Benarkah Sean menganiaya ayu thalia ?

Sangat menarik memperhatikan tentang kasus Thata Anma versus Nicholas Sean Tjahaya Purnama, anaknya Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Berikut ini detilnya :

Kasus apa yang dilaporkan : Penganiayaan

Kapan kejadian : Jumat 27 Agustus 2021, Pukul 19:17 WIB

Lokasi TKP : Kawasan Pluit, Penjaringan. Diduga di dalam mobil milik Terduga Pelaku. Mobil diduga di parkir di dalam/sekitar : showroom mobil Prestige motors (Dugaan saya – red)

Source : https://hot.detik.com/celeb/d-5703119/kronologi-anak-ahok-diduga-lakukan-penganiayaan

Siapa korban dalam kasus ini ? Thata Anma
Kerugian apa yang terjadi dalam kasus ini ? Luka

Siapa yang diduga melakukan penganiayaan ? Nicholas Sean Tjahaya Purnama

Apa yang dilakukan oleh Terduga Pelaku ? Mendorong korban dari dalam mobil hingga terjatuh dan bagian tubuhnya terluka.

Mengapa pendorongan tersebut terjadi (bila benar terjadi) ? Karena Pelaku sakit hati dan menyatakan tidak ingin bertemu lagi.

Mengapa Pelaku sakit hati ? ( Saya belum mendapat jawaban ?)

Mengapa Pelaku tidak ingin bertemu lagi ? (Saya belum mendapat jawaban ?)

Mengapa Pelaku sakit hati dan tidak ingin bertemu lagi, tetapi Pelaku justru mendorong Korban dari dalam mobil ? (Saya belum mendapat jawaban ?)

Apakah mobil dalam keadaan berjalan atau dalam keadaan diam saat Korban didorong ? (Saya belum mendapat jawaban ?)

Apa yang dilakukan Pelaku setelah mengetahui Korban terjatuh ? Apakah ia begitu saja meninggalkan Korban ? (Saya belum mendapat jawaban ?)

Source : : https://hot.detik.com/celeb/d-5703134/ini-bukti-luka-thata-anma-usai-laporkan-anak-ahok-dugaan-penganiayaan

Tanggapan saya :

  1. Terkait kasus ini, seharusnya terdapat saksi-saksi mata di sekitar lokasi. Yang paling pasti adalah Security personnel di showroom dan bukti CCTV, serta saksi masyarakat yang mungkin menyaksikan. Ini perlu diminta dan dianalisis.
  2. Terkait luka, luka yang ditunjukkan adalah luka di kaki (dengkul saja).
    Note : perlu lebih banyak foto bukti luka di bagian tubuh yang lain.

    Dengan kata lain, Korban harus memperagakan bagaimana ia didorong dari dalam mobil dan terjatuh dengan luka hanya di kaki (saja) dan atau luka di bagian tubuh lainnya.

    Termasuk, penjelasan apakah saat itu mobil sudah dalam keadaan berjalan atau dalam keadaan masih diam di tempat.

    Dan apa yang terjadi setelah Korban terjatuh tersebut ? Apakah tindakan Sean ?

Akhir kata, bagi saya, kasus ini belum “terang benderang“. Perlu verifikasi lebih dalam oleh Penegak Hukum. Kita jangan langsung menghakimi ya ! Bukan keahlian dan wewenang kita.

Salam hangat, Handoko Gani

JADI warna pesawat kepresidenan itu warna partai presiden terpilih atau warna bendera bangsa kita ?

BIRU dan MERAH pada pesawat kepresidenan.

Benarkah ini masalah dana ?

Satu hal yang perlu dipahami lebih dalam adalah apakah BIRU dan MERAH ini melukiskan warna partai ? Apakah BIRU artinya partai Demokrat dan MERAH artinya PDIP ?

Semakin kekeh meributkan warna, saya kuatir publik akan justru berbalik mencibir partai Demokrat. Karena bila dasar protesnya adalah warna, artinya justru diakui pesawat kepresidenan dulu dicat BIRU untuk melukiskan partai presiden. Ini jelas hal yang bisa diprotes masyarakat bila benar demikian. Moso warna pesawat presiden digonta ganti karena presiden terpilih beda partai ?

Ada baiknya PDIP juga tidak melibatkan pesawat presiden Soeharto yang berwarna kuning, karena ini malah semakin mempertegas makna warna MERAH. Dan cibiran pun juga bisa berbalik ke PDIP. Wong…sama alasannya.

