PEMBUNUHAN BOS KONTER DI TANGAN PASANGAN SEJENIS

KERUPUK memang ringan, tetapi gak ada kerupuk, bisa gak kenyang.

CELUTUK saya memang ringan, teman asik makan kerupuk.

—–

Di CELETUK edisi kali ini, saya ingin ngebahas tentang :

Dendam soal Uang Kencan, Bos Konter Pulsa Tewas di Tangan Pasangan Sesama Jenisnya (kompas.com) yang diedit oleh : Michael Hangga Wismabrata

Dede Tewas Dengan Tangan Terikat dan Tubuh Terlipat, Istrinya Sedang Hamil 8 Bulan – Halaman all – Tribunnews.com yang diedit oleh : Hendra Gunawan

——

Siapa Pelaku nya ? Pasangan sesama jenis, BM (21) alias Alan dan SA (33).

Siapa yang dibunuh ? Bos Konter Pulsa-Dede Cell di Gisting, Tanggamus (D) dan juga seorang Guru yang memiliki istri sedang hamil 8 bulan.

Dimana kejadiannya ? Di kebun di Dusun Kebumen, Pekon (desa) Banjar Agung, Kecamatan Pugung

Dimana jasad korban ditemukan ? Di penampungan air di ladang Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung.

Bagaimana kondisi jenasah saat ditemukan ? Di dalam plastik ikan – 2 lapis dan terikat, mengapung di dalam lubang, terlipat seperti janin dalam kandungan.

Penyebab Kematian ? Luka senjata tajam sebanyak 24 tusuk (keterangan awal di Tribunnews adalah 19 luka tusuk), serta luka di kening kiri – kepala. Luka tersebut antara lain : luka bacok, luka lecet, dan luka sobek.


CELETUK RINGAN sambil ngerupuk

  • by : Handoko Gani yang doyan kerupuk dan nyeletuk


Saya tuh masih belum jelas, BM / Alan dan SA ini laki-laki atau perempuan.

Kalau Laki-Laki, berarti ini adalah kasus pembunuhan didasarkan dendam antar sesama penyuka sama jenis.

Banyaknya luka menunjukkan betapa Pelaku memang sangat dendam kepada Korban. Namun, apakah hanya gara-gara kurangnya transfer-an booking ? Saya ragu.

Di balik Uang Transfer ini yang katanya kurang 200 ribu (dibayar hanya 300 ribu), kita harus memahami bahwa “rate” selalu disesuaikan dengan Level “Kualitas Pelayanan”. Jadi, menurut saya, faktor “dendam” karena merasa terlecehkan ini lebih menyakinkan sebagai motif sesungguhnya.

Yang sungguh lagi-lagi saya prihatinkan adalah beban psikologis pada Sang Istri dan anaknya nanti , bila memang ini kasus pembunuhan sesama jenis. Beban sosial dari masyarakat. Masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut apakah sudah bisa menerima anggota masyarakat lainnya yang menyukai sesama jenis ? Saya menyarankan agar sang Istri Korban dan anaknya pindah ke wilayah lain.

Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan melanjutkan kehidupan !

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s