HANDOKO GANI

PENDETEKSI BOHONG

60% Pelamar Kerja BOHONG saat INTERVIEW KERJA

Tahukah Anda bahwa:

60% Pelamar Kerja mengakui bahwa ia berbohong selama interview kerja ? (di luar negeri; www.yolkrecruitment.com)

most lies

  • 67% berbohong tentang Paket Salary-nya di perusahaan saat ini, agar mendapatkan paket salary lebih besar ? Apalagi di zaman “susah” begini. Ada lowongan kerja bagus, langsung sikatttt…yang penting bisa pindah.
  • 61% berbohong tentang Kualifikasi nya saat interview kerja di hadapan HRD Recruiter/User – Kepala Divisi/Owner ?
  • 58% berbohong tentang Pengalaman Kerja-nya? Ngaku2 pernah kerja di divisi tertentu,job desc & project tertentu demi supaya bisa pindah dari perusahaan sekarang yang sedang jeblok performance-nya.
  • 54% berbohong tentang Alasan-nya mau pindah kerja? Jarang sekali Pelamar Kerj yang berkata jujur bahwa ia “sumpek” bekerja dengan atasannya. Jarang sekali Pelamar Kerja yang mengakui bahwa ia pindah kerja karena performance-nya tidak bagus di perusahaan sekarang.

Apa penyebabnya kebohongan2 ini tidak terdeteksi saat interview dengan Recruiter atau User-nya (supervisor/manager/direktur/owner) ?

Apakah 60% Pelamar Kerja sangat ahli bohong dan tidak terdeteksi recruiter atau user-nya (supervisor/manager/direktur/owner) yang jam terbang-nya tinggi? Rasanya kok gak mungkin ya? Sebanyak2nya seorang Pelamar Kerja interview sana sini, Recruiter/Supervisor/Manager/Direktur/Owner bisa interview ratusan/ribuan orang. Dan, Recruiter justru menguasai semua teori tentang interview dan juga ahli dalam interview.

Mengapa?

  1. Kebanyakan Recruiter percaya bahwa Kandidat tidak akan berbohong. Mereka “percaya” bahwa semakin tinggi jabatan seseorang semakin kredibel, atau mereka “percaya” bahwa posisi tertentu pastilah kredibel. Padahal, usia/pendidikan/pengalaman/jabatan tidak ada hubungannya dengan kredibelitas. Masih ingat: ada calon2 capim KPK yang nyontek saat Test Capim KPK?
  2. Kebanyakan Recruiter “terlalu” fokus pada tujuan recruitment yakni mencari kandidat yang tepat bagi perusahaan tanpa mengecek kredibelitas
  3. Kebanyakan Recruiter tidak mempelajari cara deteksi bohong secara khusus,saat di jenjang kuliah,saat training internal ataupun eksternal. Mereka bukan pendeteksi kebohongan ataupun ahli deteksi bohong. Mereka juga tidak mempelajari Investigative Interview untuk mengungkap kebohongan.
  4. Kebanyakan teknik Interview Kerja memang tidak diRANCANG spesifik untuk deteksi BOHONG seperti teknik Investigative Interview ala forensic.

Bagaimana caranya mendeteksi kebohongan pelamar kerja dalam sebuah interview?

Tidak ada jalan lain, Interviewer/Rekruter  harus mempelajari cara deteksi bohong dan memodifikasi pertanyaan2 dan cara interview agar bisa optimal menggali informasi sebanyak2nya, sedetil2nya dan sejujur2nya.

Handoko Gani,SE,MBA,BAII

Human Lie Detector Indonesia

@LieDetectorID

http://www.handokogani.com

#FBI2015 @FestivalBOHONG Indonesia

Tidak ada jalan lain, Interviewer/Rekruter  harus mempelajari cara deteksi bohong dan memodifikasi pertanyaan2 dan cara interview agar bisa optimal menggali informasi sebanyak2nya, sedetil2nya dan sejujur2nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: