Pesan di balik tawa jokowi temani janethes dan sedah mirah beri makan burung dara

Tumben-tumben-an ndak ada wartawan yang contact saya untuk membahas ini : https://news.detik.com/berita/d-5890658/penuh-tawa-jokowi-temani-jan-ethes-sedah-mirah-beri-makan-burung-dara

Postingan ini : https://www.instagram.com/tv/CYgfC7Ptr-A/ sebetulnya sangat menarik.

“Akhir pekan yang menyenangkan bersama cucu-cucu.” setelah sebelumnya sempat posting : https://www.instagram.com/p/CYV0yiEPEgj/ tentang kunjungan beliau saat anak2 sedang divaksin.

Saya terus berpikir pemilihan kalimat yang dipergunakan, despite the fact bahwa : yang mengetik bukanlah Pak Jokowi. Nevertheless, saya coba meneruskan analisis saya.

Kalimat tersebut digunakan oleh seseorang yang baru saja menyelesaikan pekerjaan yang menyita waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian kita. Dan bersama cucu-cucu adalah suatu hal yang menyenangkan – recharging sebelum “the next”.

Pemilihan “burung dara” putih dengan pakaian putih ini juga mungkin sebuah pesan. Putih menunjukkan suatu yang “pure” and free.

Di sisi lain, paspampres yang bermasker dan menjaga jarak, sementara bocah-bocah itu tanpa masker saat bersama “burung dara” ?

Kemudian, beliau mengajak anak-anak tersebut untuk bermain-main di lokasi indoor istana dan mengunjungi patung-patung / spot-spot monumen pahlawan.

PESAN apa yang ingin beliau sampaikan ?

Apakah saya mengada-ngada ?

Saya berpikir ada 1 pesan yang mungkin tersampaikan.

Pesan yang sangat kuat.

Di tengah kesibukan kita semua bekerja mencurahkan pikiran, tenaga, waktu dan emosi, kita ingin pulang dan mendapati anak-anak kita sehat dari sekolahnya, dimana kita yang juga menjaga kesehatan ini akan bisa bermain dengan anak-anak kita saat weekend di dalam lingkungan rumah kita. Bukan di luar rumah seperti mall, di tengah pandemi korona ini.


Last,

menarik sekali melihat anak2 melihat monumen2 pahlawan. Sebuah tempat yang keliatannya tidak menarik untuk tempat bermain.

Bukankah ini pesan yang kuat ?

Untuk Kemenkes, Kemendikbud, Sekolah, OrangTua, Pengusaha Transportasi, hingga RT RW tempat sekolah berada ?

yaitu bahwa :

  • Anak-anak harus tetap dalam kondisi sehat sekalipun bersekolah
  • Upaya tersebut perlu kerjasama bersama pihak2 di atas
  • Karena, hal tersebut demi negeri ini. Ada dampak besar pada ekosistem sekolah , bila anak2 tidak bersekolah tatap muka lagi. Dan di sisi lain, orang tua sedang berusaha berjuang di tengah situasi kondisi pandemi dan kehilangan waktu, tenaga, pikiran, bersama anak-anak.

Hahaha… am I over-analyzing it ? Maybe. Hahaha…

Handoko Gani

BOLEHKAN PRESIDEN BERBOHONG ?

BOLEHKAH PRESIDEN BERBOHONG ?

 

Topik ini saya angkat karena saya terinspirasi artikel yang dikirimkan guru besar saya ketika membahas tentang 2 kandidat presiden Amerika Serikat: Hillary Clinton dan Donald Trump, yang saling dituduh/tertuduh sebagai capres yang suka berbohong.

 

Saya ingin bertanya kepada Anda. Presiden mana-kah yang Anda pilih ? Seorang Presiden yang tidak bisa berbohong atau seorang Presiden yang tidak akan berbohong ? (Selanjutnya, saya sebut Presiden = Pemimpin)

 

Saya ingin Anda merenungi penjabaran saya berikut ini.

 

Adakah orang yang lebih suka berbohong dari saya atau Anda ? Pasti. Tapi…darimana kita tahu ? Manusia sudah berbohong sejak usianya 2 tahun. Anda, Saya, sang Pemimpin terpilih ataupun Capres yang kalah sama-sama sudah berkali-kali melanggar janji juga selama kita hidup di dunia. Dan, di sisi lain, hingga hari ini, tidak ada 1 riset pun atau 1 alat apapun yang bisa menghitung jumlah kebohongan kita. Dalam kaitannya dengan politik, bisakah kita menyatakan Pemimpin X adalah seorang Pembohong ? Tidak bisa. Karena alasan yang sama seperti di atas. Lagipula, Anda dan Saya hanya tahu kontrak/janji politik yang dibuka kepada publik. Kita tidak tahu kontrak/janji politik di balik layar. Darimana Anda tahu Capres X atau Pemimpin X adalah orang yang lebih banyak berbohong daripada Capres Y atau mantan Pemimpin X ?

 

Bukankah perkataan tidak sama, tidak konsisten = Pembohong ? Contoh saja soal banjir. Mengklaim kepada publik bahwa tidak ada terjadi banjir, namun akhirnya terjadi banjir setelah hujan seharian = Pembohong ? Saya ingin tegaskan bahwa Anda perlu tahu lebih dalam tentang definisi bohong. Pernyataan tersebut masih bisa dikategorikan sebagai pernyataan yang kepede-an atau mungkin “sesumbar”, tetapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebohongan. Mengapa demikian ? Karena ketika menyatakan hal tersebut, sang Pemimpin sudah mendapatkan laporan ini itu yang mana memang berdasarkan standar keilmuan apapun, tidak akan terjadi banjir. Eh….namun, siapa sangka, terjadi hujan dengan curah hujan di atas rata-rata, yang tidak diprediksi oleh BMG dan lembaga terkait lainnya, atau ternyata di luar dugaan terjadi kebocoran di bendungan, atau hal-hal di luar perkiraan keilmiahan dalam laporan tersebut. Ini bukan bohong lho !!! Bohong itu contohnya adalah sudah tahu bahwa berdasarkan laporan ini itu, bisa terjadi banjir besar. Namun, demi melindungi reputasi diri, sang Gubernur menyatakan kepada media dan masyarakat bahwa tidak akan terjadi banjir bahkan genangan sekalipun.

