Pesan di balik tawa jokowi temani janethes dan sedah mirah beri makan burung dara

Tumben-tumben-an ndak ada wartawan yang contact saya untuk membahas ini : https://news.detik.com/berita/d-5890658/penuh-tawa-jokowi-temani-jan-ethes-sedah-mirah-beri-makan-burung-dara

Postingan ini : https://www.instagram.com/tv/CYgfC7Ptr-A/ sebetulnya sangat menarik.

“Akhir pekan yang menyenangkan bersama cucu-cucu.” setelah sebelumnya sempat posting : https://www.instagram.com/p/CYV0yiEPEgj/ tentang kunjungan beliau saat anak2 sedang divaksin.

Saya terus berpikir pemilihan kalimat yang dipergunakan, despite the fact bahwa : yang mengetik bukanlah Pak Jokowi. Nevertheless, saya coba meneruskan analisis saya.

Kalimat tersebut digunakan oleh seseorang yang baru saja menyelesaikan pekerjaan yang menyita waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian kita. Dan bersama cucu-cucu adalah suatu hal yang menyenangkan – recharging sebelum “the next”.

Pemilihan “burung dara” putih dengan pakaian putih ini juga mungkin sebuah pesan. Putih menunjukkan suatu yang “pure” and free.

Di sisi lain, paspampres yang bermasker dan menjaga jarak, sementara bocah-bocah itu tanpa masker saat bersama “burung dara” ?

Kemudian, beliau mengajak anak-anak tersebut untuk bermain-main di lokasi indoor istana dan mengunjungi patung-patung / spot-spot monumen pahlawan.

PESAN apa yang ingin beliau sampaikan ?

Apakah saya mengada-ngada ?

Saya berpikir ada 1 pesan yang mungkin tersampaikan.

Pesan yang sangat kuat.

Di tengah kesibukan kita semua bekerja mencurahkan pikiran, tenaga, waktu dan emosi, kita ingin pulang dan mendapati anak-anak kita sehat dari sekolahnya, dimana kita yang juga menjaga kesehatan ini akan bisa bermain dengan anak-anak kita saat weekend di dalam lingkungan rumah kita. Bukan di luar rumah seperti mall, di tengah pandemi korona ini.


Last,

menarik sekali melihat anak2 melihat monumen2 pahlawan. Sebuah tempat yang keliatannya tidak menarik untuk tempat bermain.

Bukankah ini pesan yang kuat ?

Untuk Kemenkes, Kemendikbud, Sekolah, OrangTua, Pengusaha Transportasi, hingga RT RW tempat sekolah berada ?

yaitu bahwa :

  • Anak-anak harus tetap dalam kondisi sehat sekalipun bersekolah
  • Upaya tersebut perlu kerjasama bersama pihak2 di atas
  • Karena, hal tersebut demi negeri ini. Ada dampak besar pada ekosistem sekolah , bila anak2 tidak bersekolah tatap muka lagi. Dan di sisi lain, orang tua sedang berusaha berjuang di tengah situasi kondisi pandemi dan kehilangan waktu, tenaga, pikiran, bersama anak-anak.

Hahaha… am I over-analyzing it ? Maybe. Hahaha…

Handoko Gani

Analisa Surat Curhat La Nyalla

Analisis saya ini sebetulnya pernah dimuat di Twitter saya @LieDetectorID, tapi belum sempat saya tulis di blog saya ini.

 

Mumpung sempat, sekarang saya tuliskan untuk Anda.

 

Berikut ini surat yang “kata-nya” adalah surat yang ditulis oleh La Nyalla.

Saya tidak bisa mendeteksi benar atau tidaknya, karena saya bukan ahli forensik grafologi atau forensik linguistik dan sejenisnya.

 

Saya menganalisis tanpa melihat siapapun penulisnya.

Karena siapapun penulisnya, analisis nya ya sama.

 

Berikut isi surat:‎

————————————————-

SIKAP ERICK THOHIR PRESIDENT KOI YANG TAAT DENGAN STATUTA FIFA. KALO MASIH ADA ORANG YANG MAU BERGABUNG DENGAN TIM KECIL MENPORA ITU SAMA SAJA TIDAK PAHAM STATUTA. DAN SAYA SANGAT YAKIN KALO SEMUA PERSONIL YANG ADA DI TIM KECIL TIDAK PERNAH DIHUBUNGI. SEBAIKNYA IMAM NAHROWI MUNDUR SAJA SEBAGAI MENPORA KARENA SUDAH JELAS DIA TIDAK MAMPU MENYELESAIKAN URUSAN SEPAKBOLA. KALO MAU PERBAIKI SEPAKBOLA HARUS MELIBATKAN PSSI. SILAHKAN BERGABUNG SAJA DI TIM ADHOC PSSI.

PAK PRESIDEN JOKOWI SUDAH PERINTAHKAN MENCABUT UNTUK APA DIOLAH LAGI DENGAN PENGKAJIAN. KASIHAN PAK PRESIDEN JOKOWI WIBAWANYA JATUH HANYA GARA2 SEORANG PEMBANTU PRESIDEN YANG TIDAK TAAT DENGAN PAK PRESIDEN JOKOWI. SAYA SEBAGAI RAKYAT BIASA MEMINTA PADA PAK PRESIDEN JOKOWI UN(TU)K SEGERA MENCABUT SK PEMBEKUAN PSSI DEMI RAKYAT SEPAKBOLA YANG SELAMA INI KEHILANGAN MATA PENCAHARIANNYA GARA2 SK PEMBEKUAN MENPORA.
KASIAN RAKYAT KECIL PAK PRESIDEN JOKOWI.

ASAL PAK PRESIDEN JOKOWI TAHU SAJA KALO SAYA BUKAN BIANG KEROKNYA YANG MERUSAK SEPAKBOLA, JUSTRU MENPORA BIANG KEROKNYA YANG MERUSAK SEPAKBOLA.
PAK PRESIDEN JOKOWI SAYA SEBAGAI RAKYAT BIASA MEMOHON UN(TU)K MENPORA IMAM NAHROWI SEBAIKNYA DIGANTI SAJA. DIA TIDAK MAMPU DAN BUKAN SEBAGAI ORANG YANG MENGERTI OLAHRAGA.

PAK PRESIDEN JOKOWI TELAH MENDAPATKAN MASUKAN YANG SALAH SELAMA INI TENTANG PSSI APALAGI TENTANG DIRI SAYA. SAYA SENGAJA MENULIS SEMUA INI SUPAYA PAK PRESIDEN TAHU SIAPA SEBENARNYA YANG SALAH DAN SIAPA YANG BENAR.