Sebagai Pengamat Perilaku Komunikasi dan rakyat yang terdampak pandemi Korona, saya menyarankan agar perdebatan ini sebaiknya dihentikan apabila ini memang urusan warna partai. Alangkah baiknya, bila diterbitkan aturan yang mengikat warna pesawat presiden ini selalu sesuai BENDERA NKRI kita. Dan masyarakat serta dunia di-edukasi betul-betul bahwa warna pesawat tsb adalah warna bendera NKRI kita, bangsa Indonesia. Tentunya itu berarti semua warna dihapus kecuali MERAH dan PUTIH. Kalau masih gak puas juga, saya mengusulkan pilih saja warna netral seperti PUTIH. Beres !

Lain ceritanya kalo perdebatan ini soal kebijaksanaan dalam menggunakan dana di saat pandemi belum berakhir dan entah berapa lagi yang harus dikucurkan pemerintah dalam tahun-tahun ke depan.

Perdebatan ini jauh lebih perlu dilakukan karena memang pemerintah perlu belanja dengan lebih bijak. Betul, belanja pemerintah bisa menggerakkan ekonomi. Akan tetapi, kita tahu bersama, bahwa masih banyak 1001 hal di dalam daftar belanja pemerintah yang bisa lebih BERMANFAAT langsung terhadap recovery masyarakat saat pandemi begini. Pengecatan body pesawat jelas TIDAK bermanfaat langsung, bukan ?

Demikian buah pandang saya,
saya berharap tulisan ini bisa bermanfaat.

Handoko Gani

DINAR CINDY STRESS BENERAN ATAU pencitraan ?

Saya langsung tertarik membahas tentang bikini ini.

Eh maksud saya, Dinar Cindy yang berbikini, dengan alasan stress karena PPKM diperpanjang. Dan kemudian berakhir ditangkap semalam.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5670364/dinar-candy-ditangkap-semalam-saat-keluar-dari-rumah-temannya

Statement “stress” ini menarik.

Kok orang stress ditangkap, Pak Polisi ?

Saya sepakat lho dengan apa yang dilakukan Pak Polisi.

Apa sih yang dilakukan Pak Polisi ?

Menangkap bukanlah kata yang tepat sebetulnya.

Mengamankan lebih tepat.

Kenapa ?

Karena kalo betul “stress”, orang “stress” bisa melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya dan orang-orang yang di dekatnya.

Kalo beralasan “stress karena PPKM diperpanjang” dan kemudian semua orang bahkan Polisi membenarkan orang boleh berbikini karena ia stress akibat PPKM diperpanjang, maka bisa berduyun-duyun banyak perilaku aneh bermunculan. Termasuk, perilaku-perilaku berbahaya.

Langkah Pak Polisi yang mengamankan dan kemudian memeriksa Dinar Cindy termasuk level stress nya tersebut – adalah – langkah yang tepat.

Karena,

baik Orang yang Stress kemudian melakukan tindakan tertentu agar viral dan mendapatkan keuntungan tertentu, baik reputasi maupun materi

ataupun Orang yang Gak Stress tapi sengaja berbikini demi viral dan mendapatkan keuntungan tertentu, baik reputasi maupun materi.

keduanya harus diperiksa ketika sama-sama mengatakan “stress”.

Alasannya ?
Karena dari tes itulah, Polisi bisa memiliki alasan medis untuk melakukan tindakan yang diperlukan. Bisa saja misalnya kemudian merujuk Dinar Cindy kepada Konsultan Stress atau Dokter Ahli Jiwa agar bisa membantunya. Demi kebaikannya juga. Namun, bisa juga Dinar Cindy kemudian mendapatkan sanksi tertentu karena level stress nya ternyata masih dalam toleransi, sehingga motif nya berbikini dan alasannya tersebut menjadi pertanyaan.

Regardless apapun itu,

saya juga mendukung Dinar Cindy kalo memang betul stress nya parah.

Kita semua sama-sama stress dengan kadar tertentu.

Anda gak tahu aja betapa stressnya saya dan orang-orang di sekitar Anda.

Bertahanlah !

Badai pasti berlalu.

Salam hangat, Handoko Gani

ayu ting ting, kartika damayanti dan petisi blacklist ayu ting ting

Saya tertarik membahas tentang kasus ini karena saya juga memiliki latar belakang BRANDING dan tentunya ANALIS PERILAKU KOMUNIKASI.

Sumber : Petisi Blacklist Ayu Ting Ting Hampir Capai Target, Tembus 34 Ribu (msn.com) –> https://www.msn.com/id-id/berita/other/petisi-blacklist-ayu-ting-ting-dari-tv-kini-mencapai-60-ribu-dukungan

Seorang wanita yang bekerja sebagai TKI di Singapura bersiteru dengan Ayu Ting Ting dan orang tuanya yaitu Ibu Umi Kalsum dan juga Ayah Rozak. Dikutip dari sumber di atas, “Keduanya bahkan ingin memenjarakan orang tua Kartika agar menjadi jaminan anaknya akan kembali ke Jakarta“.

Di sisi lain, seorang bernama Putri Maharani menginisiasi petisi terhadap Ayu Ting Ting agar di-blacklist dari dunia pertelevisian, karena “mengaku melihat Ayu Ting Ting menendang salah satu kru ketika sebuah acara siaran langsung di Trans7” (Sumber yang sama di atas).

Dan penggemar membuat petisi tandingan : (sumber : Tak Terima Ayu Ting Ting Dipaksa Mundur, Penggemar Buat Petisi Tandingan: Save Ayu Ting Ting – Tribunnews.com)

Kedua kasus ini turut diperhatikan oleh banyak tokoh di tanah air.
Bahkan, Bang Hotman Paris ikut memberikan pandangan nya

Hotman Paris Tanggapi Tindakan Orang Tua Ayu Ting Ting Datangi Rumah Haters saat PPKM – Halaman 2 – Tribunnews.com

“Kalau dateng cuma sekedar ‘kamu jangan gitu ya’ ‘minta maaf ya’ udah oke, tapi kalau kata-katanya ya diluar itu bisa jadi masalah baru” jelas Hotman (dikutip dari sumber di atas)

“Saya bilang kalau pencemaran nama baik, kalau itu masih batas normal, lupakan,” kata Hotman Paris, dikutip Tribunnews dari YouTuber KH Infotainment https://youtu.be/cPasHG_EuV4 pada Rabu (4/8/2021) : (Sumber https://www.tribunnews.com/seleb/2021/08/04/hotman-paris-ungkap-dampak-jika-ayu-ting-ting-tetap-lanjutkan-proses-hukum-pada-penghinanya )

Saya ingin menyoroti sebuah kata yaitu SAKIT HATI dan HATE (BENCI)

Di dalam dunia analisis perilaku, SAKIT HATI dan HATE (KETIDAKSUKAAN) ini adalah dua perasaan yang bisa memicu munculnya emosi marah, sedih, jijik, dan nyinyir.

SAKIT HATI terpicu oleh komunikasi ataupun perilaku dari Seseorang yang memang dialamatkan kepada Kita.

Namun, HATE (KETIDAKSUKAAN) seseorang atas sebuah publik figure BELUM TENTU disebabkan oleh dampak sebuah komunikasi / perilaku Sang Tokoh terhadap diri kita. Sementara sisi sebaliknya, FANATISME bisa disebabkan oleh dampak komunikasi / perilaku Sang Tokoh dalam kehidupan kita. Dan HATE pada “lawan / saingan” Sang Tokoh bisa tercipta karena FANATISME ini, karena merasa Sang Tokoh sedemikian berjasa / bermanfaatnya bagi diri mereka.

Sangat sulit bagi seorang Fans / Hater untuk memisahkan profesionalisme dengan kehidupan pribadi. Ketika seseorang menjadi Fans, ia akan menyukai hasil kerja Sang Tokoh sekaligus juga kehidupan pribadinya, dalam kebanyakan cerita fanatisme. Begitu juga sebaliknya. Ketika seseorang menjadi Hater, ia akan tidak menyukai seluruh kehidupan pribadi dan hasil kerja dari Sang Tokoh. Tidak bisa lagi dipisah-pisahkan !

Menjadi seorang Public Figure di era sekarang yang serba terbuka, kehidupan kerja profesional kita disorot, dan celakanya …. para Personal Brand Consultant / Management Team juga mengikutsertakan kehidupan pribadi sang Tokoh. Jadi, sang Public Figure dan Personal Brand Consultant / Management Team yang melakukan ini juga memiliki andil dalam pembentukan HATE dan FANATISME tersebut. Ada yang sedikit, ada juga yang porsi andil-nya banyak.