 

Bukankah tidak menepati janji = Pembohong ? Bukankah bila sudah berkali-kali melanggar janji = Pembohong ? Wah, Anda salah lagi ! Dalam konteks politik, BOHONG adalah ketika seorang Kandidat Pemimpin mengumbar janji* politik kepada publik yang sebetulnya dia sendiri tahu bahwa dia tidak bisa laksanakan, dia sendiri enggan melaksanakan, atau yang dia tahu betul bahwa itu hanya janji kosong demi menarik masyarakat memilih dirinya. Bila sang Pemimpin ternyata belum/tidak berhasil mewujudkan janji politik yang ia buat dulu dengan alasan adanya penghalang-penghalang yang tidak terkalkulasi sebelumnya, atau ternyata ada prioritas mendadak, dsbnya yang membuat dirinya tidak memenuhi janji politik tersebut, aka secara definisi, sang Pemimpin terpilih ini tidak dikategorikan berbohong.

 

Adakah Kandidat Pemimpin atau Pemimpin terpilih yang tidak bisa berbohong ? Tidak ada. Hanya Sang Pencipta yang tidak bisa berbohong. Kalo ada yang klaim dirinya tidak bisa berbohong, dia sendiri sudah berbohong dengan pernyataannya ini.

 

Adakah Kandidat Pemimpin yang tidak akan berbohong bila terpilih ? Hm…tidak ada ! Hanya Sang Pencipta yang tidak pernah berbohong, tidak bisa berbohong, dan tentunya tidak akan berbohong di masa depan.

 

Lantas, bila tidak ada orang yang tidak bisa berbohong dan juga tidak ada orang yang tidak akan berbohong lagi di masa depan, Pemimpin seperti apakah yang harus kita pilih ?

 

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, satu pertanyaan penting yang ingin saya tanyakan: Bolehkah Pemimpin “berbohong” dalam konteks politik untuk kepentingan negara, bangsa, dan rakyat Indonesia ?

 

Anda bingung ? Izinkan saya menjawabnya.

BOLEH ! Presiden Indonesia “boleh” berbohong, apabila taruhannya adalah negara, bangsa, dan rakyat Indonesia. Malah, ketika dalam kondisi genting, Presiden “diberikan wewenang” untuk menggunakan 2 tipe bohong berikut ini Concealment Lie dan Falsification Lie. Concealment Lie adalah kebohongan yang dilakukan dengan cara menyembunyikan info/data/fakta tertentu dan menonjolkan info/data/fakta lainnya untuk menguntungkan diri sendiri/kelompok. Falsification Lie adalah kebohongan yang dilakukan dengan cara memalsukan info/data/fakta tertentu.

 

Bagaimana dengan kebohongan dari Presiden Clinton terkait Monica Lewinski ? Beberapa kali sang Presiden menyangkal adanya interaksi sosial dengan Monica Lewinski, apalagi yang terkait dengan interaksi seksual. Jenis kebohongan ini memang termasuk dalam Concealment Lie, akan tetapi tujuannya bukanlah untuk kepentingan negara, bangsa dan rakyat Amerika. Tujuannya adalah untuk membela diri sendiri dari ancaman impeachment.

 

Hal yang sama juga berlaku bagi kebohongan yang dilakukan oleh Presiden Nixon terkait skandal Watergate. Kebohongan jenis ini tidak “diperbolehkan”. Sang Presiden melakukan kebohongan demi memuluskan kekuasaannya, mulai dari skandal uang dalam kampanye nyapres-nya hingga penyalahgunaan kekuasaan penegak hukum untuk menyingkirkan orang/kelompok penentangnya, termasuk juga mencegah terjadi investigasi terkait Watergate.

 

Contoh kebohongan pemimpin/presiden yang “diperbolehkan” antara lain ketika Jendral Eisenhower membohongi Nazi tentang lokasi pendaratan pasukannya, dimana kebohongan ini berbuah manis dengan kalahnya Nazi. Bayangkan bila Jendral Eisenhower berkata jujur pada Nazi, apakah bisa menang dari Nazi saat itu ? Apakah perang dunia bisa diakhiri ?

 

Tentu masih banyak kebohongan yang “diperbolehkan” lainnya, dimana bila pemimpin berkata jujur, justru akan membahayakan negara-nya, bangsa-nya dan rakyatnya. Mulai dari zaman penjajahan dulu, banyak pemimpin kita yang “membohongi” penjajah demi melindungi kepentingan rakyat Indonesia. Dan, tentu berlaku hingga hari ini.

 

Saya berharap Anda memahami makna kebohongan sekali lagi, dan kali ini sekaligus juga memahami bahwa seorang Presiden atau Pemimpin “diperbolehkan” berbohong ketika negara, bangsa, dan rakyat ini dalam pertaruhan. Justru, sang Presiden atau Pemimpin ini harus “dilatih” agar ia bisa menyampaikan kebohongan “legal” tersebut secara sedemikian rupa sehingga menyerupai BASELINES verbal dan nonverbal-nya dan lolos dari pengamatan pemimpin negara lain. Hal ini sangat penting karena hakikatnya kebanyakan pemimpin di dunia sangat tahu betul bahwa ada sekelompok orang dengan keahlian Human Lie Detector yang bisa mendeteksi kebohongan seseorang melalui 5 kanal tubuh: wajah, gestur, suara, kata-kata, dan gaya bicara.

 

Sekali lagi, saya juga sekalian meluruskan ya. Yang disebut Human Lie Detector haruslah menguasai teknik analisa verbal (suara, kata-kata dan gaya bicara), bukan hanya teknik analisa nonverbal (wajah dan gestur), karena pada hakikatnya gaya komunikasi manusia adalah secara nonverbal dan nonverbal. Tidak benar bila ada seseorang yang mengaku-ngaku sebagai Pendeteksi Kebohongan tetapi hanya menguasai ilmu ekspresi wajah dan atau gestur saja. Apalagi, itu pun salah analisa.

 

Saya termasuk di dalam kelompok ini, dimana sejak Februari tahun lalu, saya berturut-turut telah mengulas analisa verbal dan nonverbal terhadap presiden kita, antara lain dalam interview dengan Kompas TV, pertemuan presiden dengan Pak Prabowo, semua press conference terkait kasus KPK-Polri atau BG-BW, liputan media ketika presiden mengadakan open house dengan kelompok rakyat tertentu termasuk para komedian, interview media terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus rekaman “papa minta saham” termasuk Presiden sendiri dalam press conference – nya, hingga terakhir saya menganalisa pak presiden dalam pidato kenegaraan: http://nasional.kompas.com/read/2016/08/25/14580781/pesan.dari.intonasi.suara.presiden. Sama seperti saya memberikan support kepada Polda, KPK ataupun BPK, saya juga bisa melatih kepekaan dan keahlian pak presiden agar bisa mendeteksi perubahan BASELINES verbal dan nonverbal presiden negara lain ketika bertemu bersama-sama dalam pertemuan negosiasi antar negara.