SAYA PERTAMAKALI MENJALANKAN SEPAKBOLA BARU TAHUN 2013 SEBAGAI VICE PRESIDENT PSSI MERANGKAP KETUA BADAN TIM NASIONAL PSSI RANKING 172. ALHAMDULILLAH SAMPAI MASA BAKTINYA KEPENGURUSAN JOHAR ARIFIN BERAKHIR RANKING INDONESIA NAIK MENJADI 156. SEJAK DIBEKUKAN OLEH MENPORA SEKARANG JADI 178 MALAH SEMPAT 180.

TOLONG DISEBARLUASKAN AGAR CURHAT SAYA INI DIDEPAN KAKBAH BISA SAMPAI DI PAK PRESIDEN JOKOWI AGAR MAU MENCABUT PEMBEKUAN PSSI.

Wassalam

LA NYALLA MAHMUD MATTALITTI
PRESIDEN PSSI
MASA BAKTI 2015-2019‎

————————————————-

Saya akan menggunakan teknik analisa Scientific Content Analysis (SCAN).

Berikut analisis nya:

 

Secara khusus, kita akan menggunakan kriteria no. 11 yakni yang secara khusus menyoroti tentang cara penulis atau pembicara menggunakan kata ganti orang.

1.
Siapakah Penulis di dalam kalimat ini ? Rakyat biasa yang meminta agar Presiden mencabut SK Pembekuan PSSI. Rakyat biasa yang mewakili Rakyat sepakbola atau Rakyat Kecil.

“PAK PRESIDEN JOKOWI SUDAH PERINTAHKAN MENCABUT UNTUK APA DIOLAH LAGI DENGAN PENGKAJIAN. KASIHAN PAK PRESIDEN JOKOWI WIBAWANYA JATUH HANYA GARA2 SEORANG PEMBANTU PRESIDEN YANG TIDAK TAAT DENGAN PAK PRESIDEN JOKOWI. SAYA SEBAGAI RAKYAT BIASA MEMINTA PADA PAK PRESIDEN JOKOWI UN(TU)K SEGERA MENCABUT SK PEMBEKUAN PSSI DEMI RAKYAT SEPAKBOLA YANG SELAMA INI KEHILANGAN MATA PENCAHARIANNYA GARA2 SK PEMBEKUAN MENPORA. KASIAN RAKYAT KECIL PAK PRESIDEN JOKOWI.”

2.
Siapakah Penulis di dalam kalimat ini ? Rakyat biasa yang bukan biang kerok perusak sepakbola, dan yang menyatakan Menpora-lah biang keroknya, dan minta agar Presiden Jokowi memberhentikan Menpora tersebut ?

Di sini kita mulai bingung. Apakah penulis adalah rakyat biasa yang dituduh sebagai biang kerok perusak sepakbola ? Biang kerok yang di-versus-kan sejajar dengan Menpora (La Nyalla vs Menpora) ? Dengan kata lain, seorang rakyat biasa, yang secara analisis verbal ini, disejajarkan dengan Menpora ?

“ASAL PAK PRESIDEN JOKOWI TAHU SAJA KALO SAYA BUKAN BIANG KEROKNYA YANG MERUSAK SEPAKBOLA, JUSTRU MENPORA BIANG KEROKNYA YANG MERUSAK SEPAKBOLA. PAK PRESIDEN JOKOWI SAYA SEBAGAI RAKYAT BIASA MEMOHON UN(TU)K MENPORA IMAM NAHROWI SEBAIKNYA DIGANTI SAJA. DIA TIDAK MAMPU DAN BUKAN SEBAGAI ORANG YANG MENGERTI OLAHRAGA.”

3.
Siapakah Penulis di dalam kalimat ini ? Seseorang dari PSSI yang mungkin disalahpahami oleh Presiden karena masukan yang salah.

“PAK PRESIDEN JOKOWI TELAH MENDAPATKAN MASUKAN YANG SALAH SELAMA INI TENTANG PSSI APALAGI TENTANG DIRI SAYA. SAYA SENGAJA MENULIS SEMUA INI SUPAYA PAK PRESIDEN TAHU SIAPA SEBENARNYA YANG SALAH DAN SIAPA YANG BENAR. “

4.
Siapakah Penulis di dalam kalimat ini ? Seorang Vice Presiden PSSI yang berjasa bagi pemerintah dan persepakbolaan Indonesia.

“SAYA PERTAMAKALI MENJALANKAN SEPAKBOLA BARU TAHUN 2013 SEBAGAI VICE PRESIDENT PSSI MERANGKAP KETUA BADAN TIM NASIONAL PSSI RANKING 172. ALHAMDULILLAH SAMPAI MASA BAKTINYA KEPENGURUSAN JOHAR ARIFIN BERAKHIR RANKING INDONESIA NAIK MENJADI 156. SEJAK DIBEKUKAN OLEH MENPORA SEKARANG JADI 178 MALAH SEMPAT 180.”

5.
Dan siapakah Penulis di dalam kalimat ini ? Tidak disebutkan dengan jelas. Namun, dengan gaya bahasa seperti di bawah ini, kita bisa menganggap Penulis adalah petinggi PSSI.

“SIKAP ERICK THOHIR PRESIDENT KOI YANG TAAT DENGAN STATUTA FIFA. KALO MASIH ADA ORANG YANG MAU BERGABUNG DENGAN TIM KECIL MENPORA ITU SAMA SAJA TIDAK PAHAM STATUTA. DAN SAYA SANGAT YAKIN KALO SEMUA PERSONIL YANG ADA DI TIM KECIL TIDAK PERNAH DIHUBUNGI. SEBAIKNYA IMAM NAHROWI MUNDUR SAJA SEBAGAI MENPORA KARENA SUDAH JELAS DIA TIDAK MAMPU MENYELESAIKAN URUSAN SEPAKBOLA. KALO MAU PERBAIKI SEPAKBOLA HARUS MELIBATKAN PSSI. SILAHKAN BERGABUNG SAJA DI TIM ADHOC PSSI.”

—————————————————

Berapa banyak “Saya” yang Anda temukan di dalam surat curhat yang entah betul ditulis oleh Pak La Nyalla, entah lengkap atau hanya cuplikan ini ?