Buktinya apa ? Ada kok Public Figure dunia yang betul-betul memfokuskan upaya branding-nya pada kerja profesional nya. Banyak ! Kita sering menyebutnya sebagai “sepi gosip”. Padahal, ini juga salah satu upaya no-branding pada kehidupan personal.

Terkait dengan tuntutan hukum terhadap Kartika Damayanti,

Saya setuju dengan pernyataan Bang Hotman yang berikut ini :

“Semakin kamu laporkan, semakin kau ambil tindakan hukum bisa-bisa nama kita itu jadi makin tercemar, sementara kalau kita diamkan hilang begitu saja dengan sendirinya,” tandas Hotman Paris (Sumber : https://www.tribunnews.com/seleb/2021/08/04/hotman-paris-ungkap-dampak-jika-ayu-ting-ting-tetap-lanjutkan-proses-hukum-pada-penghinanya?page=2 )

Terkait pencegahan kasus serupa di masa depan,

Saya menyarankan agar kehidupan pribadi Ayu Ting Ting betul-betul “hilang” dalam sorotan kamera. Akun sosmed profesional perlu dibedakan dengan Akun pribadi. Menjadi Public Figure bisa kok menyembunyikan kehidupan pribadi. Bukankah di sosmed bisa membatasi bahkan mengunci akun ?

Terkait kasus Petisi,

Saya menyarankan klarifikasi kepada publik tentang apa yang menjadi alasan petisi tersebut. Tanpa adanya klarifikasi, imej akan terbentuk. Bila imej telah terbentuk, sehebat apapun telinga kita menutupnya, mulut Hater akan tetap menyuarakannya. Bahkan, masyarakat “pengamat” yang netral bisa turut memiliki persepsi tersebut.

Akhir kata, perilaku komunikasi kita di sosmed juga penting untuk dikelola dengan baik. Siapapun harus menjaga jempolnya agar tidak menyebabkan sakit hati seseorang karena kehidupan pribadinya diusik. Kehidupan pribadi ini bisa jadi adalah kehidupan yang sangat dihargai Sang Tokoh yang dihina. Perlawanan Sang Tokoh bisa menyebabkan dampak yang tidak sepele dalam kehidupan pribadi penghina nya.

Salam hangat,

Handoko Gani

Janji yang dipidana

Kita sedang menyaksikan drama tentang janji.

Tentang janji 2T, dari awal, banyak yang meragukan kebenaran janji ini. Tapi tidak sedikit yang mempercayainya bahkan memuja keluarga anak2 almarhum, sebelum akhirnya Polisi mengungkap sejumlah fakta tentang keuangan keluarga anak2 almarhum, termasuk dari Bank Mandiri. Ya gak sedikit juga yang buru-buru meralat mengatakan “dari awal saya tuh sebetulnya sudah ragu.”

Kita juga sekarang sedang menyaksikan janji jenis lainnya kepada Greysia, dan Apriyani. Dari sejumlah pengusaha, pejabat hingga Selebriti. Dan berbeda dengan kasus janji 2T, kita masih menantikan kabar selanjutnya tentang perwujudan janji tersebut.

Source : Daftar Pengusaha dan Selebriti yang Janji Beri Hadiah untuk Greysia Polii dan Apriyani Rayahu (msn.com)

Source : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5669728/deretan-hadiah-buat-greysiaapriyani-rp-5-miliar-hingga-rumah

Apakah janji-janji ini bisa dipidana ketika tidak terpenuhi ?

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin bisa membantu :

  1. Apakah janji ini sudah ada dalam kesepakatan legal yang diakui negara ?
  2. Apakah janji ini memiliki tenggang waktu ? Dan apakah tertulis legally tentang sanksinya bila melanggar janji ?
  3. Siapakah yang sebetulnya berjanji ? Dan bagaimana janji ini disampaikan kepada pihak yang dijanjikan ?
  4. Siapakah yang dirugikan dalam kasus 2T ? Siapakah yang dirugikan dalam janji atas prestasi Greysia dan Apriyani ?
  5. Siapakah yang berwenang menilai deliverable dari janji ini termasuk bila melanggar janji ini ? Siapakah yang bisa memberi sanksi nya ?