 

Akhir kata, bolehkah seorang presiden (ataupun pemimpin lainnya) berbohong ? “Boleh” bila negara, bangsa dan rakyatnya dirugikan bila jujur. “Tidak Boleh” bila kebohongan itu hanya dilakukan demi diri sendiri, partai-nya atau pendukung-nya.

Apakah hal ini mudah dilakukan ?
Tidak mudah.
namun, bisa dilakukan.

Silakan Anda membaca definisi BOHONG dari tautan saya ini: https://handokogani.com/2016/09/07/apakah-pemimpin-yang-banyak-melanggar-janji-adalah-pembohong/

 

Akhir kata, semoga Anda tercerahkan.
Artikel ini adalah versi lengkap dari artikel di http://nasional.kompas.com/read/2016/08/29/20580081/bolehkah.presiden.berbohong.

 

Hormat saya,

Handoko Gani

Website: www.handokogani.com

Twitter: @LieDetectorID

Email: me@handokogani.com ; handoko_g@yahoo.com

  • Team Ahli Kepolisian untuk kasus kriminal tertentu, antara lain: kasus kopi beracun
  • Narasumber Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan, mulai dari team HRD, Public Relation, Team Monitoring (Intel), Penyelidik, Penyidik, Penindakan hingga Jaksa Penuntut Umum, termasuk yang berlatar belakang polisi, jaksa, dan hakim.
  • Narasumber berbagai perusahaan swasta
  • Narasumber media, termasuk narasumber khusus Harian Kompas untuk analisa komunikasi verbal dan nonverbal dari Presiden Jokowi, dan Penulis Kolom di Kompas.com
  • Penulis buku “Mendeteksi Kebohongan” yang bisa dibeli di Gramedia* terdekat
  • (P.S.: Buku habis di banyak Gramedia. Mohon japri ke me@handokogani.com atau handoko_g@yahoo.com untuk informasi lebih detail)

    P.S.: Untuk seminar/training, baik online ataupun tatap muka, harap japri ke me@handokogani.com atau handoko_g@yahoo.com untuk informasi lebih detail)

 

Analisa Wajah Afif (Almarhum)

Bila kita menerapkan analisa dengan Facial Action Coding System (FACS),

sebetulnya, dari jarak jauh sekalipun, bahkan masih ratusan meter,

seseorang dengan ekspresi seperti Alm. Afif ini sudah harus segera dilumpuhkan.

 

Sang Pencipta masih baik pada Indonesia, dimana Afif justru meninggal karena bom-nya meledak sendiri.

http://news.detik.com/berita/3120364/aksi-akbp-herry-mengevakuasi-rais-yang-terkapar-di-tengah-teror-isis

 

Tanpa mengurangi rasa kemanusiaan saya kepada Afif, saya permisi mengatakan bahwa: ekspresi wajah seperti Beliau ini telah memenuhi syarat “potential offensive” atau “destructive”, di tengah-tengah kerumunan yang justru sedang panic (takut), baik terlihat secara gesture tubuh (yang menjauh kerumunan) ataupun wajah yang ketakutan.

 

Saya akan perbesar wajah beliau sejelas mungkin

.

afif1face afif 1

 

Di perbesaran ekspresi ini, kita menemukan adanya gerak mata yang ke kiri, disertai gerakan bibir bawah yang membuat bibir menjadi lebih rapat + bentuk bibir atas yang condong ke depan. Kemungkinan alis mata juga turun + mata sedikit mendelik.

 

Ini ekspresi destruktif menyimpan kemarahan.

Di tengah2 kerumunan orang yang takut, tentu patut dicurigai.

Tidak selaras. face afif 2

Sayang sekali, beliau sempat menembak Alm. Rais, warga sipil yang tidak bersalah. Wish bisa terdeteksi sejak awal. Mungkin saatnya mengoptimalkan keahlian membaca wajah seseorang, baik dengan Micro Expression atau langsung dengan Facial Action Coding System. Hm…mungkin saatnya lebih siap siaga.

 

Salam hangat,

Handoko Gani, SE, MBA, BAII

Lie Detector Indonesia

@LieDetectorID

 

KALEIDOSKOP EKSPRESI 2015 – JOKOWI

KALEIDOSKOP EKSPRESI JOKOWI 2015: JOKOWI MANUSIA BIASA

 

 

Di penutupan tahun pertama, saya berpikir keras apa yang akan saya wariskan bagi tahun penuh memori dalam hidup saya ini. Warisan yang tidak biasa tentang tahun yang tidak biasa ini.

 

Warisan yang tidak biasa, karena bentuk warisan ini haruslah terkait bidang “forensic emotion, credibility, and deception” (uji forensik emosi, kredibilitas, dan penipuan) atau “Lie Detection” (pendeteksi kebohongan). Warisan tahun pertama.

 

Tahun yang tidak biasa, dimana terjadi banyak gejolak sosial pasca pemilihan presiden-wakil presiden. Sahabat karib bermusuhan, komunitas pecah, haters-follower saling serang, dan bermunculannya para soko-Haters dan soko-Followers. Tahun ini pula terjadi banyak gejolak politik. Dan juga tahun gejolak ekonomi akibat nilai tukar rupiah terhadap dollar.

 

Akhirnya, saya tergelitik untuk menulis Kaleidoskop 2015 ini.

Kaleidoskop 2015 yang pertama kali saya buat tentang orang lain.

Kaleidoskop tidak biasa dari seseorang yang juga tidak biasa.

Seorang presiden.

 

Kaleidoskop ini saya namakan:

KALEIDOSKOP EKSPRESI 2015: JOKOWI

Jokowi yang dituduh “Pemimpin Boneka”. Salah satunya karena foto ekspresi ini.

Padahal, secara analisa ekspresi wajah, ini bukan ekspresi takut dari seorang petugas partai. Dan foto ini asli nya diambil bersama2 dengan beberapa tokoh lainnya.

Eks 1

Foto ini juga merupakan salah satu foto yang menimbulkan persepsi keliru tentang Jokowi.

Kala ini beliau tengah menuangkan air minum kepada Aher.
Disangka Haters, beliau adalah seorang presiden yang takut pada “senior”. Padahal, gestur dan wajah beliau biasa saja. Justru ekspresi sungkan ada pada ekspresi wajah dan gestur Aher.

Eks 2

Video wawancara beliau di Kompas TV merupakan video yang diejek Haters dan sempat membuat Pendukung Jokowi juga ragu.

Beliau terlihat santai, tertawa2, mata nya bisa melihat ke atas-kiri-kanan, dan penuh guyon.

Beliau diejek sebagai presiden yang “memalukan”, tidak berwibawa, ragu2 dan (lagi-lagi) presiden boneka.

Sejatinya, di salah satu mikro ekspresi beliau, justru sebetulnya beliau marah pada KPK dan apa yang terjadi di dalam nya.

Tambahan lagi,

Di salah satu statement non-verbal nya,
Beliau pun sudah mengindikasikan bahwa beliau tidak ingjin mengintervensi proses hukum, namun bila masih berlarut-larut, beliau telah memikirkan jalan keluarnya.

Eks 3.png

Foto ini pun menjadi salah satu foto yang digunakan Haters untuk mendeskreditkan wibawa Jokowi.

Di foto yang banyak beredar dengan angle dari kanan dan sudah di-crop sepinggang saja, nampak Jokowi seperti takut pada Prabowo yang datang diundang ke istana negara, pada saat ramai2nya kasus BG dan BW serta AS; Polisi dan KPK.

Sejatinya, Jokowi berdiri satu tangga di bawah Prabowo dan tangannya terulur seperti ingin mempersilahkan Prabowo turun tangga, atau mungkin menunjukkan sesuatu, atau meminta beliau yang berbicara pertama kali.

Bisa jadi tidak bermaksud berjabat tangan karena jelas saat itu mereka berdua baru saja meeting di dalam istana dan baru saja dalam posisi berjalan keluar sambil tertawa.

Eks 5

Eks 5b

Masih dalam jumpa pers setelah pertemuan dengan Prabowo di istana Bogor.

Ini adalah foto kemarahan beliau seraya menegaskan bahwa beliau tidak ingin dan tidak bisa dipaksa siapapun untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berlangsung pada AS, BG dan BW.

Haters menyebarkan isu bahwa Jokowi adalah seorang presiden yang tidak bisa tegas, cuek, tidak berdaya dan hanya menuruti keinginan partai nya.
Padahal, sebagaimana yang juga muncul dalam rekaman percakapan SN, MR dan MS;
dalam kasus ini, justru Jokowi dikatakan “keras kepala” bersikeras dengan pilihannya.

Eks 4

Beliau jelas marah, Haters.

Namun, beliau tidak mengumbar amarahnya dengan berteriak-teriak atau memukul.

Eks 6

Ini foto yang cukup heboh dan digunakan Haters untuk mengatakan Jokowi pro Zionis Yahudi. Bahkan, saat saya men-twit foto ini, saya juga “diserang” oleh salah satu ekstremis Hater.

Tak heran kan bila ekspresi beliau ini menjadi kontroversial tahun ini?

Baca baik2 karena justru Bapak Presiden kita tidak dalam posisi super percaya atau memihak pada Amerika ataupun Barack Obama.

 

Eks 7.png

Foto ini sebetulnya justru mengungkap bahwa Pak Presiden telah mengetahui perihal bocornya rekaman percakapan SN, MR, dan MS. Beliau marah.

Eks 8

Bukan hanya Publik yang terkejut, tetapi anggota DPR, MKD hingga para tokoh politik lainnya.

Bahkan, rekan wartawan yang selama ini bertugas meliput kegiatan beliau, pun mengatakan bahwa belum pernah melihat presiden seperti itu.

Ya. Beliau murka.
Murka pada proses sidang MKD dan para anggota nya yang disinyalir akan memberikan keringanan hukuman pada SN. Bahkan, ada PDIP pun menyindir JK dan mengingatkan bahwa seorang Soekarno pernah di kudeta karena hal begini.

Hasilnya: …
MKD menerima pengunduran diri SN tanpa pernah membuat keputusan apapun tentang SN.

SN masih menjabat di Golkar.

namun, hari ini,
Kejaksaan Agung menyatakan akan memproses SN sesuai hukum yg berlaku.

Eks 9

Foto ini juga tidak kalah kontroversialnya.

Foto ini adalah ketika beliau kembali melakukan blusukan di Jakarta, setelah sekian bulan menjabat sebagai presiden. Tentunya bersama orang yang sangat paling beliau percayai: AHOK.

Aneh?
Karena beliau tertawa lepas?

Ya, karena beliau bersama rakyat yang beliau perjuangkan.

Dan beliau bersama AHOK: orang yang paling beliau percayai.

di saat buruh sedang berdemo di ibukota.

Eks 10

 

Ini juga salah satu foto dalam kegiatan kontroversial.

Aneh?
karena presiden tertawa lepas.

Iya, ini beliau bersama rakyat nya.

Beliau memanggil para pelaku transportasi termasuk para sopir gojek.

Kegiatan ini juga jadi ejekan Haters gara2 setelah 3 bulanan, Kemnhub mengeluarkan peraturan yang melarang pengoperasian Gojek, Grab:, Uber dsbnya.

Apa yang dilakukan presiden?
Peraturan itu dibatalkan.

Eks 11.png

 

——

 

Inilah foto favorit saya tahun ini.

Best of The Best.

Foto ini adalah foto beliau dalam sebuah kegiatan paling kontroversial tahun ini.

Dilaksanakan ketika pembacaan hasil sidang MKD.

dengan mengundang para Komika/pelawak ternama Indonesia.

Pak Butet mengatakan ini adalah gaya komunikasi yang sangat luar biasa seakan menggambarkan ekspresi beliau terhadap apa yang sedang terjadi di sidang MKD, dan keputusan yang diambil.

Eks 12.png

 

Salam,

 

Handoko Gani, SE, MBA, BAII

Lie Detector Indonesia

@LieDetectorID

Fb Handoko Gani / Page Lie Detector Indonesia

IG Handokogani

P.S.:

Susah mengikuti seminar di Jakarta? Tertarik untuk mengikuti SEMINAR ONLINE tentang deteksi kebohongan dalam kehidupan sehari2? Gak perlu hilangkan waktu khusus bersama pasangan atau anak, gak perlu bangun pagi2 di hari weekend, gak perlu kena macet, dan harganya terjangkau? Klik: https://handokogani.com/seminar-online-deteksi-kebohongan-sehari-hari/

 

Siapa yang BOHONG dalam kasus MaryJane ?

