Penilaian Acuan Norma Vs Acuan Patokan: Mengenal Perbedaannya


Penilaian Acuan Norma Vs Acuan Patokan: Mengenal Perbedaannya

Penilaian acuan norma adalah penilaian yang membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya dalam kelompok yang sama. Sedangkan penilaian acuan patokan adalah penilaian yang membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

Penilaian acuan norma lebih sering digunakan untuk tujuan seleksi, seperti untuk menentukan siswa yang akan diterima di sekolah atau program tertentu. Sedangkan penilaian acuan patokan lebih sering digunakan untuk tujuan perbaikan, seperti untuk mengidentifikasi area di mana siswa perlu ditingkatkan.

Kedua jenis penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penilaian acuan norma lebih mudah dikelola dan dapat memberikan yang lebih akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya. Namun, penilaian acuan norma tidak memberikan tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan.

Sedangkan penilaian acuan patokan memberikan tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan. Namun, penilaian acuan patokan lebih sulit dikelola dan dapat memberikan yang kurang akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

Penilaian Acuan Norma vs Acuan Patokan

Penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan merupakan dua jenis penilaian yang digunakan untuk mengukur kinerja siswa. Kedua jenis penilaian ini memiliki perbedaan mendasar dalam hal tujuan, prosedur, dan interpretasi hasil. Berikut adalah delapan aspek penting yang membedakan penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan:

  • Tujuan: Penilaian acuan norma bertujuan untuk membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan bertujuan untuk membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan.
  • Prosedur: Penilaian acuan norma biasanya menggunakan tes yang dinormakan, yang berarti tes tersebut telah diujicobakan pada sampel siswa yang representatif untuk menetapkan norma atau rata-rata kinerja. Penilaian acuan patokan biasanya menggunakan tes yang mengukur kinerja siswa pada standar tertentu.
  • Interpretasi hasil: Hasil penilaian acuan norma ditafsirkan dalam kaitannya dengan kinerja siswa lainnya, sedangkan hasil penilaian acuan patokan ditafsirkan dalam kaitannya dengan standar yang telah ditetapkan.
  • Kegunaan: Penilaian acuan norma sering digunakan untuk tujuan seleksi, seperti untuk menentukan siswa yang akan diterima di sekolah atau program tertentu. Penilaian acuan patokan sering digunakan untuk tujuan perbaikan, seperti untuk mengidentifikasi area di mana siswa perlu ditingkatkan.
  • Kelebihan: Penilaian acuan norma lebih mudah dikelola dan dapat memberikan yang lebih akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya. Penilaian acuan patokan memberikan tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan.
  • Kekurangan: Penilaian acuan norma tidak memberikan tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan. Penilaian acuan patokan lebih sulit dikelola dan dapat memberikan yang kurang akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.
  • Contoh: Penilaian acuan norma dapat berupa tes standar yang digunakan untuk membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya di seluruh negeri. Penilaian acuan patokan dapat berupa tes yang digunakan untuk mengukur kinerja siswa pada standar tertentu, seperti standar negara bagian atau standar nasional.
  • Relevansi: Penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan adalah dua jenis penilaian yang penting untuk tujuan yang berbeda. Penting untuk memilih jenis penilaian yang tepat berdasarkan tujuan penilaian.

Pada akhirnya, keputusan untuk menggunakan penilaian acuan norma atau penilaian acuan patokan bergantung pada tujuan penilaian dan yang ingin diperoleh. Kedua jenis penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini ketika memilih jenis penilaian yang akan digunakan.

Tujuan

Perbedaan tujuan antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan merupakan aspek mendasar yang membedakan kedua jenis penilaian ini. Penilaian acuan norma berfokus pada membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan berfokus pada membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan.