Setidaknya, Anda menemukan 6 makna “Saya”:
1. Rakyat biasa yang meminta agar Presiden mencabut SK Pembekuan PSSI.
2. Rakyat biasa yang mewakili Rakyat sepakbola atau Rakyat Kecil.
3. Rakyat biasa yang di-versus-kan sejajar dengan Menpora, namun bukan biang kerok perusak sepakbola, dan yang menyatakan Menpora-lah biang keroknya, dan minta agar Presiden Jokowi memberhentikan Menpora tersebut ?
4. Seseorang dari PSSI yang mungkin disalahpahami oleh Presiden karena masukan yang salah.
5. Seorang Vice Presiden PSSI yang berjasa bagi pemerintah dan persepakbolaan Indonesia tahun 2013
6. Presiden PSSI masa bakti berjalan (2015 – 2019)

Dan yang paling unik adalah bahwa penyebutan saya sebagai “Rakyat Biasa” seperti pada     no 1-3 ini, ditanda-tangani oleh “Saya” yang adalah Presiden PSSI masa bakti 2015 – 2019.

Wassalam,

LA NYALLA MAHMUD MATTALITTI
PRESIDEN PSSI
MASA BAKTI 2015-2019‎”

 

 

Sekali lagi, ingat baik-baik,

Saya tidak membahas isi dari surat ini, karena saya bukan pakar sepakbola, saya juga bukan perwakilan PSSI, saya gak ngerti bola dan gak pernah nonton pertandingan bola hingga selesai selama 40 tahun hidup saya, dan saya juga bukan wakil dari pemerintah. Jadi, saya berharap Anda pun jangan mengkaitkan pembahasan di atas dengan PSSI atau Bpk La Nyalla. Mungkin saja isinya memang menyuarakan kondisi PSSI atau persepakbolaan kita. Tapi, saya tidak akan membahas tentang hal itu.

Surat di atas ditulis oleh Bpk La Nyala yang adalah presiden PSSI masa bakti 2015-2019 dan sekaligus rakyat biasa, yang mewakili rakyat kecil persepakbolaan, dimana menurut standar analisis SCAN, surat ini cukup membingungkan pembaca-nya karena memiliki begitu banyak peranan “saya” pada 1 pembahasan atau 1 topik yang sama.

Saya berharap agar surat ini diubah oleh Pak La Nyalla atau siapapun penulis surat ini aslinya, agar bisa menyampaikan maksud mulia dari surat di atas ini.

 

Demikian contoh aplikasi teknik SCAN.

Note: Tulisan ini tidak ada sangkut pautnya dengan status hukum La Nyalla atau kasus La Nyalla yang sedang ditangani pihak berwajib. Tulisan ini juga tidak mendeskreditkan La Nyalla.

 

Hormat saya,

Handoko Gani,SE,MBA,BAII

Mengapa Beliau PRESKON MENANGGAPI SIDANG MKD – SN ?

Ketika rekaman percakapan SN, MS, dan MR merebak,

Banyak pihak yang “ngenye” Bapak Presiden Jokowi dengan ejekan “tidak tegas”, “penakut”, “tidak berani marah”, dsbnya.

Padahal, sejatinya beliau sudah marah sejak saat itu.

Perhatikan gambar berikut ini:

Jokowi MURKA soal SN.png

Kekesalan ini kemudian memuncak ketika hari ini 7 Desember 2015.

 

Kita tidak membahas mengenai kemarahan beliau di tulisan kali ini.

Karena jelas secara makro, baik dari wajah, gesture, suara, isi verbal, dan gaya bicara verbal, semuanya menunjukkan emosi marah yang beliau rasakan.

Jadi, pertanyaan apakah kemarahan ini dibuat-buat, telah terjawab.

Ini mah MURKAAAAAAA.

Coba saja perhatikan ekspresi beliau ketika mengatakan “Dipermain-mainkan”.

Masa masih diragukan bahwa beliau murka?

Picture1

Picture2Picture3Picture4Picture5

Saya justru tertarik menggali lebih dalam.

Apa LATAR BELAKANG dilakukannya preskon ini, atau apa TUJUAN-nya ?

Menurut saya, ini bukan semata terkait sidang kode etik SN yang malah dilakukan secara tertutup. Bukan juga semata SN telah menghancurkan wibawa seorang presiden dan wakil presiden.

 

Sebelum lanjut, saya ingin menekankan bahwa ini hanya sebuah hipotesa saja.

 

Menurut saya, preskon ini terkait dengan:

  • Kemungkinan Hasil Keputusan Sidang MKD yang cenderung menguntungkan SN. Entah hasilnya adalah: SN dibebaskan, SN diberikan surat peringatan, SS dan MS yang dianggap bersalah melakukan rekaman tanpa izin hukum, atau apapun itu.

atau

  • TARIK ULUR atau LOBI politik agar kasus SN ini bisa diselesaikan sesegera mungkin dengan konsekuensi “melupakan dan memaafkan SN” (tanpa harus membuatnya mundur atau memenjarakan), atau akibatnya: bisa menyebabkan lengser-nya beliau (Jokowi).

 

Dugaan saya ini muncul ketika mendapatkan kalimat “Tapi kalau sudah menyangkut wibawa, mencatut, meminta saham 11 persen, ITU YANG SAYA TIDAK MAU. NGGAK BISA!”

Picture8Picture9Picture10.pngPicture11

Hipotesa saya: Kalimat ini merupakan kalimat pembelaan atas desakan lobi politik SIAPAPUN agar kasus SN ini bisa “dilupakan/dimaafkan” (Tidak perlu pengusutan berlarut larut), termasuk pembelaan terhadap “wanti-wanti” untuk berhati-hati dengan intervensi asing di balik motif perekaman ini, agar jangan sampai lengser seperti Soekarno dulu.

 

Dengan kata lain:

Beliau TIDAK MAU (di-lobi). Beliau TIDAK BISA (di-lobi). Karena wibawa beliau sudah dipertaruhkan dan dirusak. (MKD harus camkan hal itu agar proses hukum yang berjalan bisa dihormati/diyakini objective). Bukan beliau tidak tahu bahwa proses negosiasi Freeport dan Pemerintah Indonesia masih “nyantol”. Beliau tahu tapi kalau kasus SN ini “dibiarkan lewat begitu saja”, wibawa beliau di mata para mentri ke bawah, di mata perwakilan rakyat, di mata lawan politik beliau, di mata rakyat, dan bahkan di mata Internasional, akan hancur/rusak.

 

Yang menarik adalah: siapa yang melakukan lobi ?

Tentu saja saya tidak tahu. Tetapi, hipotesa saya, pihak Lobbyist adalah pihak kuat yang disegani dan dihormati. Beliau tidak menunjukkan eye-contact saat menyampaikan semua statement tsb.

 

Akhir kata,

Tentu ini perlu diuji terlebih dahulu. Hipotesa ya = Dugaan = Perkiraan. Bukan sebuah kesimpulan. Apalagi yang dipergunakan adalah analisa verbal yang tentu bisa multi-tafsir. Anda bisa baca analisa Pak Sudirman Said (http://bit.ly/1RyAMnS) dan Pak Luhut Panjaitan (http://bit.ly/1YT49mM) juga. Semoga bermanfaat.

