HANDOKO GANI

PENDETEKSI BOHONG

Analisa Surat “Teroris”

Surat Teroris Balli.jpg

 

Ada beberapa hal yang membuat saya bertanya Tanya setelah selesai menganalisa tulisan verbal ini. Wish ada tulisan tangannya, maka akan bisa saya analisa lebih dalam, bersama partner saya @DeborahDewi http://www.deborahdewi.com

1. Mengapa perjuangan yang diyakin-yakini suci itu malah diberikan label sendiri sebagai “Teror” ? Apakah ini istilah baku kelompok mereka ?

2. Mengapa ada surat peringatan dini versus Mengapa kalimat nya “Kami tidak main-main. Kami siap ledakkan diri?

Jangan2 kalimat ini belum selesai.
Anggaplah mirip surat teror penculikan yang minta ransum ? Seharusnya ada kalimat permintaan: ” kecuali kalian …”

Berdasarkan teori Scientific Content Analysis, analisa pernyataan verbal untuk kalimat tertulis, ada yang tidak balance dari cerita/surat ini. Biasanya, prolog cerita 2 baris, isi cerita 5 baris, dan sesudah cerita sekitar 3 baris. Di dalam surat ini, yang paling banyak adalah prolog sebanyak 3 baris (kesampingkan “Allahu Akbar Allahu Akbar”), isi utama pesan sebanyak 3 baris, dan sesudahnya sekitar 2 baris.

3. Kalimat “bom dan serangan” ini maksudnya ada bom di pusat perbelanjaan/kantor/wisata + serangan ke polisi ?

4. Kemungkinan bukan anggota bom Sarinah yang melarikan diri kemarin tapi kemungkinan ini simpatisan yang terpicu Bom Thamrin untuk melakukan aksi juga. Simpatisan ini sudah “lama” di Bali.

5. Kemungkinan memang ada di Bali. Namun mungkin tidak ada di Denpasar dan Singaraja. Tapi di daerah2 yang sejauh “jarak motor selama 1/2 jam – an”.

6. Kemungkinan serangan pada Wisatawan dan atau Polisi menggunakan motor perlu dicross check juga. Kata “BOM” diucapkan 3x dan ada kata yang terkait yakni “ledakkan” diri / kota, tapi kata “serangan” hanya satu kali. Bila tidak ada justifikasinya, kemungkinan kata “BOM” saja yang difokuskan.

7. “Kami” adalah kalimat yang menyatakan kepemilikan, tanggung jawab dan komitmen. Di dalam kalimat ini sebetulnya, ada pesan juga bahwa Kelompok Teroris ataupun simpatisan nya masih ada. Polisi belum menang walaupun berhasil menembak pelaku. Mereka mendukung bila kelompok ini akan melakukan aksinya. “Kami Siap” adalah itikad hati untuk melakukan satu tindakan. Bisa jadi langkah konkrit nya belum ada, tapi kami siap.

 

Ada kemungkinan ini surat pernyataan diri sesuai prolog.  Dan sisanya adalah ancaman tindakan. Kemungkinan message utama dari pesan ini adalah “kami ada juga di Bali”. Kami EXIST.

 

tapi saya masi perlu jawaban poin no.1: mengapa perjuangan suci ini justru dinamakan “terror” oleh mereka sendiri ?

 

Salam hangat,

Handoko Gani, S.E, MBA, BAII

Lie Detector Indonesia

@LieDetectorID

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: