, mantan Kadishub DKI Jakarta, dinyatakan bebas dari dakwaan terkait:

1. Korupsi pengadaan bus Trans Jakarta pada tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menimbulkan kerugian Negara sebanyak Rp 8.57 miliar, korupsi kelebihan pembayaran honor tenaga ahli selama satu bulan sebanyak Rp58,7 juta., korupsi PNBP Rp200 juta yang justru dibagikan kepada sejumlah pegawai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

2. Gratifikasi sebanyak Rp6,501 miliar pada 2010 hingga 2014, yang disimpan dalam rekening Udar di Bank Mandiri cabang Cideng sebesar Rp4,64 miliar dan di BCA sebesar Rp1,87 miliar.

3. Tindak pidana pencucian uang dimana uang tersebut dibelanjakan untuk R. Yanthi Affandie sebanyak Rp 46 juta dan Syntha Putri Stayaratu Smith sebesar Rp350 juta. Selain itu, Udar sempat memerintahkan anak buahnya, Suwandi, untuk mentransfer uang lainnya kepada dua wanita tersebut. Setoran dana itu dikirim melalui ATM Suwandi yang jumlahnya Rp25 juta kepada Yanti dan Rp54,5 juta kepada Syntha.

Udar Pristono hanya terbukti menerima suap dari Direktur Utama PT Jati Galih Semesta, Yeddie Kuswandy sebesar Rp78.079.800. Suap tersebut berasal dari kelebihan penjualan mobil Toyota Kijang tipe LSX tahun 2002 dengan harga Rp100 juta padahal harga lelang dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta hanya Rp21.920.200.

——

Namun, SocMed geger bukan karena itu, melainkan gara-gara video ini: http://bit.ly/1JrPKn4.

Udar datang dengan menggunakan kursi roda disertai perawat. Kursi Roda tanpa infus.

U0

Namun,

saat berpindah dari kursi roda ke kursi yang disediakan, Udar bisa bangkit dengan sigap serta berpindah tempat duduk dengan baik. Sementara, perawat ataupun petugas pengadilan justru membantu memegang kursi dan mike Udar. Bukan tubuh Udar.

U01

Kemudian, saat selesai sidang, Udar bangkit dari kursi nya, berjalan sambil membetulkan bagian belakang batik nya, dan menyalami para hakim, serta miting dengan para pengacaranya.

U1 u2 u3 u4 u5 u6

Penonton video bertanya2: Kemana KURSI RODA Udar tadi? Apakah sudah tidak diperlukan lagi ?

Memperhatikan gerakan pindah kursi roda ke kursi persidangan + gerakan berdiri berjalan ke meja hakim usai pembacaan keputusan, bisa jadi Pak Udar nih sudah sehat kembali, setelah sebelumnya sempat dinyatakan sakit.

Pertanyaan bermunculan yang pada intinya menanyakan “mengapa harus menggunakan kursi roda?”

Tentu ada 2 hipotesa secara garis besar:

  1. Takut terjatuh karena masih belum fit benar. Dengan kata lain, memang (masih) sakit. Kursi roda adalah langkah preventif.
  2. Pura-pura berkursi roda. Kursi roda adalah kedok.

Hipotesa ini tidak bisa menyimpulkan apapun, karena kita tidak memiliki data. Data Laporan Dokter tentang kesehatan Udar.

Kalaupun Udar berpura-pura berkursi roda, pertanyaan besar muncul: Untuk Apa ?  Apakah keputusan hakim akan berpengaruh bila Udar berkursi roda dan tidak berkursi roda?

Namun yang lebih membangkitkan rasa penasaran adalah:

(1)

Harga di dokumen pengadaan 18 bus¬†yang di TTD Udar = total Rp59,8 miliar. Harga 18 bus dari perusahaan vendor = Rp51,3 miliar). Ini kan sebetulnya “mudah” ya. Bila memang ada korupsi, pastilah berarti bahwa Divisi/Bank Pembayaran Pemkot DKI mentransfer dengan salah satu dari 2 cara ini:

(a) Split –> Rekening X (pribadi/korporasi/organisasi) sebesar Rp 8.57M + Rekening Vendor sebesar Rp 51.3M.

(b) Mediator –> ditampung ke Rekening X dulu (Rp 59.8M), baru dari Rekening X ditransfer ke Vendor (Rp 51.3M)

Cara investigasi cara (a) dan (b) adalah melihat dokumen pembayaran Divisi/Bank Pembayaran Pemkot DKI. Khusus untuk cara (b), bisa dengan mengecek dari rekening bank Vendor. Di rekening bank vendor pasti tertera siapa pengirim uang pembayaran tersebut.