 

Semoga masalah ini cepat selesai.

SAYA MENANTIKAN TINDAKAN PRESIDEN terkait SN.

 

 

Salam,

Handoko Gani, SE, MBA, BAII

@LieDetectorID

Fb page: Lie Detector Indonesia

 

 

P.S.:

Susah mengikuti seminar di Jakarta? Tertarik untuk mengikuti SEMINAR ONLINE tentang deteksi kebohongan dalam kehidupan sehari2? Gak perlu hilangkan waktu khusus bersama pasangan atau anak, gak perlu bangun pagi2 di hari weekend, gak perlu kena macet, dan harganya terjangkau? Klik: https://handokogani.com/seminar-online-deteksi-kebohongan-sehari-hari/

CARA PILIH ASISTEN RUMAH TANGGA

Dari ke-3 kandidat #ART (Baby Sitter) di foto tersebut, siapa yang akan Anda pilih? Mengapa Anda memilihnya?

Saya akan sharingkan 5 urutan cara menentukan #ART,namun teknik investigative interview-nya diulas di #FBI2015 @FestivalBOHONG.

Cara 1: Tetapkan kriteria #ART tepat bagi anak Anda, namun cocok dengan Anda

Cara 2: Analisa karakter #ART Anda dengan ilmu Grafologi

Cara 3: Pilih tulisan tangan yang punya karakter tepat bagi anak Anda dan cocok bagi Anda

Cara 4: Panggil interview. Ini HARUS ya ! #ART buat jaga anak itu harus diseleksi dengan benar.Anak kenapa2,nyeselnya seumur hidup

Cara 5: Pelajari dan terapkan teknik Interview tertentu. Misalnya: adaptasi Forensic Investigative Interview sperti yg akan sy sharingkan.

Untuk analisa karakter #ART via Grafologi, saya persilahkan para sahabat untuk ngintip twit @deborahdewi yang lagi membahas hal yang sama. Kita focus teknik Investigative Interview,khususnya topik yang akan ditanyakan dulu.Kalo tekniknya,harus diperagakan agar paham. Penegak hukum di dunia biasa menggunakan CBCA, REID, dan Conversation Management untuk interograsi / interview kasus kejahatan. Lain waktu, saya akan jelaskan kegunaan REID dan Conversational Management. Kali ini saya akan gunakan CBCA (lagi).

Berbagai kasus #ART seperti salah asuh yang menyebabkan kecelakaan kecil hingga fatal pada anak disebabkan karena kesalahan rekrut #ART. Yang dimaksud kesalahan rekrut #ART adalah ketidakcocokan antara kriteria #ART yang majikan inginkan dan profil ASLI #ART. Sedihnya, Profil ASLI #ART seringkali baru ketahuan setelah terjadinya suatu kasus besar (lebam besar,sakit parah,anak hilang,cacat,meninggal).

Mengapa profil #BOHONG bisa lolos? Karena tidak kredibel-nya CV sang #ART. Karena tidak adanya proses seleksi/interview yang tepat.

Tips #1: Tanyakan secara BERURUTAN pengalaman kerja setiap kandidat dengan keterangan lengkap tentang majikan dan job desc. sebelumnya. Anggaplah ini seperti HRD melakukan validitas setiap detail pengalaman kerja di CV.Catat di selembar kertas di depan calon Anda. Anda bisa curiga bila ada urut2an yang diceritakan calon #PRT secara berubah2 atau ia tidak ingat urut2an 5 pekerjaan terakhir. Dan Anda berhak lho “curiga” kalo sang calon menjawab ia baru kerja 1-2x dan yg terakhir telah bekerja selama lebih dari 3 tahun. Alasan paling aman agar tidak ketahuan #BOHONG = pengalaman bekerja.Semakin lama bekerja,majikan sedikit curiga & malah mudah nerima. Alasan paling aman agar tidak ketahuan #BOHONG = pengalaman bekerja.Semakin lama bekerja,majikan sedikit curiga & malah mudah nerima sang #ART.

Utk itulah Anda harus lakukan Tips #2: Tanyakan detail Job Desc. dan Skedul hariannya dalam 1-3 pekerjaan terakhir. Ingat: LAMA BEKERJA tidak menjamin #ART kompeten bekerja dengan sikon khas keluarga Anda,belum tentu cocok dan tepat bagi Anak dan Anda. Menanyakan Tips ke#2 membantu Anda memahami apakah calon #ART ini kompeten sesuai sikon keluarga Anda, cocok dan tepat bagi Anak dan Anda.

Contoh:

Calon #ART Anda bekerja selama 2 tahun di 1 keluarga.Suami & Istri (Majikan) kerja pagi pulang malam.Anaknya bersama #ART seharian. Majikannya menyerahkan seluruhnya kepada sang #ART dan jarang dimarahi (menurut sang #ART). #ART resign karena gajinya terlalu kecil.

Lebih lanjut, ia menjelaskan skedul kerja-nya bahwa hanya menemani sang Balita nonton TV/bermain,makan yang selalu dibeli di luar,mandi dsbnya.

Bila Anda tidak terkagum-kagum karena majikannya bisa begitu percaya-nya sama sang #ART, Anda harus mencoba mengklarifikasinya dengan pertanyaan terkait dampak resign-nya sang ART pada sang majikan dan keluarganya. Perhatikan ekspresinya baik-baik. Jangan kagum ketika ia berkata “ah juga kok bu.Saya dengar mereka sudah dapat ganti saya.”. Anda justru harus bingung. Kenapa keluarga-nya bisa dengan mudah mengganti #ART ini?

Bila Anda tipikal majikan yang sangat memperhatikan detil-detil tumbuh kembang anak,jenis dan gizi makanannya,mainan dan kegiatannya, dan proses tumbuh kembang emosi dan karakternya. sekalipun #ART tsb di atas punya pengalaman 1-2 thn (namun seperti no 27-28),Anda harus menimbang2 apakah akan terima #ART ini atau tidak. Mengapa? Karena majikan sebelumnya tidak memperhatikan proses tumbuh kembangnya. Nonton acara TV apapun ? Makan pun beli di luar rumah dan tidak memperhatikan kandungan gizi dan kebersihannya.

Tips #3: Perhatikan setiap detail waktu (bulan/tahun) Calon #ART Anda resign. Adakah pola tertentu ?

Anda kan sering dengar pembantu yang keluar dalam bulan ke-4 sehingga majikan terpaksa mengambil lagi dari agen pembantu dan mengeluarkan uang lagi ?

Anda juga sering mendengar pembantu yang keluar setiap kali lebaran ?