Lihat berita2 di media kita dan di ABS-CBN ada yang tidak sama.

Ormas di negara kita, termasuk kita sendiri, menjudging #MaryJane tidak bersalah, berdasarkan statement #MaryJane sendiri saja. Tanpa mendengarkan kesaksian Sergio #Kristina, yang disebut2 berulangkali sebagai pihak yang bersalah.

Mungkin betul bahwa Kristina secara ilegal menjanjikan pekerjaan kepada MaryJane, dimana ini dikategorikan Illegal Human Trafficking. Kristina bukan penyalur TKW resmi.

Namun, apakah benar berita2 di media kita ataupun “kepercayaan” banyak ormas dan kita2 yang berpatokan pada berita di Indonesia ?

1. Apa benar Kristina yang meminta MaryJane ke Jakarta, termasuk memberikan tiket ?

2. Apa benar Kristina yang membelikan koper dan memberikannya kepada MaryJane ?

Bila mengutip berita di http://www.abs-cbnnews.com/global-filipino/04/30/15/mary-janes-next-move-prove-innocence,

sebetulnya kan banyak pertentangan.

Ke-2 jawaban tersebut dibantah oleh Kristina.

1. Ia tidak meminta MaryJane ke Indonesia, apalagi memberikan tiket

2. Ia tidak membelikan koper dan memberikannya kepada MaryJane

Yang unik adalah Kristina sempat menyebutkan adanya percakapan antara MaryJane dan dirinya.

1. MaryJane yang memberitahukan Kristina bahwa ia akan ke Indonesia

2. MaryJane menitipkan keluarganya pada Kristina, sebuah pesan yang aneh

Bila kita menggunakan ketrampilan Lie Detection, kita bisa memulainya dengan eksplorasi percakapan ini.

– Tanyakan kepada MaryJane dan Kristina pertanyaan2 yang sama terkait:

1. Pemberitahuan tentang kepergian ke Jakarta

2. Pembelian Tiket

3. Pembelian dan Penyerahan Koper

Kita menguji percakapan tersebut dengan CBCA 5: Descriptions of Interactions dan CBCA 6: Reproduction of Conversation, yakni:

– Kapan terjadi

– Dimana terjadi

– Siapa saja yang bisa jadi saksi / bukti alibi

– Detil percakapan waktu itu

Bukan-kah di point inilah terjadinya perbedaan statement antara #Kristina dan #MaryJane ?

Saya ingatkan agar menggunakan asas praduga tak bersalah dalam kasus #MaryJane.

Belum tentu Kristina bersalah. Illegal Human Trafficking belum tentu Drug Dealer, bukan?

Semoga kasus MaryJane ini semakin terang benderang …

News MJ 2

Untuk bisa memahami nya,

Anda bisa masuk ke website:

1. http://news.detik.com/read/2015/04/30/112142/2902347/10/2/kesaksian-mary-jane-vs-maria-kristina-sergio#bigpic

2. http://www.abs-cbnnews.com/global-filipino/04/30/15/mary-janes-next-move-prove-innocence

Salam hangat,

Handoko Gani

Baca juga:

  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat kasus BG/AS: http://wp.me/p4S2VJ-4Z
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat buka botol air minum untuk Mega: http://wp.me/p4S2VJ-7b
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat menuangkan air minum ke Aher: http://wp.me/p4S2VJ-76
  1. Analisa Ahok di Mediasi DPRD-AHOK: http://wp.me/p4S2VJ-5N
  1. Analisa Ahok di KompasTV: http://wp.me/p4S2VJ-6F
  1. Analisa Ekspresi #Gibran: http://wp.me/p4S2VJ-6Z
  1. Analisa Ekspresi #MaryJane: http://wp.me/p4S2VJ-7e
  1. Homepage : www.handokogani.com

LUGU – kah MARYJANE ?