Di dalam kasus ini, apabila ada pihak yang mencurigai bahwa Pengambil Keputusan¬†(Gubernur/Wakil Gubernur) adalah pihak yang sebetulnya korupsi, saya akan jawab “mungkin, tapi kecil kemungkinannya”.¬†Yang lebih besar kemungkinannya adalah¬†“Udar kongkalikong dengan pemilik rekening X tersebut”. Namun, kemungkinan kecil pun perlu diperhitungkan. Siapa tau ada yang memanfaatkan kesalahan TTD Udar ?

Apakah “rekening X” ini sudah diungkap oleh pihak penyidik/jaksa penuntut?

Bila sudah, mengapa Udar malah dibebaskan? Bila Udar dibebaskan, apakah berarti Rekening X itu bukan milik Udar ? Milik siapakah Rekening X tersebut ? Lebih tepat lagi, kalo Udar dibebaskan, apakah sebetulnya ada kasus korupsi? Siapa dong yang korupsi?

(2)

Mengapa rekening Udar di Bank Mandiri cabang Cideng sebesar Rp4,64 miliar dan di BCA sebesar Rp1,87 miliar, dinyatakan BUKAN gratifikasi ? Apakah ada bukti kuat bahwa ini adalah hasil kerja keras Udar / Keluarga nya atau Hibah/Warisan ? Yang menarik adalah bila memang ini kerja keras, berapa gaji bulanan Udar sebagai Kadishub ? Bila uang tersebut sebetulnya hasil usaha keluarga, apakah perusahaan keluarga Udar sudah diperiksa oleh kantor pajak atau kantor akuntan ? Demi nama baik Udar, ada baiknya dilakukan klarifikasi/konfirmasi. Bila perlu, kalau merasa tercemar nama baiknya, harus dipulihkan secara hukum.

(3)

Berlaku sama seperti no.2.   Apakah ada bukti kuat bahwa ini adalah hasil kerja keras Udar / Keluarga nya atau Hibah/Warisan ? Yang menarik adalah bila memang ini kerja keras, berapa gaji bulanan Udar sebagai Kadishub ? Bila uang tersebut sebetulnya hasil usaha keluarga, apakah perusahaan keluarga Udar sudah diperiksa oleh kantor pajak atau kantor akuntan ? Demi nama baik Udar, ada baiknya dilakukan klarifikasi/konfirmasi. Bila perlu, kalau merasa tercemar nama baiknya, harus dipulihkan secara hukum.

Last but not least,

bila disebutkan sebagai Gratifikasi pada nomor 2 dan 3, siapakah pemberi gratifikasi tersebut ?

Apakah sudah diperiksa ?

Demikian pendapat saya sebagai Analis pendeteksi Kebohongan.

Tidak ada kesimpulan yang saya buat di dalam artikel ini.

Tidak ada judgment kepada Udar atau siapapun.

Selamat kepada Udar karena telah divonis bebas dari dugaan 3 gratifikasi tersebut di atas.

Semoga kasus Udar terbuka lebar.

Bila beliau tidak bersalah, nama baik beliau harus dipulihkan.

Salam,

Handoko

http://www.handokogani.com

@LieDetectorINDO

#FBI2015 #FestivalBOHONGIndonesia

“DUA” EKSPRESI JOKOWI (Kompas, 19 Sept 2015)

Sahabat, pernahkah kalian melihat video blusukan Jokowi atau pertemuan Jokowi dengan pelaku usaha transportasi di Istana Negara?

Bila sudah melihat 2 video tersebut, Anda mendapatkan ekspresi wajah apa pada Jokowi?

Ekspresi wajah dengan emosi yang jujur.

Anda menyebutnya ekspresi wajah “apa adanya”

Ekspresi wajah “diri sendiri”.

Ekspresi wajah asli.

Di dalam video tersebut, saya memperhatikan memang ekspresi wajah beliau mencerminkan emosi asli. Tidak ada Facial Micro Expression (Ekspresi Wajah mikro) yang mengisyaratkan adanya emosi yang berbeda. Senyum Beliau memang menunjukkan kegembiraan beliau.

Jokowi1 Jokowi 2

Ceritanya menjadi lain ketika beliau bertemu dengan para elit politik dan maaf, bahkan termasuk juga dengan wartawan. Kita masih bisa melihat adanya emosi yang tidak selaras dengan ekspresi gestur, suara, kata-kata ataupun gaya berkomunikasi beliau. Beliau diam padahal sedang marah. Beliau marah tapi masih terlihat tenang, padahal intensitas marah beliau sudah mencapai level tertinggi.

Mengapa bisa demikian? Mengapa bisa ada “dua” ekspresi?

Menurut saya, salah satu jawabannya ada pada foto Jokowi bersama Ahok.

Ekspresi wajah paling ‚Äúlepas‚ÄĚ atau paling ‚Äújujur‚ÄĚ dari Bpk Presiden kita justru hanya ketika Jokowi bersama Ahok. Anda tidak menemukan ekspresi Jokowi yang selepas itu dalam jangka waktu yang lama secara konsisten dan kontinu, bila beliau bersama orang lain.

Karena, Jokowi merasa Ahok akan bersikap apa adanya, berkata apa adanya, tanpa bermaksud menjilat atau menutup-nutupi fakta. Dan bahwa Ahok adalah seorang gubernur yang berharap pada Jokowi, merasa membutuhkan Jokowi, menghargai dan mencintai Jokowi.

Analisa ini saya buat dengan landasan keilmuan. Bukan Jokower ataupun Teman Ahok.

Dan analisa ini sudah diulas oleh Harian Kompas, 19 September 2015.

Kompas

Salam,

Handoko

http://www.handokogani.com

@LieDetectorINDO

IG/FB: Handoko Gani

#FBI2015

#FestivalBOHONGIndonesia

LUGU – kah MARYJANE ?

Banyak media dan juga teman2 di SocMed yang menyatakan wajah seseorang lugu. Setelah kasus Gibran yg ekspresi-nya dianggap menunjukkan ia seorang yg angkuh, kini seorang terpidana #HukumanMati yang dinilai seorang yang LUGU dari ekspresi wajah-nya. Saya ingin menekankan bahwa ada perbedaan antara Face Expression yg berdasarkan riset 50+ tahun lebih dari seorang Tokoh Psikologi dunia yang masih hidup, Paul Ekman PhD, dengan Face Reading. Paul Ekman menemukan bahwa Ekpresi Wajah atau Face Expression bisa menunjukkan emosi seseorang. Ada 7 Emosi manusia yang ternyata bersifat universal.¬†Ekspresi Anda saat Jijik, merendahkan orang (superior), terkejut, senang, sedih, takut, dan marah = Ekspresi siapapun di dunia, termasuk Suku yang ada di pedalaman negara manapun. Menurut Paul Ekman PhD, Face Expression TIDAK BISA menunjukkan karakter manusia scara universal, entah itu angkuh, ramah, lugu, belagu, dsbnya. Definisi Anda dan Saya, mungkin pacar Anda atau Atasan Anda tentang Ekspresi Wajah yang menunjukkan karakter TIDAK UNIVERSAL. Menurut Anda, wajah X = lugu ; Menurut Saya, wajah Y yang lugu. dsbnya. Jadi,¬†mari gunakan Ekpresi Wajah untuk mengartikan emosi yang dirasakan seseorang. Emosi ASLI. Kembali kepada Kasus #MaryJane yang dianggap #Lugu karena ekspresi wajah-nya di foto. Saya mencoba menganalisa ekspresi wajah-nya menggunakan Facial Action Coding System (FACS):¬†Sistem Kode Ekspresi Wajah berdasarkan Otot Wajah yang diciptakan oleh¬†Paul Ekman PhD sejak thn 1978 : http://www.paulekman.com/product-category/facs/ Mengapa Paul Ekman menciptakan FACS ? Karena Anda dan saya, semua orang bisa memiliki pemahaman ekspresi wajah yg berbeda. Senyum saja ada 18 tipe. Belum lagi Marah, Sedih, Terkejut, Jijik, Takut, ataupun merasa superior. Kita bisa bingung ekspresi seperti apa yang dimaksud. Tetapi, begitu kita tahu kode-kode FACS yg disimbolkan sebagai AU (Action Unit), justru semua FACS coders terlatih dgn jam terbang tinggi bisa menirukan kembali ekspresi wajah yang dimaksud. Silakan Anda klik 2 foto di bawah ini untuk memperbesar penglihatan Anda. Gambar #1: MJ 1 Ketika Anda melihat Ekspresi di atas, makna Ekspresi Wajah di atas adalah: seseorang yg sedang tertunduk ke bawah. Mungkin ia sambil berpikir sesuatu ataupun “blank” ; saya perlu melihat bukti AU 4 (Brow Lowerer) utk memastikan ada cognitive loading (proses berpikir). Sayangnya, karena #MaryJane menunduk, saya sangsi memberikan kode AU 4. Gambar #2: MJ2 Ketika Anda melihat Ekspresi di atas, makna Ekspresi Wajah di atas adalah: seseorang yg bersedih sedang¬†melihat ke arah tertentu, dengan arah kepala menengok ke kanan, tapi arah mata ke kiri, sambil¬†mencerna sesuatu (cognitive loading). Sekali lagi, Face Expression tidak menterjemahkan Karakter dari Wajah. Jadi, dari perspektif keilmuan saya, LUGU tidak ter-ekspresikan di wajah seseorang, termasuk #MaryJane. Dan, bila Anda mengkaitkan antara karakter seseorang misalnya Lugu, dengan ke #BOHONG an, Saya ingin menyatakan bahwa siapapun bisa berbohong, apapun karakter-nya, apapun latar belakang pendidikannya, apapun tingkat ekonomi-nya, apapun profesi¬†seseorang, … siapapun bisa ber #BOHONG + siapapun sama kedudukannya di dalam hukum. tapi … Statement ataupun Analisa saya ini TIDAK menyatakan #MaryJane bersalah atau tidak bersalah. Itu bukan wewenang saya. Saya juga #AntiHukumanMati bagi siapapun. Baik bagi #MaryJane ataupun terpidana mati lainnya. Termasuk, bandar narkoba. Termasuk juga orang Indonesia yang terhukum mati karena kasus “menjadi kurir” yang sama:¬†http://bit.ly/1HKrbXp¬†; apapun alasan-nya, baik sang Kurir tahu bahwa barang tersebut adalah narkoba, baik sang Kurir tidak tahu barang yg dikirimnya adalah narkoba, baik sang Kurir tidak tahu dirinya dijadikan Kurir. Semoga kasus #MaryJane dan¬†http://bit.ly/1HKrbXp¬†bisa diselesaikan tanpa #HukumanMati Salam hangat, Handoko Gani Baca juga:

  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat kasus BG/AS: http://wp.me/p4S2VJ-4Z
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat buka botol air minum untuk Mega: http://wp.me/p4S2VJ-7b
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat menuangkan air minum ke Aher: http://wp.me/p4S2VJ-76
  1. Analisa Ahok di Mediasi DPRD-AHOK: http://wp.me/p4S2VJ-5N
  1. Analisa Ahok di KompasTV: http://wp.me/p4S2VJ-6F
  1. Analisa Ekspresi #Gibran: http://wp.me/p4S2VJ-6Z
  1. Analisa Ekspresi #MaryJane: http://wp.me/p4S2VJ-7e
  1. Homepage : www.handokogani.com

Apa salahnya Jokowi menuangkan air minum pada Aher ?

Saya bukan mendewakan seseorang, apalagi presiden Jokowi.

Tapi, Saya gatal membaca ketidakbenaran “analisa” yang dipublikasikan secara umum.

Entah ekspresi wajah ataupun body language Jokowi seringkali disalahtafsirkan !

Betul ! Salah tafsir ! Mengapa? karena tidak menggunakan dasar ilmu, tapi hanya penafsiran saja, entah berdasarkan “baca sana baca sini” atau “nonton sana nonton sini” atau berkaca pada pengalaman pribadi.

Lihat saja berita ini: http://buff.ly/1Gll634

Yang perlu diluruskan sebetulnya adalah: Bukan Jokowi yg sungkan di foto ini,tapi Aher

Ekspresi Jokowi cognitive/normal saja. 

Jokowi & Aher
Tidak selayaknya dibuat heboh.

Malah justru seharusnya kita mengacungkan jempol kepada seorang presiden yang rendah hati dan tetap menjaga budaya kesopanan seorang muda pada orang lebih tua (Aher).

Semoga lebih menjelaskan kehebohan ini.

Mari fokus yang lain.

Baca juga:

  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat kasus BG/AS: http://wp.me/p4S2VJ-4Z
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat buka botol air minum untuk Mega: http://wp.me/p4S2VJ-7b
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat menuangkan air minum ke Aher: http://wp.me/p4S2VJ-76
  1. Analisa Ahok di Mediasi DPRD-AHOK: http://wp.me/p4S2VJ-5N
  1. Analisa Ahok di KompasTV: http://wp.me/p4S2VJ-6F
  1. Analisa Ekspresi #Gibran: http://wp.me/p4S2VJ-6Z
  1. Analisa Ekspresi #MaryJane: http://wp.me/p4S2VJ-7e
  1. Homepage : www.handokogani.com