  • Aspek 1: Seleksi vs Perbaikan

    Perbedaan tujuan antara kedua jenis penilaian ini berimplikasi pada penggunaannya. Penilaian acuan norma lebih sering digunakan untuk tujuan seleksi, seperti untuk menentukan siswa yang akan diterima di sekolah atau program tertentu. Hal ini karena penilaian acuan norma dapat memberikan tentang peringkat siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

  • Aspek 2: tentang Kinerja Siswa

    Perbedaan tujuan antara kedua jenis penilaian ini juga berimplikasi pada informasi yang diberikan oleh penilaian tersebut. Penilaian acuan norma memberikan informasi tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan. Hal ini penting untuk dipertimbangkan ketika memilih jenis penilaian yang akan digunakan.

Dengan memahami perbedaan tujuan antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan, pendidik dan pembuat kebijakan dapat memilih jenis penilaian yang tepat untuk tujuan penilaian mereka. Kedua jenis penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini ketika memilih jenis penilaian yang akan digunakan.

Prosedur

Perbedaan prosedur antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan merupakan aspek penting yang membedakan kedua jenis penilaian ini. Penilaian acuan norma menggunakan tes yang dinormakan, sedangkan penilaian acuan patokan menggunakan tes yang mengukur kinerja siswa pada standar tertentu.

Baca juga:  Panduan Lengkap Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro untuk Pemula

  • Aspek 1: Pemilihan Tes

    Perbedaan prosedur antara kedua jenis penilaian ini berimplikasi pada pemilihan tes. Penilaian acuan norma menggunakan tes yang dinormakan, yang berarti tes tersebut telah diujicobakan pada sampel siswa yang representatif untuk menetapkan norma atau rata-rata kinerja. Hal ini memastikan bahwa tes tersebut adil dan dapat diandalkan.

  • Aspek 2: Penilaian Kinerja

    Perbedaan prosedur antara kedua jenis penilaian ini juga berimplikasi pada penilaian kinerja siswa. Penilaian acuan norma membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan. Hal ini berimplikasi pada cara penilaian kinerja siswa.

  • Aspek 3: Interpretasi Hasil

    Perbedaan prosedur antara kedua jenis penilaian ini juga berimplikasi pada interpretasi hasil. Penilaian acuan norma menafsirkan hasil dalam kaitannya dengan kinerja siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan menafsirkan hasil dalam kaitannya dengan standar yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk dipertimbangkan ketika menafsirkan hasil penilaian.

Dengan memahami perbedaan prosedur antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan, pendidik dan pembuat kebijakan dapat memilih jenis penilaian yang tepat untuk tujuan penilaian mereka. Kedua jenis penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini ketika memilih jenis penilaian yang akan digunakan.

Interpretasi hasil

Perbedaan interpretasi hasil antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan merupakan aspek penting yang membedakan kedua jenis penilaian ini. Penilaian acuan norma menafsirkan hasil dalam kaitannya dengan kinerja siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan menafsirkan hasil dalam kaitannya dengan standar yang telah ditetapkan.

Interpretasi hasil yang berbeda ini berimplikasi pada penggunaan penilaian. Penilaian acuan norma lebih sering digunakan untuk tujuan seleksi, seperti untuk menentukan siswa yang akan diterima di sekolah atau program tertentu. Hal ini karena penilaian acuan norma dapat memberikan informasi tentang peringkat siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

Sedangkan penilaian acuan patokan lebih sering digunakan untuk tujuan perbaikan, seperti untuk mengidentifikasi area di mana siswa perlu ditingkatkan. Hal ini karena penilaian acuan patokan memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan.

Dengan demikian, interpretasi hasil merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan ketika memilih jenis penilaian yang akan digunakan. Pendidik dan pembuat kebijakan perlu memahami perbedaan interpretasi hasil antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan untuk dapat memilih jenis penilaian yang tepat untuk tujuan penilaian mereka.

Kegunaan

Perbedaan kegunaan antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan merupakan aspek penting yang membedakan kedua jenis penilaian ini. Penilaian acuan norma digunakan untuk tujuan seleksi, sedangkan penilaian acuan patokan digunakan untuk tujuan perbaikan.

Penilaian acuan norma digunakan untuk membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya. Hal ini memungkinkan pemeringkatan siswa dan pemilihan siswa yang akan diterima di sekolah atau program tertentu. Misalnya, penilaian acuan norma dapat digunakan untuk menentukan siswa yang akan diterima di sekolah menengah atas atau universitas.

Penilaian acuan patokan digunakan untuk membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan. Hal ini memungkinkan identifikasi area di mana siswa perlu ditingkatkan. Misalnya, penilaian acuan patokan dapat digunakan untuk mengidentifikasi siswa yang perlu ditingkatkan dalam membaca atau matematika.

Dengan demikian, kegunaan merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan ketika memilih jenis penilaian yang akan digunakan. Pendidik dan pembuat kebijakan perlu memahami perbedaan kegunaan antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan untuk dapat memilih jenis penilaian yang tepat untuk tujuan penilaian mereka.

Kelebihan

Kelebihan penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan merupakan aspek penting yang membedakan kedua jenis penilaian ini. Penilaian acuan norma memiliki kelebihan dalam hal kemudahan pengelolaan dan pemberian informasi yang lebih akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya. Sedangkan penilaian acuan patokan memiliki kelebihan dalam memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan.

  • Kemudahan Pengelolaan

    Penilaian acuan norma lebih mudah dikelola dibandingkan dengan penilaian acuan patokan. Hal ini karena penilaian acuan norma menggunakan tes yang dinormakan, yang berarti tes tersebut telah diujicobakan pada sampel siswa yang representatif untuk menetapkan norma atau rata-rata kinerja. Hal ini memudahkan dalam penyusunan, pelaksanaan, dan penilaian tes.

  • Informasi Akurat tentang Kinerja Siswa

    Penilaian acuan norma dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya. Hal ini karena penilaian acuan norma membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, sehingga dapat memberikan peringkat siswa dan mengidentifikasi siswa yang berkinerja tinggi atau rendah.

  • Informasi tentang Pencapaian Standar

    Penilaian acuan patokan memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan. Hal ini karena penilaian acuan patokan membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga dapat mengidentifikasi siswa yang telah mencapai standar dan siswa yang belum mencapai standar.

Baca juga:  Ungkap Rahasia Kelam Penyimpangan Orde Baru

Dengan memahami kelebihan penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan, pendidik dan pembuat kebijakan dapat memilih jenis penilaian yang tepat untuk tujuan penilaian mereka. Kedua jenis penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini ketika memilih jenis penilaian yang akan digunakan.

Kekurangan

Kekurangan penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan ketika memilih jenis penilaian yang akan digunakan. Penilaian acuan norma memiliki kekurangan dalam hal pemberian informasi tentang pencapaian standar, sedangkan penilaian acuan patokan memiliki kekurangan dalam hal pengelolaan dan pemberian informasi yang kurang akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

  • Pemberian Informasi tentang Pencapaian Standar

    Penilaian acuan norma tidak memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan. Hal ini karena penilaian acuan norma membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, sehingga tidak dapat memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan.

  • Kesulitan Pengelolaan

    Penilaian acuan patokan lebih sulit dikelola dibandingkan dengan penilaian acuan norma. Hal ini karena penilaian acuan patokan menggunakan tes yang mengukur kinerja siswa pada standar tertentu, sehingga memerlukan pengembangan tes yang spesifik dan sesuai dengan standar yang ingin diukur.

  • Informasi Akurat tentang Kinerja Siswa

    Penilaian acuan patokan dapat memberikan informasi yang kurang akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya. Hal ini karena penilaian acuan patokan membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga tidak dapat memberikan informasi tentang peringkat siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

Dengan memahami kekurangan penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan, pendidik dan pembuat kebijakan dapat memilih jenis penilaian yang tepat untuk tujuan penilaian mereka. Kedua jenis penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini ketika memilih jenis penilaian yang akan digunakan.