Atau sang calon #ART beberapa kali mengatakan ia pernah mengambil Infal Lebaran ?

Pola resign ini sebetulnya mengindikasikan sang #ART akan mengulangi hal yang sama bila bekerja dengan Anda.

Pertanyakan alasan resign tersebut (Questioning/Probing) dengan se-detil atau se-kepo mungkin.

Perhatikan baik-baik ekspresi –nya saat menjawab probing.Di sanalah akan muncul ketidakselarasan bila ia berbohong.Adakah yang “aneh”?

Contoh: bila alasan #ART resign adalah karena majikan sebelumnya cerewet.Tidak cerewet = kriteria majikan ideal bagi sang #ART. Kesalahan kebanyakan majikan baru adalah memaklumi alasan #ART. Entahlah kenapa begitu alasannya? Apakah karena merasa senang di keluarga lain, sang majikan (istri) cerewet?Hahaha…

Contoh: bila alasan #ART resign adalah kangen anak-nya,berarti kriteria majikannya adalah fleksibel; bisa mengizinkan pulang sewaktu2 atau malah ia berharap kerjaan ini sementara/sampingan saja. Dan, dia bisa sewaktu2 pulang juga (resign) karena kangen anak-nya.

Contoh: bila alasan #ART resign adalah load kerja di tempat sebelumnya,berarti kriteria majikannya adalah majikan dengan pekerjaan yang “santai” menurut kriteria-nya.

Contoh: bila alasan #ART resign adalah karena anak2 majikannya sudah besar-besar setelah diasuh sekian tahun.Anda harus curiga mengapa majikannya akhirnya melepas ia keluar.

Bila sudah bertahun2 bekerja pada suatu tempat,kemungkinan besar ada ikatan batin yang kuat antara majikan,anak2 majikan dan #ART. Melepas #ART tanpa sebuah alasan yang betul2 kuat tentu perlu betul2 dipahami. Sebagai contoh, kerabat saya pernah mengeluarkan #ART yang sudah bekerja selama 3 tahun karena baru ketahuan ia mencuri selama 1 tahun terakhir. Atau, majikan pindah ke luar negeri sekeluarga.

Tanyakan apakah ia pernah ditegur atau dimarahi oleh majikannya secara keras (betul-betul marah). Anda bisa langsung menerima #ART yang berani menceritakan dan mengakui bahwa sang Majikan memang pantas marah.Sebaliknya, jangan langsung senang pada #ART yang berkata “tidak pernah dimarahi”.Ada 2 kemungkinannya: bohong, atau majikannya cuek pada anak (100% mengandalkan #ART).

Kalo punya suami,tanyakan soal hidup pernikahannya yang terpisah dari suami. Apalagi, kalau pengantin baru.Saat ia mau resign, bisa jadi alas an inilah yang akan ia pergunakan.

Semua jawaban #ART ini bisa mengerucutkan pilihan Anda pada sosok #ART yang terbaik,paling tepat dan cocok bagi Anak dan Anda,walau tetap ada kekurangannya.

Di #FBI2015 @FestivalBOHONG saya akan pertunjukkan salah satu cara interview seleksi #ART / cara investigasi kelalaian #ART mengasuh anak.

Terimakasih telah menyimak.

Handoko Gani

Human Lie Detector Indonesia

Pendeteksi Kebohongan

@LieDetectorINDO

@FestivalBOHONG

#FBI2015

ANALISA EKSPRESI FOTO GAYUS

Kehebohan muncul ketika foto Gayus beredar di socmed dan surat kabar.

Banyak yang mencurigai bahwa ini foto candid alias foto jepretan tanpa ijin.

Saya memperhatikan kembali foto ini dan memastikan bahwa ini bukan foto candid.

Gayus 1

Di dalam foto tersebut, jelas terlihat bahwa Gayus menyunggingkan bibir-nya dan kedua wanita itu juga membuka bibirnya lebar. Gerakan ini kita sepakati sebagai gerakan Senyum.

Pertanyaan lantas muncul. Tahu darimana ini adalah senyum ? Gayus sedang gembira ?

Ini pertanyaan yang sangat bagus dan membuat saya menggunakan Facial Action Coding System (FACS) sebagai alat untuk menganalisa gerakan otot wajah secara ilmiah. Bila Anda ingin tahu lebih banyak, klik : https://en.wikipedia.org/wiki/Facial_Action_Coding_System

Kedua wanita melakukan gerakan Action Unit 12 atau disebut juga gerakan otot wajah mengangkat ujung bibir (Lip Corner Puller). Kita mengenalnya sebagai senyum.

Gayus, di sisi lain, melakukan gerakan Action Unit 14 (dimpler). “Dimple” berarti lesung pipi. Secara sederhana, kita terjemahkan AU 14 adalah gerakan otot wajah yang menyebabkan lesung pipi terlihat jelas di salah satu atau kedua ujung bibir. Kita juga mengenalnya sebagai senyum.

Ada perbedaan pada gerakan senyum AU12 dan AU14, walaupun kita mengenalnya sebagai senyum. AU14 lebih mendekati istilah “senyum sosial”. Dalam senyum sosial, secara umum, kita perlu mengklarifikasi dulu apakah ada muatan emosi “gembira” seperti pada AU12. Bahkan, bila hanya muncul pada salah satu ujung bibir, kita bisa menyebutkan ekspresi lekukan lesung pipi tersebut sebagai “contempt” atau menyindir.

Jadi, di foto ini, kita menemukan emosi “gembira” pada kedua wanita dan “senyum sosial” yang mungkin juga ada “gembira” di sana.

Dengan kata lain, foto ini bukan foto candid.

Bila candid, ekspresi dari ke3 orang ini tidak akan bersama-sama tersenyum menghadap kamera/Fotografer.

Ini foto yang sudah dipersiapkan.

Hal kedua: apakah ini foto paksaan dari seseorang “fotografer” yang mengenali Gayus? Entah, pelayan restoran ataupun pengunjung kafe ?

Jawabannya: Tidak.

Kalau foto paksaan, sulit mendapatkan ekspresi gembira seperti pada ekspresi ke2 wanita, rekannya Gayus.

Ekspresi yang muncul, bila paksaan, bisa jadi adalah ekspresi Takut atau Ekspresi Marah atau Ekspresi Terkejut.

Dengan kata lain, adalah BOHONG bila dikatakan ini foto paksaan seseorang. BOHONG juga bila ini foto candid.

Ekspresi ketiga orang di dalam foto membuktikannya.

Terimakasih.