Setelah menjawab 5 pertanyaan itu, kita akan menemukan “apakah kedua janji tersebut bisa dipidana bila tidak dilakukan ?”

dan SIAPA yang seharusnya dihukum / dipidana ?

Terimakasih

Semoga bermanfaat

Salam hangat, Handoko Gani

PRIA BERcadar dengan PAKAIAN WANITA dan tes pcr istrinya lolos pemeriksaan di bandara dan baru ketahuan di toilet pesawat saat mendarat

Ngerupuk kali ini akan ngebahas tentang :

Insiden ini : https://news.detik.com/berita/d-5648229/pria-terbang-dari-jakarta-pakai-hasil-tes-pcr-istri-ternyata-positif-corona

Jangan anggap sepele insiden ini.

Pria berpakaian ala wanita dan bercadar, masuk bandara Halim Perdana Kusuma, lolos hingga ke pesawat dan berganti pakaian di toilet pesawat. Andai saja dia menggantinya di dalam toilet bandara Ternate atau bahkan di luar bandara, bisa jadi ia akan lolos.

Ini berita buruk bagi dunia penerbangan, sekaligus “alert” bagi aksi teror.

Saya berharap ada pelatihan analisis raut wajah, micro expression dan gesture, yang benar di Halim Perdana Kusuma. Handoko Gani siap membantu !

Jangan anggap sepele !

Parah sekali ini !
Sangat sangat berbahaya.

makna blusukan jokowi malam hari ke sunter jakarta

CELETUKAN sambil ngerupuk kali ini meresponi blusukan Jokowi di malam hari tgl 15 Juli lalu ke Sunter Agung, Jakarta Utara sebagaimana ditampilkan juga di : (1) JOKOWI BLUSUKAN Bagikan Sembako dan Obat Untuk Masyarakat – YouTube

Kampung Sunter Agung adalah daerah padat penduduk.

Dalam rangka : mengawali pemberian sembako dan obat kepada masyarakat. Agar masyarakat lebih tenang.

Sembako mewakili : Bulog dan Kementrian Sosial.

Obat mewakili : Kemenkes dan Satgas.

Dampak : masyarakat terkejut dan sangat mengapresiasi.

Kata menarik yang saya soroti dari ucapan Warga :

  1. PERJUANGAN
  2. GAK GAMPANG MIMPIN NEGARA di situasi seperti ini, semua juga gak mau seperti ini.


RESPON saya sambil makan kerupuk

  1. Audience –> Team Kemensos hingga Bulog = Peringatan dari Beliau agar bantuan bisa segera sampai kepada masyarakat. Kalo perlu, DATANGI langsung ! Gak pake lama aturan birokrasi ini itu.

    Di sisi lain, memang bisa diibaratkan tindakan ini adalah “kick off” dari program “sembako + obat langsung ke rakyat yang membutuhkannya”. Namun, “kick off” artinya adalah permulaan dari sebuah kegiatan besar yang akan menjadi perhatian banyak orang. Yang artinya, PIC nya pun ajan jadi sorotan. Jadi, jangan main-main ! Jokowi bisa mempermalukannya.
  2. Audience –> Rakyat : menunjukkan kebenaran janji pemerintah sekaligus memberi keberanian agar Rakyat mengawasi dan menuntut haknya atas sembako dan obat tersebut.
  3. Audience –> Pemprov DKI Jakarta = Celutukan dan Sindiran bahwa pemimpin yang paling dekat dengan rakyat harusnya lebih peduli terhadap rakyatnya, lebih dekat rakyat, lebih melayani rakyat, dan lebih marah ketika
  4. Audience –> Lawan Politik = Jokowi masih kuat.

seberapa besar kah HATE CRIMES di negeri ini ?

HATE CRIMES

HATE CRIMES adalah kejahatan yang disebabkan karena kebencian.

Saat tulisan ini dibuat, saya sedang membaca sebuah buku yang unik.

Buku tersebut berjudul “The Measurement of Hate Crimes”.

Buku ini menarik karena memetakan sejumlah jenis kejahatan yang disebabkan karena kebencian. Kejahatan itu bisa berupa assault (penghinaan) hingga pemerkosaan dan pembunuhan.

  1. Kebencian terhadap ETNIS, RAS, dan SUKU

Di Amerika, kebencian terhadap RAS ini adalah terhadap Hispanic, African America, dan Asia khusus Cina karena kasus Covid saat ini. Di Indonesia ? Eitsss…jangan katakan tidak ada.