Contoh

Contoh penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan memberikan ilustrasi konkret tentang bagaimana kedua jenis penilaian ini digunakan dalam praktik.

  • Penilaian Acuan Norma

    Tes standar yang digunakan untuk membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya di seluruh negeri merupakan contoh penilaian acuan norma. Tes-tes ini dirancang untuk memberikan informasi tentang peringkat siswa dibandingkan dengan siswa lainnya, sehingga dapat digunakan untuk tujuan seleksi, seperti menentukan siswa yang akan diterima di sekolah atau program tertentu.

  • Penilaian Acuan Patokan

    Tes yang digunakan untuk mengukur kinerja siswa pada standar tertentu, seperti standar negara bagian atau standar nasional, merupakan contoh penilaian acuan patokan. Tes-tes ini dirancang untuk memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan, sehingga dapat digunakan untuk tujuan perbaikan, seperti mengidentifikasi area di mana siswa perlu ditingkatkan.

Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan digunakan untuk tujuan yang berbeda dan memberikan informasi yang berbeda tentang kinerja siswa. Pendidik dan pembuat kebijakan perlu memahami perbedaan-perbedaan ini untuk dapat memilih jenis penilaian yang tepat untuk tujuan penilaian mereka.

Relevansi

Penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan memainkan peran penting dalam sistem pendidikan karena memberikan informasi yang berbeda tentang kinerja siswa. Penilaian acuan norma membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan. Kedua jenis penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan penting untuk memilih jenis penilaian yang tepat berdasarkan tujuan penilaian.

Salah satu aspek penting dalam memilih jenis penilaian yang tepat adalah relevansi. Relevansi mengacu pada kesesuaian penilaian dengan tujuan penilaian. Misalnya, jika tujuan penilaian adalah untuk membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, maka penilaian acuan norma akan lebih relevan. Sedangkan jika tujuan penilaian adalah untuk mengetahui apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan, maka penilaian acuan patokan akan lebih relevan.

Dengan memahami relevansi penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan, pendidik dan pembuat kebijakan dapat memilih jenis penilaian yang tepat untuk tujuan penilaian mereka. Hal ini akan memastikan bahwa penilaian yang digunakan memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat untuk pengambilan keputusan.

Pertanyaan Umum tentang Penilaian Acuan Norma vs. Acuan Patokan

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan, beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Apa perbedaan utama antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan?

Jawaban: Perbedaan utama antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan terletak pada tujuannya. Penilaian acuan norma digunakan untuk membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan digunakan untuk membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan.

Baca juga:  Rahasia Dibalik Kesuksesan STM: Panduan Lengkap untuk Mendominasi Bidang Kejuruan

Pertanyaan 2: Jenis penilaian mana yang lebih baik digunakan untuk tujuan seleksi?

Jawaban: Penilaian acuan norma lebih sering digunakan untuk tujuan seleksi, seperti untuk menentukan siswa yang akan diterima di sekolah atau program tertentu. Hal ini karena penilaian acuan norma dapat memberikan informasi tentang peringkat siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

Pertanyaan 3: Jenis penilaian mana yang lebih baik digunakan untuk tujuan perbaikan?

Jawaban: Penilaian acuan patokan lebih sering digunakan untuk tujuan perbaikan, seperti untuk mengidentifikasi area di mana siswa perlu ditingkatkan. Hal ini karena penilaian acuan patokan memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan.

Pertanyaan 4: Apa saja kelebihan penilaian acuan norma?

Jawaban: Kelebihan penilaian acuan norma antara lain lebih mudah dikelola dan dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

Pertanyaan 5: Apa saja kekurangan penilaian acuan norma?

Jawaban: Kekurangan penilaian acuan norma antara lain tidak memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan.

Pertanyaan 6: Apa saja kelebihan penilaian acuan patokan?

Jawaban: Kelebihan penilaian acuan patokan antara lain memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan.