#FBI2015

#FestivalBOHONGIndonesia2015

Handoko Gani

@LieDetectorINDO

http://www..handokogani.com

FB: Handoko Gani

IG: Handoko Gani

Apa salahnya Jokowi menuangkan air minum pada Aher ?

Saya bukan mendewakan seseorang, apalagi presiden Jokowi.

Tapi, Saya gatal membaca ketidakbenaran “analisa” yang dipublikasikan secara umum.

Entah ekspresi wajah ataupun body language Jokowi seringkali disalahtafsirkan !

Betul ! Salah tafsir ! Mengapa? karena tidak menggunakan dasar ilmu, tapi hanya penafsiran saja, entah berdasarkan “baca sana baca sini” atau “nonton sana nonton sini” atau berkaca pada pengalaman pribadi.

Lihat saja berita ini: http://buff.ly/1Gll634

Yang perlu diluruskan sebetulnya adalah: Bukan Jokowi yg sungkan di foto ini,tapi Aher

Ekspresi Jokowi cognitive/normal saja. 

Jokowi & Aher
Tidak selayaknya dibuat heboh.

Malah justru seharusnya kita mengacungkan jempol kepada seorang presiden yang rendah hati dan tetap menjaga budaya kesopanan seorang muda pada orang lebih tua (Aher).

Semoga lebih menjelaskan kehebohan ini.

Mari fokus yang lain.

Baca juga:

  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat kasus BG/AS: http://wp.me/p4S2VJ-4Z
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat buka botol air minum untuk Mega: http://wp.me/p4S2VJ-7b
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat menuangkan air minum ke Aher: http://wp.me/p4S2VJ-76
  1. Analisa Ahok di Mediasi DPRD-AHOK: http://wp.me/p4S2VJ-5N
  1. Analisa Ahok di KompasTV: http://wp.me/p4S2VJ-6F
  1. Analisa Ekspresi #Gibran: http://wp.me/p4S2VJ-6Z
  1. Analisa Ekspresi #MaryJane: http://wp.me/p4S2VJ-7e
  1. Homepage : www.handokogani.com

Analisa AHOK di Kompas TV 17 Maret 2015

Banyak yang mganalisa video AHOK ini tanpa dasar ke-ilmu-an.

Entah: menitikberatkan pada Verbal Style & Content -> kata2 nya dan gaya bicara nya kasar.

Entah: menitikberatkan pada Emosi AHOK -> marah-marah dengan cara marah yang kasar

Saya tidak mengatakan cara AHOK marah itu benar. Tidak sama sekali. Saya hanya tidak ingin latah memberikan pendapat pribadi. Saya bukan ahli untuk mengevaluasi atau mengelola emosi. Saya bukan pakar komunikasi (publik). 

Saya hanya memberikan pendapat sesuai kapasitas dan kapabilitas saya saja, sebagai seseorang yang sedang mempelajari Forensic Emotion, Credibility and Deception dan telah mendapatkan sertifikasi Emotional dan Truthfulness Evaluation Skill.

Saya mengajak Anda menganalisa berdasarkan Criteria Based Content Analysis yang banyak dipergunakan oleh para penegak hukum hingga agen rahasia di banyak negara.

Ke-ILMU-an, bukan pendapat pribadi tanpa dasar.

dan hanya terkait EMOTION, CREDIBILITY, dan DECEPTION evaluation saja.

Ada 19 kriteria yang dimaksudkan CBCA sebagai tanda2 kejujuran / kredibilitas seseorang dalam konteks statement nya yang sedang dianalisa.

CBCA #1: Apakah crita AHOK makes sense & mungkinkah betulan dialami sperti digambarkan (Coherence) ?

Secara umum, make sense. Namun, tentunya dugaan korupsi harus dibuktikan secara hukum.

– Penjelasan tentang e-Budgeting “makes sense”.

– Penjelasan tentang pra-duga adanya korupsi “makes sense”.

CBCA #2: Adakah SPONTANEITY AHOK dlm mjawab tanpa ditanya wartawan ?

Ada. Banyak spontanitas. Banyak topik yang tidak ditanya, tapi diangkat dan dijelaskan secara gamblang, terutama terkait e-budgeting dan dugaan korupsi oleh oknum DPRD.

CBCA #3: Adakah DETAIL yg cukup (scara kuantitas & kualitas) dalam jawaban2 AHOK ?

Ada. Detail banyak scara kuantitas, namun scara kualitas harus di-validasi juga dengan orang terkait / disertai bukti tertentu.

 

CBCA #4: Adakah KONTEKS yang terikat dgn kejadian, entah konteks cerita, konteks waktu, tempat, dsbnya dalam jawaban2 AHOK ? 

Ada. Konteks mengapa muncul dugaan korupsi baru-baru ini saja telah dijabarkan secara lengkap, termasuk apa saja penyeleweng-an tersebut.

 

CBCA #5: Adakah DESKRIPSI KEJADIAN yg hanya bisa diceritakan dengan detail & tepat bila ia memang mgalaminya?

Banyak. Detail deskripsi terkait pekerjaan, terkait adanya pembicaraan dengan Jokowi.

CBCA #6: Adakah PERCAKAPAN yg privacy & sebelumnya tidak ada orang yg tahu, tapi bisa diungkapkan AHOK dgn detail & tepat?

Banyak. Salah satunya adalah isi percakapan dengan Jokowi -> termasuk komitmen AHOK utk diberhentikan bila ada kesalahan; termasuk pernyataan tentang”menjadi Kabulog” bila dipindah Jokowi.

CBCA #7: Adakah SPONTANITAS KOMPLIKASI KEJADIAN CERITA (tentang topik cerita) yg mana bisa spontan diceritakan AHOK bila memang tdk ada rekayasa?

CBCA #8: Adakah UNUSUAL DETAILS (terkait kejadiannya) ? Kaga ditanya wartawan,tau2 AHOK jelasin panjang lebar tentang pgalaman yg ia alami?

CBCA #9: Adakah PERIPHERAL DETAILS yang unik dan hanya bisa diceritakan bila AHOK betul mgalaminya, walaupun cerita jd berputar2/lompat2 ?

Ada beberapa penjelasan detail yg spesifik hanya bisa terjadi di dalam lingkup pemprov DKI Jakarta,terkait proses RAPBD.

Bahkan ada ledakan2 emosi lewat Voice, Verbal Stye, dan Verbal Content disertai Ekspresi Wajah dan adanya Body Language tertentu.

CBCA #10 -> Adakah Reported Details yang tidak dimengerti Audience tapi akurat, mungkin karena ketidaktahuan AHOK akan istilah tsb

Tidak ada.

CBCA #11: Adakah External Reference yang di-asosiasikan AHOK scara SPONTAN dlm jawaban2nya,namun “nyambung” & mjadikan cerita lbh jelas ?