Waktu saya kecil, beberapa kali saya mendengar “dasar Cina lo ! atau “dasar pribumi lo !”. Bahkan, “Lo Cina bukan, pribumi juga bukan (gak diakui) !”

Dan hingga hari, walaupun tidak berbentuk kejahatan yang mencelakai nyawa, tetapi hate speech terhadap ras juga sangatlah sering terjadi. Anda bisa baca di berbagai kolom komentar di sosmed.

Terakhir, tentunya ada 1 kasus yang masih gantung hingga hari ini yaitu : kasus pemerkosaan dan penganiayaan terhadap etnis Cina khususnya gender perempuan, semasa kerusuhan Mei 1998.


2. Kebencian terhadap AGAMA

Jangan katakan kebencian terhadap agama tidaklah terjadi di Indonesia.

Gara-gara benci terhadap suatu agama tertentu, mulai dari Hate Speech terjadi bahkan hingga ceramah agama.

3. Kebencian terhadap SEXUAL ORIENTATION

Tidak bisa dipungkiri, masyarakat kita belum siap terhadap perbedaan orientasi seksual, baik di kota metropolitan hingga di pedesaan. Mulai dari perlakuan diskriminasi hingga kejahatan yang mencelakai nyawa.

4. Kebencian terhadap DISABILITY

Saya sudah pernah mendengar berbagai kasus yang merugikan para penyandang disabilitas termasuk autis, down-syndrome dan sejenisnya. Bahkan, dilakukan di sekolah hingga di rumah mereka oleh para Suster nya.

5. Kebencian terhadap Gender

Perempuan biasanya adalah korban paling banyak akibat kebencian terhadap gender ini. Sayangnya, kita belum memiliki data untuk memastikan apakah kasus-kasus psikopatis disebabkan karena kebencian terhadap gender juga.

Yang belum ada, saya perhatikan adalah kebencian terhadap Profesi.

Dan ini bisa terkait juga dengan Politik, dimana profesi yang terkait pemerintah atau lawan politik dari tokoh pujaan, menjadi bulan2an kebencian tersebut. Dan wujud kebencian tersebut adalah kejahatan pencemaran nama baik misalnya membuat meme ataupun tag di sosmed (Twitter) yang sangat pedas.

PEMBUNUHAN BOS KONTER DI TANGAN PASANGAN SEJENIS

KERUPUK memang ringan, tetapi gak ada kerupuk, bisa gak kenyang.

CELUTUK saya memang ringan, teman asik makan kerupuk.

—–

Di CELETUK edisi kali ini, saya ingin ngebahas tentang :

Dendam soal Uang Kencan, Bos Konter Pulsa Tewas di Tangan Pasangan Sesama Jenisnya (kompas.com) yang diedit oleh : Michael Hangga Wismabrata

Dede Tewas Dengan Tangan Terikat dan Tubuh Terlipat, Istrinya Sedang Hamil 8 Bulan – Halaman all – Tribunnews.com yang diedit oleh : Hendra Gunawan

——

Siapa Pelaku nya ? Pasangan sesama jenis, BM (21) alias Alan dan SA (33).

Siapa yang dibunuh ? Bos Konter Pulsa-Dede Cell di Gisting, Tanggamus (D) dan juga seorang Guru yang memiliki istri sedang hamil 8 bulan.

Dimana kejadiannya ? Di kebun di Dusun Kebumen, Pekon (desa) Banjar Agung, Kecamatan Pugung

Dimana jasad korban ditemukan ? Di penampungan air di ladang Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung.

Bagaimana kondisi jenasah saat ditemukan ? Di dalam plastik ikan – 2 lapis dan terikat, mengapung di dalam lubang, terlipat seperti janin dalam kandungan.

Penyebab Kematian ? Luka senjata tajam sebanyak 24 tusuk (keterangan awal di Tribunnews adalah 19 luka tusuk), serta luka di kening kiri – kepala. Luka tersebut antara lain : luka bacok, luka lecet, dan luka sobek.


CELETUK RINGAN sambil ngerupuk

  • by : Handoko Gani yang doyan kerupuk dan nyeletuk


Saya tuh masih belum jelas, BM / Alan dan SA ini laki-laki atau perempuan.

Kalau Laki-Laki, berarti ini adalah kasus pembunuhan didasarkan dendam antar sesama penyuka sama jenis.

Banyaknya luka menunjukkan betapa Pelaku memang sangat dendam kepada Korban. Namun, apakah hanya gara-gara kurangnya transfer-an booking ? Saya ragu.

Di balik Uang Transfer ini yang katanya kurang 200 ribu (dibayar hanya 300 ribu), kita harus memahami bahwa “rate” selalu disesuaikan dengan Level “Kualitas Pelayanan”. Jadi, menurut saya, faktor “dendam” karena merasa terlecehkan ini lebih menyakinkan sebagai motif sesungguhnya.

Yang sungguh lagi-lagi saya prihatinkan adalah beban psikologis pada Sang Istri dan anaknya nanti , bila memang ini kasus pembunuhan sesama jenis. Beban sosial dari masyarakat. Masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut apakah sudah bisa menerima anggota masyarakat lainnya yang menyukai sesama jenis ? Saya menyarankan agar sang Istri Korban dan anaknya pindah ke wilayah lain.

Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan melanjutkan kehidupan !

dr lois perlukah ditangkap ?

Beberapa saat lalu, dikabarkan di detik, bahwa dr. Lois ditangkap kepolisian.

dr Lois Ditangkap Polda Metro, Dilimpahkan ke Bareskrim (detik.com)

Polda Metro Jaya membenarkan telah mengamankan dr Lois yang kontroversi karena tidak percaya Corona. dr Lois saat ini dilimpahkan ke Mabes Polri.

“Iya, sekarang sudah dilimpahkan ke Bareskrim,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kepada detikcom, Senin (12/7/2021).


Namun, perlukah dr. Lois ditangkap ?

tapi, bukti-buktinya sih kuat lho !

Bukti-bukti Penjerat dr Lois, Tak Cuma dari Hotman Paris Show (detik.com)

Saya jelaskan tentang 2 orang yg berada di kubu berbeda :

  1. Orang yang TIDAK TAHU dan dia melakukannya (melakukan seperti dr. Lois)
  2. Orang yang TAHU (bahwa itu keliru, salah, bohong, dstnya), tapi dia TETAP melakukannya (melakukan seperti dr. Lois)

Nah, terkait dengan TAHU ini, pasti Pak Polisi akan memeriksa hal berikut :

  1. Apakah PENGETAHUAN dokter ini berasal dari pendidikannya sebagai dokter ? Apakah ia layak memenuhi syarat untuk menyampaikan semua yang dia nyatakan?
  2. Darimana dokter ini TAHU tentang apa yang dia nyatakan tersebut ? Apakah riset nya sendiri ? Apakah riset orang lain ? atau studi ilmiah lainnya ? Jadi, di sini Polisi akan membuktikan apakah PERNYATAAN sang dokter ini ILMIAH ?

Kok harus ILMIAH ?

Karena : Anda dan Saya mungkin golongan yang TIDAK TAHU. Kita tidak belajar tentang penyakit, tentang organ tubuh, tentang virus, hingga tentang virus covid19. Dan kita bukan dokter yang dipercaya masyarakat – TAHU – tentang covid19. dr. Lois ini ada gelar “dokter” yang membuat dirinya dipercaya oleh Kita.


Kenapa dr. Lois juga harus dicek keanggotaannya di IDI ?

Sebagai induk organisasi yang menaungi dokter hingga memberikan izin praktek kepada para dokter, pengecekan keanggotaan ini menjadi penting karena hal ini menunjukkan sejak 2018 hingga 2021 apakah sang Dokter masih berada di profesi dokternya, masih memanfaatkan pengetahuan dan ketrampilan dokternya untuk kesehatan termasuk juga mungkin riset dan penyembuhan pasien, atau justru tidak sama sekali.

Di sisi lain, kok Acara Podcast atau Acara Show nya ndak di-apa-apain ?

Dulu ketika Anji menginterview seorang “pembuat obat/vaksin korona” Hadi Pranoto, banyak yg protes keras kepada Anji. Kok terjadi lagi ? Kenapa diberi panggung ? Banyak yg bahkan juga menyudutkan Anji nya. “Demi Konten” , kata orang-orang itu.

Semoga ini jadi pembelajaran bersama.

Saksikan juga di Youtube saya ya : Perlukah dr Lois ditangkap Polisi ? – YouTube