Banyak media dan juga teman2 di SocMed yang menyatakan wajah seseorang lugu. Setelah kasus Gibran yg ekspresi-nya dianggap menunjukkan ia seorang yg angkuh, kini seorang terpidana #HukumanMati yang dinilai seorang yang LUGU dari ekspresi wajah-nya. Saya ingin menekankan bahwa ada perbedaan antara Face Expression yg berdasarkan riset 50+ tahun lebih dari seorang Tokoh Psikologi dunia yang masih hidup, Paul Ekman PhD, dengan Face Reading. Paul Ekman menemukan bahwa Ekpresi Wajah atau Face Expression bisa menunjukkan emosi seseorang. Ada 7 Emosi manusia yang ternyata bersifat universal. Ekspresi Anda saat Jijik, merendahkan orang (superior), terkejut, senang, sedih, takut, dan marah = Ekspresi siapapun di dunia, termasuk Suku yang ada di pedalaman negara manapun. Menurut Paul Ekman PhD, Face Expression TIDAK BISA menunjukkan karakter manusia scara universal, entah itu angkuh, ramah, lugu, belagu, dsbnya. Definisi Anda dan Saya, mungkin pacar Anda atau Atasan Anda tentang Ekspresi Wajah yang menunjukkan karakter TIDAK UNIVERSAL. Menurut Anda, wajah X = lugu ; Menurut Saya, wajah Y yang lugu. dsbnya. Jadi, mari gunakan Ekpresi Wajah untuk mengartikan emosi yang dirasakan seseorang. Emosi ASLI. Kembali kepada Kasus #MaryJane yang dianggap #Lugu karena ekspresi wajah-nya di foto. Saya mencoba menganalisa ekspresi wajah-nya menggunakan Facial Action Coding System (FACS): Sistem Kode Ekspresi Wajah berdasarkan Otot Wajah yang diciptakan oleh Paul Ekman PhD sejak thn 1978 : http://www.paulekman.com/product-category/facs/ Mengapa Paul Ekman menciptakan FACS ? Karena Anda dan saya, semua orang bisa memiliki pemahaman ekspresi wajah yg berbeda. Senyum saja ada 18 tipe. Belum lagi Marah, Sedih, Terkejut, Jijik, Takut, ataupun merasa superior. Kita bisa bingung ekspresi seperti apa yang dimaksud. Tetapi, begitu kita tahu kode-kode FACS yg disimbolkan sebagai AU (Action Unit), justru semua FACS coders terlatih dgn jam terbang tinggi bisa menirukan kembali ekspresi wajah yang dimaksud. Silakan Anda klik 2 foto di bawah ini untuk memperbesar penglihatan Anda. Gambar #1: MJ 1 Ketika Anda melihat Ekspresi di atas, makna Ekspresi Wajah di atas adalah: seseorang yg sedang tertunduk ke bawah. Mungkin ia sambil berpikir sesuatu ataupun “blank” ; saya perlu melihat bukti AU 4 (Brow Lowerer) utk memastikan ada cognitive loading (proses berpikir). Sayangnya, karena #MaryJane menunduk, saya sangsi memberikan kode AU 4. Gambar #2: MJ2 Ketika Anda melihat Ekspresi di atas, makna Ekspresi Wajah di atas adalah: seseorang yg bersedih sedang melihat ke arah tertentu, dengan arah kepala menengok ke kanan, tapi arah mata ke kiri, sambil mencerna sesuatu (cognitive loading). Sekali lagi, Face Expression tidak menterjemahkan Karakter dari Wajah. Jadi, dari perspektif keilmuan saya, LUGU tidak ter-ekspresikan di wajah seseorang, termasuk #MaryJane. Dan, bila Anda mengkaitkan antara karakter seseorang misalnya Lugu, dengan ke #BOHONG an, Saya ingin menyatakan bahwa siapapun bisa berbohong, apapun karakter-nya, apapun latar belakang pendidikannya, apapun tingkat ekonomi-nya, apapun profesi seseorang, … siapapun bisa ber #BOHONG + siapapun sama kedudukannya di dalam hukum. tapi … Statement ataupun Analisa saya ini TIDAK menyatakan #MaryJane bersalah atau tidak bersalah. Itu bukan wewenang saya. Saya juga #AntiHukumanMati bagi siapapun. Baik bagi #MaryJane ataupun terpidana mati lainnya. Termasuk, bandar narkoba. Termasuk juga orang Indonesia yang terhukum mati karena kasus “menjadi kurir” yang sama: http://bit.ly/1HKrbXp ; apapun alasan-nya, baik sang Kurir tahu bahwa barang tersebut adalah narkoba, baik sang Kurir tidak tahu barang yg dikirimnya adalah narkoba, baik sang Kurir tidak tahu dirinya dijadikan Kurir. Semoga kasus #MaryJane dan http://bit.ly/1HKrbXp bisa diselesaikan tanpa #HukumanMati Salam hangat, Handoko Gani Baca juga:

  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat kasus BG/AS: http://wp.me/p4S2VJ-4Z
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat buka botol air minum untuk Mega: http://wp.me/p4S2VJ-7b
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat menuangkan air minum ke Aher: http://wp.me/p4S2VJ-76
  1. Analisa Ahok di Mediasi DPRD-AHOK: http://wp.me/p4S2VJ-5N
  1. Analisa Ahok di KompasTV: http://wp.me/p4S2VJ-6F
  1. Analisa Ekspresi #Gibran: http://wp.me/p4S2VJ-6Z
  1. Analisa Ekspresi #MaryJane: http://wp.me/p4S2VJ-7e
  1. Homepage : www.handokogani.com

Masa ini ekspresi Petugas Partai?

Saya memang perlu gambar dengan angle dekat dan lebih jelas.

tetapi, ekspresi ini kok bikin heboh? Ekspresi “petugas partai” ?

Gerakan dagu Anda ke atas secara ringan (AU 17).

Jangan terlalu ketat/kencang, nanti bibir Anda akan maju ke depan.

Sambil menahan posisi itu (AU 17),

Tarik ujung bibir ke samping, seperti hendak tersenyum (AU 12)

Bila benar prediksi saya, AU 17B + AU 12A akan menghasilkan ekspresi wajah seperti pada foto Jokowi terlampir.

14297820751650626428

Apa makna emosi di balik ekspresi ini?

Ini ekspresi orang sedang diam berpikir sambil berusaha membuka tutup botol.

 

 

Apa yang sedang dipikirkan orang dengan ekspresi begini?

Saya tidak tahu dan memang ilmu Face Expression Paul Ekman ataupun Facial Action Coding System tidak bisa mendeteksi pikiran seseorang.

 

 

Apakah ada petunjuk Jokowi sungkan/takut pada Megawati?

atau, ekspresi seorang petugas partai yang sungkan/takut pada ketua partai?

Tidak. Ini bukan ekspresi takut/sungkan pada seseorang.

 

 

Masa ini Ekspresi “Petugas Partai” ?

Itu mah bukan analisa, karena analisa harus pakai ilmu.

Itu mah tafsiran atau dugaan saja, bahwa kalau berita nya tentang petugas partai, maka ekspresi seperti demikian = ekspresi petugas partai.

Wartawan dan Fotografer berita memang harus sama-sama bekerja dengan selaras.

Kalau judul dan foto tidak selaras, orang akan menginterpretasi dengan cara yang berbeda.

 

 

Ngomong soal Jokowi, saya bukan mendewakan beliau.

Di satu sisi, saya suka dengan presiden seperti Pak Jokowi.

Ekspresi beliau sungguh apa adanya, tanpa ditutup-tutupi.

No Poker Face.

 

 

Di sisi lain,

saya miris dengan analisa tafsir / tebak-tebakan yang dilakukan banyak orang, baik Haters nya maupun Follower nya.

Saya menyarankan Pak Jokowi mempelajari ilmu ekspresi langsung dari Paul Ekman,

sambil mendalami ilmu komunikasi publik dan personal branding/image.

 

 

Dan …

Seharusnya Anda bangga lho memiliki seorang presiden yang rendah hati.

Tidak ada keharusan bagi beliau untuk membukakan air minum dan menuangkannya pada Megawati.

Orang-orang di sekitarnya saja tidak melakukannya.

Saya paham, budaya Jokowi lah yang mendorong nya melakukan hal ini.

Itu pula yang mendorong ia membukakan air minum pada Aher juga: http://wp.me/p4S2VJ-76

Bukan sungkan ataupun takut. Tapi, budaya mendahulukan orang yang lebih tua.

 

Salam …

Sudah ya, jangan heboh lagi…

 

Baca juga:

  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat kasus BG/AS: http://wp.me/p4S2VJ-4Z
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat buka botol air minum untuk Mega: http://wp.me/p4S2VJ-7b
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat menuangkan air minum ke Aher: http://wp.me/p4S2VJ-76
  1. Analisa Ahok di Mediasi DPRD-AHOK: http://wp.me/p4S2VJ-5N
  1. Analisa Ahok di KompasTV: http://wp.me/p4S2VJ-6F
  1. Analisa Ekspresi #Gibran: http://wp.me/p4S2VJ-6Z
  1. Analisa Ekspresi #MaryJane: http://wp.me/p4S2VJ-7e
  1. Homepage : www.handokogani.com

Apa salahnya Jokowi menuangkan air minum pada Aher ?

Saya bukan mendewakan seseorang, apalagi presiden Jokowi.

Tapi, Saya gatal membaca ketidakbenaran “analisa” yang dipublikasikan secara umum.

Entah ekspresi wajah ataupun body language Jokowi seringkali disalahtafsirkan !

Betul ! Salah tafsir ! Mengapa? karena tidak menggunakan dasar ilmu, tapi hanya penafsiran saja, entah berdasarkan “baca sana baca sini” atau “nonton sana nonton sini” atau berkaca pada pengalaman pribadi.

Lihat saja berita ini: http://buff.ly/1Gll634

Yang perlu diluruskan sebetulnya adalah: Bukan Jokowi yg sungkan di foto ini,tapi Aher

Ekspresi Jokowi cognitive/normal saja. 

Jokowi & Aher
Tidak selayaknya dibuat heboh.

Malah justru seharusnya kita mengacungkan jempol kepada seorang presiden yang rendah hati dan tetap menjaga budaya kesopanan seorang muda pada orang lebih tua (Aher).

Semoga lebih menjelaskan kehebohan ini.

Mari fokus yang lain.

Baca juga:

  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat kasus BG/AS: http://wp.me/p4S2VJ-4Z
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat buka botol air minum untuk Mega: http://wp.me/p4S2VJ-7b
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat menuangkan air minum ke Aher: http://wp.me/p4S2VJ-76
  1. Analisa Ahok di Mediasi DPRD-AHOK: http://wp.me/p4S2VJ-5N
  1. Analisa Ahok di KompasTV: http://wp.me/p4S2VJ-6F
  1. Analisa Ekspresi #Gibran: http://wp.me/p4S2VJ-6Z
  1. Analisa Ekspresi #MaryJane: http://wp.me/p4S2VJ-7e
  1. Homepage : www.handokogani.com

Kenapa Mediasi AHOK dan DPRD GAGAL ?

Sebuah Tinjauan dari sisi Analisa Ekspresi manusia.

Sy sdh mlihat video mediasi @basuki_btp & DPRD DKI: http://t.co/PF0zUr3iR7.

Tdk trlihat ekspresi marah saat Ahok myampaikan ksimpulan akhir,terbukti dr Wajah,Voice,Verbal style & Verbal Content yg dprgunakan Ahok.

  • Voice R.S.V.P Ahok saat itu: Rhytm datar,Speed pelan,Volume kecil,Pitch rendah = Ahok tidak sdg marah scara umum.
  • Memang ada perubahan pd Voice R.S.V.P pd kata/kalimat trtentu guna menekankan isu trtentu,tapi Ahok tdk sedang marah.
  • Tdk trlihat jg tanda emosi marah pd ekspresi wajah Ahok scara umum.Trcermin dr alis mata,mata,dan bibir Beliau saat bicara.

Yg prlu digarisbawahi adlh Body Language yg justru jd pemicu awal kekesalan Haji Lulung, dimana yg sy maksud Body Language adalah Gerakan Jari Telunjuk Ahok saat berbicara.

Ini yg prnh sy tekankan saat sesi Bongkar #Kode bahwa Body Language bukan the most reliable channel krna tdk brsifat universal. Body Language bisa brlainan makna nya bagi masing2 individu yg brbeda asal suku/etnis,budaya,pendidikan,profesi,sikon/momen,dsbnya.

Gerakan Jari Telunjuk Ahok brjenis Emblem dmana bagi Ahok itu brmakna penegasan tapi bagi Haji Lulung itu sebuah penegasan marah yg bertujuan pyudutan/pghinaan.

Prbedaan pgertian Emblem Gerakan Jari Telunjuk inilah yg memicu ekspresi (wajah,body,voice,verbal style & content) Haji Lulung. Dan ini bukan kesalahan Haji Lulung ataupun Ahok, karena memang karakteristik dari Body Language yg tidak boleh diartikan universal tsb.

Screen Shot 2015-03-06 at 2.10.04 AM Screen Shot 2015-03-06 at 2.10.48 AM Screen Shot 2015-03-06 at 2.11.09 AM

Ahok mulai marah stelah Haji Lulung mprgunakan kata “sewenang2 atau undang2”. Bagi Ahok yg slalu brgantung pd otoritas trtinggi (undang2/konstitusi),kalimat “sewenang2 atau undang2” merendahkan beliau. Silakan Anda membuka link ini http://buff.ly/18JIl8U yg berisikan Analisa Karakter Ahok berdasarkan Grafolog @deborahdewi.

Jadi penyebab naik pitam-nya Ahok adalah pemicu awal tsb (salah pengertian tentang Jari Telunjuk) yang semakin terpercik dengan prbedaan pndpt Ahok dgn Haji Lulung, terkait UPS dgn mark-up luar biasa besar serta bukan prioritas adalah sebuah Kesepakatan/Kompromi bersama, atau dengan kata lain: Bila UPS itu jenis KKN, Ahok juga sama bersalah-nya dgn DPRD)

Saat marah itulah,baru trlihat Emblem Gerakan Jari Telunjuk Ahok yg didasari penegasan disertai rasa amarah, disertai Emblem Gerakan Jari Telunjuk itu + perubahan voice (R.S.V.P) + ekspresi wajah + verbal style + verbal content.

  • Di ekspresi wajah,kta bs liat alis mata trkumpul myatu dan turun,klopak mata naik,sorotan mata tajam,bibir trbuka mbentuk square.
  • Di Body Language,skrg ada gerakan siku maju mundur sambil nunjuk2 + Tubuh in attacking mode (maju ke depan).
  • Rhytm brubah,Speed jd cepat,Volum jd lbh keras,Pitch tinggi sampai2 jadi tdk jelas kata/kalimat terakhir Ahok.
  • Di Verbal Style trlihat prubahan antara lain: Tone yg lbh tinggi & gaya bahasa dgn mgambil contoh org lain sbgai bukti pndukung.
  • Di Verbal Content trdengar pggunaan subject org yg hadir + object topik UPS utk pmbuktian yg myakinkan audience.

Screen Shot 2015-03-06 at 2.13.04 AM Screen Shot 2015-03-06 at 2.13.14 AM Screen Shot 2015-03-06 at 2.13.33 AM Screen Shot 2015-03-06 at 2.13.46 AM Screen Shot 2015-03-06 at 2.13.57 AM

Jadi, kalo dirunut mundur,sbetulnya Ahok trpicu oleh kata “sewenang2 atau undang2”, baru lah kesal perihal isu “kesepakatan sblm-nya”. 

Buat saya,ini gara2 Jari Telunjuk yg disalahartikan,selain tentunya gaya brbicara Ahok & kata2 yg dprgunakan.

Memang, penyebab lain adalah karena Ahok mggunakan gaya konfrontasi dgn pembuktian: SKPD hadir utk klarifikasi & slalu mggunakan kehadiran SKPD sbgai pguat statement. Tentunya kalo ada gaya pembuktian,pasti ada pihak yg disudutkan/dianggap salah. Dan pasti-nya, tidak ada seorangpun yg mau dianggap salah/dipojokkan di depan umum, regardless dia memang bersalah atau apalagi tidak bersalah.

… Kalau saja tidak ada Gerakan Jari Telunjuk,tdk memicu reaksi Haji Lulung membalas statement Ahok yg akhirnya balik myulut emosi Ahok.

Ahok yg brpatokan pd Undang-Undang jelas akan terpicu dgn kata “sewenang2 atau undang2” + kata “kesepakatan” yg brmakna kompromi. Kalau kesepakatan itu sesuai Undang-Undang & tdk merugikan orang banyak serta Pemkot & Diri-nya, Ahok bisa saja setuju dgn DPRD.

 
Anyway, nasi sudah jadi bubur ayam pedas…
Kira2 apa yang akan dilakukan oleh Mendagri ya, atau mungkin Jokowi?

Hm…

Note: artikel ini juga dimuat di http://chirpstory.com/li/255088

Salam,

Handoko Gani

@ForensicEmotion

 

Baca juga:

  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat kasus BG/AS: http://wp.me/p4S2VJ-4Z
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat buka botol air minum untuk Mega: http://wp.me/p4S2VJ-7b
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat menuangkan air minum ke Aher: http://wp.me/p4S2VJ-76
  1. Analisa Ahok di Mediasi DPRD-AHOK: http://wp.me/p4S2VJ-5N
  1. Analisa Ahok di KompasTV: http://wp.me/p4S2VJ-6F
  1. Analisa Ekspresi #Gibran: http://wp.me/p4S2VJ-6Z
  1. Analisa Ekspresi #MaryJane: http://wp.me/p4S2VJ-7e
  1. Homepage : www.handokogani.com

ANALISA EKSPRESI 18 FEB – KONFERENSI PERS PEMBATALAN BG & PEMBERHENTIAN AS BW

Pada tgl 18 Feb lalu, presiden telah membuat 3 keputusan penting terkait Budi Gunawan vs Abraham Samad & Bambang Widjojanto, calon Kapolri vs Pimpinan KPK, dan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia dan KPK.

Sesungguhnya, latar belakang sekaligus tujuan pembuatan 3 keputusan penting tersebut telah tersampaikan di balik kata-kata yang Beliau pergunakan:

  1. Adanya ketidaktenangan
    • Hipotesa saya: Presiden tahu bahwa masyarakat menjadi tidak tenang terkait dengan kisruh Polri dan KPK ini, termasuk terjadinya penetapan tersangka secara berturut-turut seperti balas membalas antar kedua institusi
  1. Adanya ketidakprofesional dan ketidakpercayaan masyarakat kepada kepolisian
    • Hipotesa saya: Mungkin ini menjelaskan mengapa Presiden lebih memilih mengajukan calon Kapolri baru dibandingkan mengangkat BG yang telah dinyatakan tidak bersalah oleh keputusan praperadilan, dimana Sekalipun BG dinyatakan tidak bersalah, tetapi masyarakat masih tetap merasa KPK benar.
  1. Adanya kekosongan kepimpinan KPK, yang mengancam kelangsungan kerja di KPK
    • Hipotesa saya: Presiden tetap tidak melakukan intervensi hukum yang berlangsung, entah itu akibat aksi “kriminalisasi” ataupun bukan. Sebaliknya, demi menyelamatkan KPK, Presiden menunjuk pejabat baru.
  1. Adanya ketidaktaatan pada rambu-rambu aturan hukum
    • Hipotesa saya: Kisruh Polri dan KPK ini terjadi karena adanya ketidaktaatan pada rambu-rambu aturan hukum dan adanya pelanggaran kode etik
 Taat
  1. Adanya pelanggaran kode etik
    • Hipotesa saya: Kisruh Polri dan KPK ini terjadi karena adanya ketidaktaatan pada rambu-rambu aturan hukum dan adanya pelanggaran kode etik
 Kode Etik
  1. Adanya ketidakharmonisan antar Kepolisian dan KPK
  2. Presiden sebetulnya juga telah memahami ketidakharmonisan antara 2 lembaga negara yang seharusnya bahu membahu membrantas korupsi. Instruksi/Permintaan ini ditujukan agar dengan pimpinan yang baru (Kapolri baru dan Pimpinan KPK baru), bisa menciptakan keharmonisan antar Kepolisian dan KPK.
 Tujuan

Dengan pembuatan 3 keputusan ini, presiden merasa bahwa inilah pilihan terbaik

 Senyum

dan beliau terlihat lebih “lega”, lebih “tersenyum” dibandingkan semua konferensi pers yang beliau lakukan sejak tgl 16 Januari hingga sebelum tgl 18 Februari ini.

 Senyum kembali

Pertanyaan-Pertanyaan yang masih tersisa bagi saya adalah:

 

Mengapa terkait pengusulan calon Kapolri baru, kata “KAMI” yang dipergunakan?

Siapa “KAMI” ini ?

 Saya dan Kami

Apa perbedaan antara “instruksi” Presiden kepada Kepolisian negara Republik Indonesia dengan “permintaan” Presiden kepada KPK?

 Mengapa instruksi permintaan?

Dan apakah DPR mau tak mau harus menerima usulan “KAMI” ini?

 persetujuan