Ada, terutama penjelasan tentang e-budgeting -> contoh: terkait perumpamaan perpustakaan vs komputer, buku vs computerized, dsbnya.

CBCA #12: Adakah penyebutan Mental State dirinya : misalnya AHOK (saya) gak berani, AHOK marah, dsbnya.

Ada. Banyak sekali. 

Yang terkesan tentang kesiapannya mati (muda)

CBCA #13: Adakah penyebutan Mental State orang lain disebutkan AHOK dalam cerita nya? Misalnya mental state Jokowi, SKPD, pegawai2 baru, dsb

Ada beberapa. Yang terkesan saat beliau menyampaikan komitmen Jokowi utk merapikan birokrasi Jakarta via e-budgeting; dan saat mereka berdua berpura2 mengatakan sesuatu 

CBCA #14: Adakah KOREKSI SPONTAN yg dilakukan AHOK sendiri dlm statement2 jawabannya sendiri ?

Bukan koreksi tapi penjelasan ulang kepada wartawan akan maksud perkataannya.

CBCA #15: Adakah pengakuan “Saya Lupa” saat menjawab/mceritakan kjadian2 tertentu dlm wawancara beliau, karena loading periodic memory ?

Yes, ada, ketika menyebutkan anggaran budget truk sampah

CBCA #16: Adakah Ketidakyakinan atas Statement sendiri yg dikatakan, disadari sendiri & kmudian dikoreksi ?

Tidak ada.

CBCA #17: Adakah Self Deprecation -> penyesalan diri sendiri, yg naif & jujur transparan skalipun bs di-endus sbgai tanda2 bersalah

Secara umum, tidak ada

CBCA #18 -> Adakah spontanitas AHOK yg somehow bisa memahami/mgampuni pelaku yg melakukan kesalahan (Pardoning Perpetrator) ?

Tidak ada, secara umum.

CBCA #19: Adakah Details Karakteristik yang hanya bisa disebutkan,dijelaskan,diungkap oleh seorang Gubernur yg betul2 mgalaminya ? (Istilah spesifik,proses work flow tertentu,posisi & job desc tertentu, dsbnya)

Banyak sekali detail tersebut.

Bila Anda bukan Gubernur, Anda tidak akan tahu hal itu.

Semakin banyaknya statement yang memenuhi kriteria tsb di atas, maka itu pertanda orang tsb memang mengalami kejadian yang ia ceritakan/jabarkan. Dengan kata lain, ada KREDIBILITAS.

Note bahwa beberapa pernyataan AHOK perlu digali lebih dalam dan dibuktikan secara spesifik secara hukum.

Misalnya kasus UPS -> Nilai yg dicurigai, Apa Dugaan Metode Kongkalikong/KKN nya,Mengapa/Bagaimana bisa (lolos) dilakukan,Mengapa/Bagaimana bisa ter-deteksi (metode apa yg telah dilakukan),Kapan & Dimana dilakukan KKN tsb,Siapa yg diduga terlibat dlm KKN tsb,apa saja bukti2 yang didapatkan.

Dengan adanya pembedahan kasus per kasus, AHOK, DPRD, beserta pemerintah pusat/daerah lain, dan Rakyat bisa membuktikan siapa yang #BENARatauBOHONG secara detail dan bisa melakukan S.O.P cross check yang sama utk daerah nya masing-masing.

Baca juga:

  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat kasus BG/AS: http://wp.me/p4S2VJ-4Z
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat buka botol air minum untuk Mega: http://wp.me/p4S2VJ-7b
  1. Analisa Ekspresi #Jokowi saat menuangkan air minum ke Aher: http://wp.me/p4S2VJ-76
  1. Analisa Ahok di Mediasi DPRD-AHOK: http://wp.me/p4S2VJ-5N
  1. Analisa Ahok di KompasTV: http://wp.me/p4S2VJ-6F
  1. Analisa Ekspresi #Gibran: http://wp.me/p4S2VJ-6Z
  1. Analisa Ekspresi #MaryJane: http://wp.me/p4S2VJ-7e
  1. Homepage : www.handokogani.com

Tidak ada “Pinokio Cinta”

Membaca ini: http://bit.ly/1EXFHcS, memotivasi saya untuk kemarin membuat sesi sharing Bongkar #Kode (Cinta) dan membuat artikel berikut ini

 

Saya akan fokus kepada 3 point saja yang dianggap sebagai tanda2 pria jatuh cinta.

1. Gerakan MATA

Wuidiiiih saya mau mengatakan bahwa ngeri sekali bila menganggap gerakan MATA tertentu sebagai tanda pria jatuh cinta. Bisa menjerumuskan Anda sebagai wanita. Bisa membuat Anda, pria, di-salah mengerti oleh wanita (sedang jatuh cinta).

 

Fakta #1 adalah arah gerakan mata bukan-lah satu-satunya kanal (channel) terpercaya dalam menunjukkan #BOHONG atau tidaknya seseorang, yang dibuktikan oleh riset Paul Ekman. Gerakan mata orang yang #Jujur bisa sama dengan gerakan mata orang yang #BOHONG. Gerakan mata orang yang sedang jatuh cinta sama dengan gerakan mata orang yang sedang membenci Anda, atau bermaksud berbuat jahat terhadap Anda.

 

Walaupun,

Penelitian terakhir tentang gerakan mata adalah arah pandangan mata ke Wajah dan ke Tubuh seseorang: http://buff.ly/1bgHrSj bisa membedakan antara Jatuh Cinta dan Lust/Nafsu seksual. Namun, belum bisa mengindentifikasi apakah seseorang Jatuh Cinta dan Tidak ada perasaan cinta (biasa saja, friendship/kenalan saja, dsbnya).

 

Dan tetap sangat berbahaya bila hanya berpatokan pada 1 kanal saja yaitu gerakan mata.

 

In fact,

Anda harus tetap menggabungkan analisa wajah-nya, sekalipun mata adalah bagian dari wajah, ditambah dengan analisa Body Language, Voice, Verbal style dan Verbal content DITAMBAH dengan Validasi (Bertanya) disertai Bukti-Bukti, termasuk misalnya pengakuan resmi atas cinta nya tersebut.

 

Fakta #2 adalah sama seperti tidak ada Pinokio dan Hidung nya yang bisa memanjang bila ber #BOHONG, di dunia nyata tidak ada “Pinokio Cinta” juga yang bisa menunjukkan tanda2 jatuh cinta secara terang2an seperti hidung pinokio yang memanjang bila ber #BOHONG.

 

Salah kaprah ini dimulai dengan menyamaratakan emosi Happy (Senang) dengan Jatuh Cinta (Love), yaitu gerakan dan sinar mata yang berbinar-binar. Padahal, Love bukanlah emosi, sebagaimana ditemukan oleh Paul Ekman. Love bisa emosi apapun, bisa bertahan selama2nya, bisa juga berakhir pada periode tertentu, bisa tanpa tanda2 spesifik, bisa tanpa tanda2 pemicu yang universal, bisa juga terjadi karena emosi marah di awal-nya atau emosi takut di awal-nya, dsbnya.

 

Berhati2lah menganggap gerakan mata sebagai tanda jatuh cinta.

Sudah banyak korban-nya, karena mereka yang biasa bermain perasaan, justru menggunakan gerakan mata sebagai tipuan utk menjerat Anda jatuh cinta dan kemudian baru menunjukkan maksud jahatnya setelah Anda terjerat.

 

2. Gerakan Tubuh atau Body Language

 

Sama sperti Gerakan Mata, Body Language juga bukan sebuah kanal yang paling terpercaya dalam mengungkapkan emosi apapun dari seseorang, dan juga bukan sebuah kanal yang paling terpercaya dalam mengungkapkan kebenaran ataupun kebohongan. Body Language #BENARatauBOHONG bisa sama saja.

 

Bila emosi dan kebohongan & kejujuran saja tidak bisa berpatokan hanya dari gerakan tubuh, tentu jatuh cinta pun tidak bisa berpatokan hanya dari gerakan tubuh. Sangat riskan menyamaratakan gerakan tubuh tertentu sebagai pertanda jatuh cinta. Bisa salah mengartikan cinta sebagai friendship, atau sebaliknya mengartikan friendship sebagai keinginan menjalin hubungan/jatuh cinta.

 

3. Kebetulan dan Kesengajaan rencana/kejadian yang mendadak terjadi

Bisa iya, bisa tidak.

Tetapi, yang ingin saya gariskan adalah: Anda dan Saya bisa mendeteksi kebetulan/kesengajaan suatu kejadian alias sebuah konspirasi pengaturan. Dan setelah Anda tahu, semuanya kembali kepada Anda sendiri -> Bila Anda juga jatuh cinta, Anda bisa larut ke dalam “kesengajaan” nya atau Bila Anda tidak punya perasaan apa-apa, Anda bisa mengambil sikap menghindari atau menolak.

 

Contoh konkrit: ketika tiba2 tempat duduk Anda saat menonton persis di sebelah dia, Anda bisa bertanya, mencari bukti-bukti, dan mengamati ke-5 kanal tubuhnya (Wajah,Body Language,Voice,Verbal Style,Verbal Content): apakah konsisten dengan penjelasan nya / rekan Anda bahwa tidak ada kesengajaan/pengaturan atau juga spontanitas penjelasan nya / rekan Anda saat mengemukakan alasan2 pembelaannya.

 

Bila ada ketidak-konsisten-an penjelasan si Dia ataupun rekan Anda satu sama lain, Anda bisa mulai curiga dan berhipotesa adanya konspirasi.

Bila tidak spontanitas dalam penjelasan si Dia ataupun rekan Anda, entah berasal dari suara (dari terbiasa berbicara pelan,mendadak kencang, misalnya), dari voice style (mendadak gugup padahal umumnya lancar), dari wajah (mendadak terlihat takut), Anda bisa mulai berhipotesa adanya konspirasi.

 

Dan ketika Anda sudah yakin bahwa itu adalah konspirasi…

keputusan kembali kepada Anda –> tenggelam di dalam setting-an nya karena Anda juga jatuh cinta atau Anda mau menguji perasaan Anda

atau …

Anda terang2an menolak duduk di samping dia secara halus.

 

Akhir kata, dari 3 point di atas, saya ingin menegaskan bahwa:

1. Tidak ada tanda-tanda universal seseorang jatuh cinta, karena sangat tergantung karakter orang tsb, background nya, tingkat pendidikan, profesinya, suku bangsa, budaya, dsbnya.

2. Anda adalah otoritas tertinggi dalam menyambut atau menolak “jatuh cinta”. Anda juga bisa mendeteksi kesengajaan setting-an seseorang kok. Jatuh Cinta ataupun tidak, 100% adalah kesengajaan Anda.

 

Silakan “jatuh cinta” …

Makna Ekspresi Wajah bisa menyesatkan

Sy sedang menyimak tayangan ini: http://bit.ly/1BIr8av . Sebuah tayangan yang menarik tentang sosialita.

Di awal http://bit.ly/1BIr8av , ada kalimat Host berbunyi demikian: “Ada yang beruntung menjadi pemenang, dan Ada pula yang belum beruntung”

Sy trtarik pd 2 ekspresi wajah Host di http://bit.ly/1BIr8av , dan Sy akan mbahas nya 1 per satu.

1) Makna ekspresi wajah di akhir “Ada yg beruntung menjadi pemenang” (terlampir) di http://bit.ly/1BIr8av

CAJ7c8oVAAA8QDB.jpg-large

Kmungkinan ekspresi wajah & body language di kata “menjadi pemenang”di http://bit.ly/1BIr8av brmaksud memperagakan kebanggaan jd pemenang.

…dan gestur Host cukup berhasil myampaikan maksudnya (pemenang –> bangga) -> Bila pria akan makin bagus,bila gestur tubuh dada lebih dibusungkan

… Akan tetapi, ekspresi wajah tsb kurang tepat mggambarkan kebanggaan.

Kenapa? Karena bangga bukan emosi dan kalaupun emosi Happy yg ingin disampaikan, ekspresi wajah Happy bukan begitu.

2. Makna ekspresi wajah di kata “ada pula yang belum beruntung”

CAJ95iDUMAADRLc.jpg-large

Di dalam ekspresi wajah ini,mungkin dimaksudkan mggambarkan sakitnya ketidakberuntungan itu.

…namun,emosi “sakit hati” atau ekspresi ketidakberuntungan/kesialan bukanlah ekspresi ataupun salah satu dr 7 emosi universal Paul Ekman.

… Dan emosi Sedih pun juga bukan demikian.

Jadi, penonton bisa menangkap ekspresi itu sebagai emosi yang berbeda atau penonton bisa tidak memahami sama sekali makna dari ekspresi tersebut. Apalagi, fakta bahwa penonton MetroTV berasal dari berbagai kalangan, berbagai profesi, latar belakang pendidikan, dsbnya

…Untungnya, scara kseluruhan,Host cukup berhasil menyampaikan maksudnya…dan in fact, acara http://bit.ly/1BIr8av sangat menarik.Amat menarik.

 

Berhati-hatilah dalam membuat ekspresi wajah.

Bisa menyesatkan