Pertanyaan 7: Apa saja kekurangan penilaian acuan patokan?

Jawaban: Kekurangan penilaian acuan patokan antara lain lebih sulit dikelola dan dapat memberikan informasi yang kurang akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

Kesimpulan

Penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan adalah dua jenis penilaian yang penting untuk tujuan yang berbeda. Penting untuk memilih jenis penilaian yang tepat berdasarkan tujuan penilaian. Dengan memahami perbedaan dan kelebihan serta kekurangan kedua jenis penilaian ini, pendidik dan pembuat kebijakan dapat membuat keputusan yang tepat tentang jenis penilaian yang akan digunakan.

Bagian Selanjutnya

Baca artikel selanjutnya untuk informasi lebih lanjut tentang topik-topik terkait.

Tips Mengenal Perbedaan Penilaian Acuan Norma dan Acuan Patokan

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mengenal perbedaan antara penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan:

Tip 1: Pahami Tujuan Penilaian

Langkah pertama dalam memilih jenis penilaian yang tepat adalah memahami tujuan penilaian. Penilaian acuan norma digunakan untuk membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan digunakan untuk membandingkan kinerja siswa dengan standar yang telah ditetapkan. Tentukan tujuan penilaian Anda sebelum memilih jenis penilaian.

Tip 2: Pilih Jenis Penilaian yang Sesuai

Setelah Anda memahami tujuan penilaian, Anda dapat memilih jenis penilaian yang sesuai. Jika tujuan Anda adalah untuk membandingkan kinerja siswa dengan kinerja siswa lainnya, maka penilaian acuan norma adalah pilihan yang tepat. Jika tujuan Anda adalah untuk mengetahui apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan, maka penilaian acuan patokan adalah pilihan yang tepat.

Tip 3: Pahami Kelebihan dan Kekurangan

Setiap jenis penilaian memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penilaian acuan norma lebih mudah dikelola dan dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya. Namun, penilaian acuan norma tidak memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan. Penilaian acuan patokan memberikan informasi tentang apakah siswa telah mencapai standar yang diharapkan, tetapi lebih sulit dikelola dan dapat memberikan informasi yang kurang akurat tentang kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.

Tip 4: Pertimbangkan Relevansi

Ketika memilih jenis penilaian, penting untuk mempertimbangkan relevansinya dengan tujuan penilaian. Pastikan bahwa penilaian yang Anda gunakan akan memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat untuk pengambilan keputusan.

Tip 5: Dapatkan Bantuan dari Ahli

Jika Anda tidak yakin jenis penilaian mana yang terbaik untuk tujuan Anda, jangan ragu untuk mendapatkan bantuan dari ahli. Pendidik dan pembuat kebijakan dapat membantu Anda memilih jenis penilaian yang tepat dan memberikan panduan tentang cara menggunakannya secara efektif.

Kesimpulan Penilaian Acuan Norma vs Acuan Patokan

Penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan memiliki fungsi yang berbeda dan memberikan informasi yang berbeda pula mengenai kinerja siswa. Penilaian acuan norma membandingkan performa siswa dengan siswa lainnya, sedangkan penilaian acuan patokan membandingkan performa siswa dengan standar yang telah ditentukan.

Kedua jenis penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penilaian acuan norma lebih mudah dikelola dan dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai pencapaian siswa dibandingkan dengan siswa lain. Sebaliknya, penilaian acuan patokan memberikan informasi mengenai pencapaian siswa dibandingkan standar tertentu, namun pelaksanaannya cenderung lebih sulit dan memiliki risiko memberikan informasi yang kurang akurat mengenai kinerja siswa dibandingkan dengan siswa lain.

Dalam memilih jenis penilaian yang tepat, guru dan pengambil kebijakan perlu mempertimbangkan tujuan penilaian. Dengan memahami perbedaan, kelebihan, dan kekurangan dari kedua jenis penilaian, maka pemilihan jenis penilaian yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran akan lebih efektif.

Youtube Video: